Dalam upaya meningkatkan mutu dan kompetensi pendidik secara berkelanjutan, Yayasan Nurul Aulia menyelenggarakan Pelatihan Suprarasional bagi seluruh guru pada Selasa, 7 Juli 2026.  Pada kegiatan tersebut, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali dipercaya sebagai narasumber dengan menghadirkan Presiden Direktur KPM, Dr. H. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si.  Sebanyak 119 guru mengikuti pelatihan yang berlangsung di Yayasan Nurul Aulia, Cimahi, Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki karakter, mental, dan spiritual yang kuat sebagai bekal menghadapi dinamika dunia pendidikan.

Dalam pelatihan tersebut, Pak Ridwan menyampaikan tiga materi utama, yaitu "Menjadi Karyawan Allah", "Memaksimalkan Tabungan Jiwa", dan "Merencanakan Kesusahan".  Ketiga materi tersebut mengajak para guru untuk memaknai profesi pendidik sebagai amanah, membangun kebiasaan yang bernilai, serta memiliki kesiapan mental dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan maupun profesi.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan merefleksikan pengalaman mereka sebagai pendidik.  Melalui pendekatan suprarasional, peserta memperoleh perspektif baru tentang pentingnya menyelaraskan hati, panca indra dan akal dalam menjalankan tugas sebagai guru.

Kepala Bagian Pendidikan Yayasan Nurul Aulia, Indrawan Nugraha, mengungkapkan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh keyakinan bahwa guru merupakan jantung pendidikan.  Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga transfer nilai dan keteladanan.  Karena itu, guru perlu dibekali tidak hanya dengan kompetensi pedagogis, tetapi juga kecerdasan spiritual agar memiliki fondasi batin yang kuat dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan.

"Tujuan utamanya adalah mengubah paradigma dan mindset para pendidik kita.  Kami ingin menumbuhkan motivasi intrinsik, di mana mengajar tidak lagi dimaknai sebatas profesi, melainkan sebagai jalan ibadah dan pengabdian.  Melalui cara berpikir suprarasional, kami berharap para guru dapat mengelola emosi dengan lebih baik, meningkatkan keikhlasan, dan mampu mendidik anak-anak dengan penuh cinta serta energi positif," ujar Indrawan.

Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap materi yang sampaikan Pak Ridwan.

"Bapak Ridwan adalah pelopor yang membumikan konsep Suprarasional melalui Klinik Pendidikan MIPA.  Pendekatan Beliau sangat humanis, membumi, dan mudah diterima secara logis maupun psikologis, sehingga mampu menyentuh hati dan pikiran para guru," tambahnya.

Menurut Pak Indrawan, antusiasme peserta selama pelatihan sangat tinggi.  Banyak guru yang melakukan refleksi diri dan merasakan kembali makna profesi sebagai pendidik.

"Pelatihan ini menjadi semacam oase penyegar jiwa bagi kami semua.  Melihat para guru kembali bersemangat meluruskan niat dan memaknai setiap tantangan sebagai bagian dari proses pengabdian benar-benar menghidupkan kembali ruh pendidikan di yayasan kami," ungkapnya.


Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran di lingkungan Yayasan Nurul Aulia.  Dengan karakter yang semakin kuat dan semangat belajar yang terus tumbuh, para guru diharapkan mampu menghadirkan proses pendidikan yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Kepercayaan yang kembali diberikan kepada KPM menjadi bukti komitmen lembaga dalam mendampingi berbagai sekolah dan yayasan di Indonesia untuk mengembangkan kompetensi pendidik secara utuh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter dan spiritualitas.

Bagi sekolah, yayasan, maupun lembaga yang ingin mengundang Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sebagai narasumber pelatihan guru, motivasi siswa, atau mengikuti berbagai program pelatihan yang diselenggarakan KPM, silakan menghubungi narahubung berikut:

📞 Pelatihan Guru: 0821-1435-8620
📞 Pelatihan Siswa: 0851-4777-7663