Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi guru melalui penyelenggaraan Pelatihan Olimpiade Intensif Batch 4 mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bagi para guru Program Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM). Pelatihan ini menjadi rangkaian penutup dari program pelatihan berkelanjutan Gelombang 1 yang dirancang untuk memperkuat penguasaan materi, strategi penyelesaian soal, serta kesiapan guru dalam membina peserta didik menghadapi ajang olimpiade sains. Pelatihan diselenggarakan pada Selasa hingga Jumat, 3 – 6 Februari 2026 bertempat di Kantor Pusat Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dengan jumlah peserta sebanyak 19 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Provinsi Lampung.

Peningkatan kompetensi guru IPA menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan Program SUMM. Kompetensi terpenting guru IPA dalam menghadapi olimpiade sains saat ini adalah penguasaan konsep yang kuat, kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta strategi pemecahan soal olimpiade. Selain itu, guru juga perlu memiliki kekuatan mental dan spiritual, memperbanyak ibadah, bekerja dengan keikhlasan, kesabaran, dan niat mendidik sebagai bentuk pengabdian agar mampu membimbing siswa dengan konsisten dan penuh keberkahan.

Aspek kompetensi tersebut diperoleh dalam pembekalan pada program SUMM yang kelak digunakan untuk membimbing para siswa di sekolah masing-masing. Nurul Asyikin, pengajar Madrasah Mu’alimaat Muhammadiyah Yogyakarta, mengungkapkan manfaat yang didapatkan dari pelatihan pada Batch 4, “Materi yang paling saya rasakan manfaatnya adalah di sesi kegiatan praktikum sederhana yang dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami konsep-konsep dasar terutama dalam bidang Sains. Nantinya saya akan langsung menerapkan ilmu dan strategi yang didapat dari pelatihan ini. Dimulai dari seleksi sampai dengan pelatihan siswa agar para pengajar dapat berkontribusi langsung untuk kegiatan kompetisi di KPM baik tingkat nasional maupun internasional.” Sementara itu, Diana Asmayanti, M.Pd, pengajar dari SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Lampung mengemukakan harapan ke depannya agar bisa membangun kerjasama dengan KPM. “Selepas dari pelatihan ini,  saya akan berbagi ilmu yang sudah diperoleh kepada para siswa dan akan ada upgrading ke depannya. Setelah itu, saya ingin membangun kerjasama dengan KPM dan nantinya para siswa akan lebih banyak mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh KPM.”

Berdasarkan hasil kuesioner peserta, program ini memberikan manfaat yang sangat besar, antara lain peningkatan pemahaman strategi dan cara mengerjakan soal, penguatan motivasi kehidupan, serta tumbuhnya semangat berkompetisi dalam olimpiade dan pengembangan karakter lainnya. Dengan tingginya antusiasme dan respon positif dari para peserta, maka Program Pelatihan Olimpiade Intensif bagi para guru SUMM akan terus berlanjut. Selanjutnya akan dibuka Gelombang 2 dengan proses seleksi kembali, dan pada tahap berikutnya program ini juga akan dibuka untuk umum.

Untuk menjadi pengajar olimpiade memang tidak mudah dan penuh tantangan. Guru dituntut untuk terus belajar tanpa henti, siap berproses dalam waktu yang panjang, dan berkorban demi peningkatan kualitas diri. Banyak hal yang perlu dilalui yakni memperdalam ilmu, membeli dan mempelajari buku, mengikuti berbagai pelatihan, serta meluangkan waktu dan tenaga lebih. Namun semua proses itu adalah bagian dari perjuangan mulia seorang pendidik. General Manager Kaderisasi dan Pengembangan Jaringan KPM, Irvan Sanjaya, S.E mengemukakan pesan kepada para guru khususnya peserta program SUMM, “Tetaplah ikhlas, istiqomah, dan perbanyak ikhtiar serta ibadah. Karena dari kesungguhan inilah akan lahir guru-guru hebat yang mampu melahirkan generasi juara, bukan hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter.”