Oleh: Raden Ridwan Hasan Saputra
Sudah lama saya ingin menemukan rumus phytagoras di dalam Al Quran dan akhirnya alhamdulillah saya menemukannya. Ide dari penemuan rumus phytagoras atau tepatnya tripel phytagoras ini adalah ketika saya berdiskusi dengan seseorang di acara halal bihalal Yayasan Andi Hakim Nasoetion pada tanggal 5 April 2026. Beliau bercerita tentang bisnis yang tidak pernah merugi, kemudian Beliau menambahkan kalau di dalam Al Quran ada dalilnya yaitu di surat As Shaff ayat 10 – 12.
Setelah sampai rumah saya merenung, kenapa ketiga ayat tersebut berhubungan dengan bisnis yang tidak pernah merugi. Padahal kalau dibaca secara terjemahan, sepertinya tidak ada hubungan dengan bisnis yang biasa kita jalani. Sebelumnya saya sampaikan terjemahan dari surat As shaff ayat 10 – 12.
Wahai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang (dapat) menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (10) (Caranya) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (11) (Jika kamu beriman dan berjihad,) niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung. (12)
Saya sengaja
tebalkan surat As Shaff ayat 11 atau QS 61:11, karena 3 hal ini yaitu: kamu
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan
jiwamu. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Terus
terang awalnya saya sama sekali tidak paham hubungan 3 hal ini dengan bisnis,
tetapi setelah lama merenung, akhirnya saya menemukan ide yang menghubungkan
ayat ini dengan bisnis.
Seperti biasa, ingin saya sampaikan bahwa saya bukan ahli tafsir tetapi saya adalah orang yang suka utak-atik matematika. Sesuai dengan judul di atas, sebelumnya saya ingin menerangkan tentang tripel phytagoras. Berdasarkan berbagai literatur, tripel phytagoras adalah tiga bilangan bulat positif a, b dan c yang memenuhi teorema Pyhtagoras yaitu a2 + b2 = c2. Tripel Phytagoras primitif adalah tripel Phytagoras yang salah satu dari a, b dan c adalah bilangan koprima (yaitu bilangan yang tidak mempunyai faktor Persekutuan lebih besar dari 1). Sebagai contoh (3,4,5) adalah tripel phytagoras primitif, sedang (6,8,10) bukan. Berikut adalah contoh enam belas tripel Phytagoras primitif: (3,4,5) (5,12,13) (8,15,17) (7,24,25) (20,21,29) (12,35, 37) (9,40,41) (28,45,53) (11,60,61) (16,63,65) (33,56,65) (48,55,73) (13,84,85) (36,77,85) (39,80,89) (65, 72,97).
Sekarang mari kita kembali ke makna dari 3 hal di QS 61:11 berdasarkan dari berbagai sumber. Beriman kepada Allah adalah keyakinan yang mendalam terhadap keberadaan Allah dan segala sifat kesempurnaan-Nya. Keimanan ini mencakup tiga aspek utama yaitu membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan. Beriman kepada rasul berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT mengutus para rasul untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umat manusia. Sifat khusus rasul adalah menerima wahyu dari Allah untuk disampaikan kepada umatnya.
Terakhir berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa adalah sebagai berikut. Kata “jihad” berasal dari bahasa Arab yaitu jahada yang berarti bersungguh-sungguh, berjuang atau mengerahkan segenap kemampuan. Jihad bukan hanya tentang perang semata, melainkan tentang upaya keras yang dilakukan. Jadi makna berjihad di jalan Allah adalah perjuangan sungguh-sungguh dengan mengerahkan segenap kemampuan di jalan Allah SWT. Jihad di jalan Allah mempunyai berbagai dimensi diantaranya jihad melawan hawa nafsu, jihad dalam ilmu, jihad dalam ekonomi, jihad dalam dakwah, jihad dalam politik dan jihad dalam perang.
