Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Association Kangourou Sans Frontières (AKSF) Annual Meeting 2027. Pertemuan internasional yang akan berlangsung pada 3–7 November 2027 di Bogor, Jawa Barat, akan mempertemukan matematikawan dan perwakilan lebih dari 100 negara anggota AKSF dari berbagai belahan dunia. Penunjukan ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan pendidikan matematika di tingkat internasional.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam AKSF Annual Meeting 2026 yang berlangsung pada 10–14 Oktober 2026 di Calgary, Kanada. Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan dari 121 negara tersebut, Dr. H. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si., selaku representatif AKSF Indonesia sekaligus Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), turut hadir mewakili Indonesia.

Dalam forum tersebut, dari empat negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah AKSF Annual Meeting 2027, Indonesia terpilih setelah melalui proses pertimbangan dan penilaian oleh AKSF Executive Board. Penunjukan ini menjadi pencapaian tersendiri karena Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia yang menjadi lokasi pertemuan tahunan AKSF. Selain itu, penunjukan ini juga menjadi kesempatan langka bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah kegiatan internasional yang akan dihadiri oleh peserta dari lebih dari 100 negara.
Association Kangourou Sans Frontières (AKSF) merupakan asosiasi internasional yang didirikan di Prancis pada 1994 dan beranggotakan para pegiat serta pencinta matematika dari berbagai negara di dunia. AKSF memiliki tujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap matematika, mendukung pendidikan matematika di sekolah, serta membangun pandangan positif masyarakat terhadap matematika.
Salah satu kegiatan utama AKSF adalah menyusun soal dan mengoordinasikan pelaksanaan International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC), kompetisi matematika tahunan yang diikuti siswa dari berbagai negara. Melalui kompetisi ini, AKSF berupaya menunjukkan bahwa matematika bukan sekadar pelajaran berhitung, melainkan juga sarana untuk mengembangkan kreativitas, logika, imajinasi, dan kemampuan memecahkan masalah.
Kepercayaan menjadi tuan rumah AKSF Annual Meeting 2027 juga sejalan dengan meningkatnya partisipasi siswa Indonesia dalam IKMC.
“Melalui IKMC, kita ingin meningkatkan semangat dan kecintaan siswa terhadap matematika. Kita melihat adanya peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun. Pada 2025, IKMC diikuti 141.176 siswa, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 188.892 siswa,” ujar Pak Ridwan.
AKSF Annual Meeting 2027 nantinya akan menjadi ruang pertemuan dan koordinasi bagi perwakilan negara anggota. Berbagai agenda direncanakan dalam kegiatan ini, di antaranya seminar, diskusi, serta pembahasan dan pemilihan soal matematika yang akan digunakan dalam pelaksanaan IKMC di berbagai negara.
Bagi Indonesia, kesempatan menjadi tuan rumah tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan sebuah agenda internasional. Kehadiran para matematikawan dan perwakilan negara anggota AKSF juga membuka peluang untuk memperluas pertukaran pengetahuan, memperkuat kerja sama, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan matematika di tanah air.
Di sisi lain, penyelenggaraan kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Jawa Barat khususnya Bogor untuk memperkenalkan potensi daerah, termasuk kekayaan budaya dan pariwisata kepada komunitas internasional. Dengan demikian, AKSF Annual Meeting 2027 diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan matematika, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Indonesia kepada dunia.