Setelah sukses menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Olimpiade Matematika, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali melanjutkan langkah strategisnya melalui ToT Olimpiade IPA tingkat SD dan SMP yang digelar pada 14–17 April 2026 di Kantor KPM Pusat, Bogor.
Kegiatan ini diikuti oleh 17 peserta yang terdiri dari guru dan pembina olimpiade dari berbagai daerah di Indonesia, Jawa Barat Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, hingga Kalimantan Timur. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan KPM dalam membangun ekosistem pembinaan olimpiade yang tidak hanya unggul di bidang matematika, tetapi juga berkembang kuat di bidang sains secara menyeluruh.
ToT Olimpiade IPA dirancang dengan pendekatan yang sistematis dan mendalam. Kegiatan diawali dengan Pre-test untuk memetakan kemampuan awal peserta, dilanjutkan dengan materi Strategi Pemecahan Masalah yang melatih pola pikir analitis dalam menyelesaikan soal olimpiade. Ciri khas pelatihan KPM juga hadir melalui sesi Cara Berpikir Suprarasional, yang menanamkan peran guru untuk mengajar dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, serta membangun “tabungan jiwa” dalam setiap proses pembelajaran.
Dalam aspek akademik, peserta mendapatkan pembekalan materi Fisika, Biologi, dan Kimia secara terstruktur, dengan penekanan pada analisis dan penerapan konsep. Pendekatan integratif melalui STREAM (Science, Technology, Religion, Engineering, Art, Mathematics) turut dihadirkan, disertai penguatan kemampuan pedagogis melalui sesi menyusun soal, microteaching, (praktik mengajar) dan praktikum. Selain itu, peserta juga dibekali materi Strategi Sukses Olimpiade sebagai bekal dalam membina siswa menuju kompetisi tingkat tinggi.
Suasana pelatihan semakin hidup melalui sesi tanya jawab dan sharing session, di mana para peserta berbagi pengalaman, tantangan, serta praktik terbaik dalam pembinaan olimpiade di daerah masing-masing.
Salah satu peserta, Reza Adinda Zarkasih, guru dari SD Islam Al Azhar 58 Balikpapan, Kalimantan Timur, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan ini.
“Banyak belajar hal-hal baru setelah mengikuti kegiatan ini, terutama saat sesi eksperimen dengan pendekatan STREAM. Selain itu, melalui sharing session saya jadi lebih memahami bahwa problem solving tidak hanya memiliki satu cara, tetapi bisa melalui berbagai pendekatan,” ujarnya.
Ia juga mengaku pengalaman pertamanya ke Bogor menjadi kesan tersendiri, termasuk saat merasakan padatnya perjalanan pada jam sibuk menggunakan KRL.
Peserta lainnya, Meutia Anissabrina Zhafirah dari RPM Narapuspitan Yogyakarta, Jawa Tengah, juga merasakan manfaat serupa. “Kebetulan kami di RPM Narapuspitan Yogyakarta baru merintis pada tahun ini, sehingga pelatihan ini sangat membantu dalam meningkatkan kapasitas kami sebagai mentor. Pendekatan KPM menurut saya cukup unik, terutama melalui konsep STREAM yang menghubungkan sains dengan kehidupan sehari-hari serta memberikan ruang refleksi yang lebih mendalam. Pelatihan ini juga dilengkapi microteaching, praktikum, dan eksperimen yang menambah wawasan serta kepercayaan diri kami,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, peserta yang telah mengikuti pelatihan ini berkesempatan untuk bergabung sebagai guru atau pelatih olimpiade di KPM, serta mendapatkan pembinaan lanjutan sesuai kebutuhan masing-masing.
Melalui ToT Olimpiade IPA ini, KPM menegaskan perannya sebagai pusat pembinaan olimpiade yang konsisten. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas peserta, tetapi juga mendorong kualitas pendidikan sains di Indonesia. Keberlanjutan antara ToT Matematika dan IPA menunjukkan bahwa penguatan kompetensi guru menjadi langkah strategis dalam melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing global.
Bagi Sahabat KPM yang ingin mengundang Tim KPM untuk pelatihan dan motivasi guru, serta mengikuti berbagai program pelatihan lainnya, bisa menghubungi kami melalui narahubung di 0821-1435-8620.