Setelah memahami 3 makna tersebut, saya mulai membayangkan sebuah diagram koordinat kartesius (x,y) dengan titik pusat O (0,0). Kemudian saya membayangkan Iman kepada Allah adalah aktivitas yang saya posisikan di sumbu Y, karena aktivitas kepada Allah adalah hubungannya vertikal. Sementara itu, berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa adalah aktivitas yang saya posisikan di sumbu X, karena aktivitas antar manusia hubungannya horisontal. Sedangkan beriman kepada rasul saya posisikan sebagai garis yang menghubungkan titik sumbu Y dan titik sumbu X karena rasul sebagai penerima wahyu dari Allah untuk disampaikan kepada manusia. suatu perdagangan yang (dapat) menyelamatkan kamu dari azab yang pedih, saya bayangkan sebagai luasan yang ada di dalam bangun segitiga tersebut. Sehingga bentuk gambarnya adalah sebagai berikut:

Gambar tersebut bisa dimaknai jika manusia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya maka manusia pasti akan selamat dari azab yang pedih. Tiga hal tersebut harus terhubung dan tidak boleh terputus atau hilang salah satu, supaya bentuk bangunnya sempurna. Jika manusia semakin beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan semakin besar pengorbanannya dalam berjihad di jalan Allah, maka manusia tersebut akan semakin jauh dari azab yang pedih.
Melihat gambar ini saya mencoba memberi makna lain yang berhubungan dengan bisnis. Saya menganggap sumbu Y beriman kepada Allah bisa dimaknai dalam bisnis kita harus yakin kepada yang gaib, diantara bentuk keyakinan kepada yang gaib adalah mendirikan sholat dan berinfak di jalan Allah. Jadi dalam menjalankan bisnis, jangan lupa salat dan berinfak. Kemudian sumbu X sebagai berjihad di jalan Allah bisa dimaknai dalam berbisnis kita harus bersungguh-sungguh dan mencurahkan tenaga pikiran sesuai keahlian. Saya berpikir berbisnislah dimulai dari keahlian yang kita miliki dan didukung oleh tim ahli yang sungguh-sungguh juga dalam bekerja. Garis miring sebagai beriman kepada rasul bisa dimaknai, dalam bisnis kita punya struktur managemen dan panduan atau SOP. Saya memaknai seorang pebisnis harus punya tim managemen yang orang-orang di dalamnya memiliki karakter rasul yaitu (sidiq, amanah, tablig dan fathonah) serta berbisnis harus mempunyai panduan. Menurut saya panduan yang terbaik adalah kitab Allah. Jika hal-hal yang saya sampaikan ini dilakukan, Insya Allah bisnis kita tidak akan merugi, setuju kan?
Sekarang mari kita kembali ke judul, dimana nilai tripel phytagorasnya? Baik akan saya jelaskan. Setelah memaknai ayat QS 61:11 sebagai sebuah bentuk segitiga, maka saya mencoba untuk menghubungkan apakah bilangan pada QS 61:11 ada hubungannya dengan segitiga. Mari kita coba hubungkan bilangan 61 dan 11 dengan segitiga. Jika kita gunakan rumus phytagoras 612 – 112 = 3721 – 121 = 3600. Akar dari 3600 adalah 60. Jadi bilangan pada QS 61:11 membentuk tripel Phytagoras 112 + 602 = 612 atau bilangan 11 dan 61 adalah bagian dari bilangan yang membentuk segitiga tripel phytagoras. (nilai ini ada dalam daftar tripel phytagoras primitf). Dari pembahasan saya tentang makna QS 61:11 yang membentuk bangun segitiga siku-siku, ternyata sangat relevan dengan bilangan pada ayat ini yang membentuk tripel phytagoras.
Bisa jadi tulisan saya ini akan menjadi bahan perdebatan, karena terkesan mengada-ada, tapi bagi saya tulisan ini semakin membuat saya cinta kepada Al Quran dan semakin memotivasi saya untuk mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Bogor, 16 April 2026
Raden
Ridwan Hasan Saputra
Presdir
Klinik Pendidikan MIPA
Motivator
suprarasional
Kaprodi
Pendidikan Matematika FKIP UIKA Bogor
HP:
0812-8034-1100
Email:
prmipa@yahoo.com