Pelatihan Olimpiade Intensif untuk Guru Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM) Batch 1 (Mata Pelajaran Matematika Tingkat SD/MI) selama 4 hari 3 malam telah sukses diselenggarakan pada Selasa s.d Jumat, 13 – 16 Januari 2026, bertempat di Kantor Pusat Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Laladon Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda strategis Program Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM) yang dilaksanakan secara periodik sesuai dengan tahapan pembinaan olimpiade yang telah direncanakan. Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penguasaan materi olimpiade MIPA dan menyelaraskan strategi pembinaan agar mampu mencetak siswa juara di ajang nasional maupun internasional.

Tercatat sebanyak 24 Guru SUMM pada batch 1 ini yang telah lolos seleksi Program SUMM berasal dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta Lampung. Peserta diberi pembekalan sebanyak 15 sesi materi mencakup pre-test dan post-test, materi olimpiade (Bab Bilangan, Aljabar, Geometri dan Kombinatorika), permainan Matematika, games dan eksplorasi Matematika, Strategi Sukses Olimpiade (SSO) dan pengenalan Jaringan KPM, serta materi Suprarasional yang disampaikan langsung oleh Presiden Direktur KPM Dr. Ir. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si.

Setiap sesi materi yang dibawakan meninggalkan kesan tersendiri bagi para peserta. Ria Pusvita Sari, M.Pd pengajar dari SD Muhammadiyah Manyar Gresik yang juga ditunjuk sebagai Satuan Tugas (Satgas) Program SUMM mengungkapkan kesannya terkait pelatihan ini. “Secara keseluruhan, acara ini sangat bermanfaat. Selalu ada insight baru dari materi yang saya dapatkan di sini, walaupun saya sudah beberapa kali mengikuti pelatihan KPM. Dan yang terpenting adalah sesi materi Suprarasional yang dibawakan oleh Pak Ridwan karena benar-benar menuntun bagaimana cara kita beribadah di dunia, yang mana hal tersebut saya rasakan relevan dengan apa yang sudah diajarkan oleh K.H Ahmad Dahlan di persyarikatan Muhammadiyah.” Lebih lanjut beliau menyampaikan harapan setelah mendapat pembekalan di KPM, khususnya bagi guru-guru di Madrasah Muhammadiyah Gresik agar kemampuan dari segi matematikanya secara konsep terkawal dengan baik, sehingga pada saat mengajar matematika di sekolah tidak ada kesalahan konsep. Dan harapannya bagi para siswa pembinaan KMS di SD Muhammadiyah Manyar, nantinya mereka akan semakin paham saat menyelesaikan soal-soal olimpiade matematika.

Sementara itu, Kurnia Priabudi, S.Pd SDIT Muhammadiyah Truko, Kendal juga menyampaikan kesan yang positif terhadap keseluruhan acara mulai dari hangatnya penyambutan oleh panitia, para mentor yang membuka wawasan dan membuat penyampaian materi menjadi lebih mudah diterima, serta tips dan trik yang diberikan terkait pengerjaan soal-soal olimpiade matematika dengan cara yang lebih kreatif (banyak alternatif cara pengerjaan). “Untuk ke depannya, kami ingin membuka Sekolah Centre yang bisa menampung para siswa, bukan hanya dari sekolah sendiri, melainkan juga dari sekolah lain. Selain itu juga bisa menampung para siswa yang tidak mampu atau putus sekolah, karena menggunakan sistem pembayaran biaya seikhlasnya,” ujarnya lebih lanjut.

Harapan dan target ke depannya tentu saja tidak hanya datang dari para peserta pelatihan, melainkan juga panitia. General Manager Kaderisasi dan Pengembangan Jaringan KPM, Irvan Sanjaya, S.E menyampaikan target setelah pelatihan ini adalah tersusunnya kontingen olimpiade Muhammadiyah yang solid, meningkatnya skor kompetensi guru dalam membimbing siswa, serta kesiapan penuh para peserta untuk meraih prestasi maksimal di ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO), Olimpiade Sains Nasional (OSN), dan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). “Wujudkan generasi berkemajuan yang unggul di bidang sains! Mari bersama-sama kuasai dunia melalui prestasi MIPA di Program SUMM Batch 2. Saatnya guru hebat melahirkan siswa juara!" tutup Pak Sanjay.