Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki keteguhan spiritual melalui pertemuan orang tua siswa Kelas Khusus (KK) Berbakat Offline A, B, C dan orang tua siswa Kelas Reguler pada Minggu 08 Februari 2026. Agenda pertemuan orang tua siswa yang juga beriringan dengan Eliminasi Siswa KK Berbakat Offline A, B, C ini diselenggarakan di Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) Al Azhar Rawamangun, Jl. Sunan Giri No.7A, RT 12/RW 15, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung Jakarta Timur. Pertemuan orang tua siswa kali ini merupakan pertemuan kedua dalam Semester Genap Tahun Ajaran (TA) 2025/2026, yakni setelah empat kali pembelajaran tatap muka, setelah sebelumnya pertemuan pertama di awal semester.

Pada pertemuan kali ini, dihadiri oleh sebanyak 700 orang tua siswa Kelas Regular dan 400 orang tua siswa KK Berbakat Offline. Sesi 1 yang diperuntukkan bagi orang tua siswa Kelas Reguler dilaksanakan pada pukul 08.30 – 11.50 WIB. Kemudian dilanjutkan sesi 2 yang diperuntukkan bagi orang tua siswa KK dilaksanakan pada pukul 13.30 – 15.25 WIB. Adapun pembicara yang diundang pada kedua sesi pertemuan orang tua siswa adalah Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA, Dr. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si; General Manager Lomba dan Pelatihan Siswa KPM, Ardianto, S.T; serta General Manager KPM, Siti Khoerunnisa, S.E.

Dalam pertemuan tersebut, Pak Ridwan mengajak para orang tua siswa, baik yang baru ataupun yang lama, untuk lebih solid, akrab, dan saling berbagi pengalaman positif. Beliau juga menekankan pentingnya peningkatan Biaya Seikhlasnya, serta prinsip hukum tabur tuai, yakni perilaku baik kita akan kembali dalam bentuk kebaikan pula. Dilanjutkan pembicara kedua, yakni Pak Ardianto yang menyampaikan sosialisasi berbagai agenda lomba dan pelatihan siswa KPM di waktu mendatang, serta penjelasan khusus mengenai kegiatan IMSO (International Mathematics and Science Olympiad) yang akan diselenggarakan di Indonesia. Sementara itu, pembicara ketiga yakni Ibu Nisa menyampaikan penjelasan teknis mengenai kegiatan Pendidikan selama bulan suci Ramadhan serta sistem Eliminasi Siswa KK. Selain itu, Beliau mengedukasi bahwa konsep ‘Biaya Seikhlasnya’ bukan berarti seenaknya, melainkan wujud tanggung jawab bersama.

Dari pemaparan yang diberikan oleh para pembicara, orang tua siswa merasakan banyak mendapat pembelajaran. “Pertemuan hari ini memberikan banyak pembelajaran, khususnya dari Pak Ridwan yang selalu memberikan motivasi kepada orang tua dan siswa. Di antaranya adalah untuk meraih kesuksesan, kita harus selalu menanamkan kesuksesan dalam artian positif. Dan saya berharap kedua anak saya tetap bisa mengikuti pembelajaran di KPM dan memperbaiki kekurangan yang ada. Semoga KPM semakin sukses dan menjadi motor penggerak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Yogi Pebriansyah, orang tua siswa dari Imam Raya Asshidiq Amrullah kelas 7 Online dan Fahrezzi Prawira Amrullah kelas 5 Berbakat A. Hal yang senada diungkapkan oleh Dili Eko Setyawan, orang tua siswa dari Nabila Gania Alma kelas 9 Berbakat A dan Almira Taqiya Alma kelas 6 Berbakat C, “Pertemuan hari ini mengingatkan bahwa kecerdasan anak tidak hanya buah dari upaya anak saja, melainkan didukung oleh peran dan kepedulian dari orang tua dan guru. Semoga KPM semakin tersebar luas di Indonesia, karena kami sudah merasakan banyak manfaat dari KPM, di mana KPM bukan hanya mengajari anak-anak yang pintar Matematika, namun anak-anak yang takut Matematika hingga akhirnya mereka menyukai dan sukses di Matematika, berhasil dibina oleh KPM.”

Selepas pertemuan hari ini, Manager Pendidikan KPM Bogor, Fikri Fauzi, S.H, menyampaikan harapan terbesarnya yakni agar orang tua siswa semakin memahami visi misi KPM. “KPM tidak hanya berfokus mencerdaskan kecerdasan otak (akademik), tetapi juga mengasah otak di dada (akhlak), agar siswa memiliki perilaku mulia, serta senantiasa menghormati orang tua dan guru.”