Oleh: Raden Ridwan Hasan Saputra
KPM
merupakan lembaga pendidikan dengan bayaran seikhlasnya (informasi hal ini bisa
dibaca di Buku “Orang Bogor yang mendunia dengan keropak”) mengalami perubahan
nama kepanjangan. Perubahan kepanjangan KPM dari Klinik Pendidikan MIPA menjadi
Klinik Pendidikan Manusia kami sampaikan secara langsung pada saat pertemuan
orang tua kelas khusus KPM pada tanggal 9 Agustus 2026 di Jakarta. Sebenarnya
nama Klinik Pendidikan Manusia akhir-akhir ini sudah sering kami sampaikan di
beberapa diskusi dan ceramah, tetapi kami belum berani secara tegas
menyampaikan ini di depan publik, karena akan ada beberapa konsekuensi yang
harus kami lakukan ketika KPM menyandang nama Klinik Pendidikan Manusia. Beberapa
konsekuensi ini bukanlah hal-hal yang sederhana dan tanpa resiko, sebab tujuan
KPM yang membangun generasi beriman, bertakwa, berakhlak mulia dan berilmu
sudah mengalami perluasan. Generasi yang dimaksud ini bukan hanya murid-murid
KPM yang biasa belajar matematika dan IPA tetapi juga orang-orang di lingkungan
sekitar KPM, selagi mereka masih bernama manusia. Supaya tujuan tersebut bisa
tercapai, kami berkeyakinan manusia tersebut harus cerdas otak di dadanya atau
harus mempunyai “Cara Berpikir Suprarasional” (bukunya sudah terbit).
Salah satu konsekuensi dari perubahan ini dan supaya
manusia bisa cerdas otak di dadanya atau bisa berpikir suprarasional adalah kami
harus lebih fokus mengajak para murid KPM yang muslim untuk melaksanakan 7
sunnah harian plus (sholat berjamaah, sholat Tahajud, sholat Duha, membaca Al
Quran, dzikir dan sholawat, sedekah, menjaga wudhu plus puasa sunah) dalam
rangka membangun generasi yang beriman dan bertakwa. Konsekuensi lain adalah
kami pun harus lebih fokus mengamalkan 7 sunnah. Kemudian mengajak keluarga,
karyawan KPM, guru KPM, orang tua siswa KPM dan mitra KPM untuk mengamalkan 7
sunnah. Terus terang ini bukan konsekuensi yang mudah tetapi harus kami
lakukan, karena sekarang sudah tidak ada lagi pilihan untuk mundur kembali setelah
nama KPM menjadi Klinik Pendidikan Manusia.
Walaupun
mulai hari ini KPM lebih mengutamakan 7 sunnah daripada pembelajaran matematika
dan IPA, tapi kami akan membuat murid-murid KPM lebih giat belajar matematika
dan IPA. Saat ini waktu belajar matematika dan IPA di KPM semakin bertambah,
selain tiap Sabtu harus belajar di kelas khusus berbakat A, B dan C, dalam
jangka waktu satu minggu murid-murid kelas khusus KPM sangat disarankan belajar
di kelas OSN, KPLI, kelas Istiqomah, test eliminasi, tryout bulanan, bahkan
dalam waktu tertentu harus belajar dengan menginap di KPM. Semua aktivitas
belajar ini tidak untuk menjadikan para murid KPM menjadi juara olimpiade tetapi
untuk menambah tabungan jiwa sehingga akan membentuk mereka menjadi orang-orang
berakhlak mulia dan berilmu (penjelasan tentang tabungan jiwa ada di buku
“Karakter Suprarasional). Bonus dari aktivitas ini murid-murid KPM jadi pekerja
keras dan pekerja cerdas, jujur, punya jiwa pantang menyerah, bisa
berkolaborasi, disiplin, tekun, toleransi, ramah, kreatif, empati, rendah hati,
dan bertanggungjawab.
Guna
mencapai tujuan KPM dan bonusnya tentu memerlukan proses dan dukungan orangtua.
Untuk memfasilitasi dukungan orangtua murid KPM, KPM membuat program Sekolah
Tinggi Tinggi Sekali (STTS). Bentuk program STTS ini adalah orang tua murid KPM
diberi kesempatan untuk berbagi pengetahuan dalam rangka memperbesar dukungan
kepada KPM dan saling menguatkan sesama orang tua untuk sabar menjalani proses
di KPM. Program STTS ini Insya Allah akan dilaksanakan setiap satu bulan sekali
saat pertemuan orang tua siswa bulanan. KPM pun akan membuat program parenting
suprarasional agar orang tua mendukung putra-putrinya dalam pendidikan KPM
dengan sudut pandang suprarasional.
Jika
ada pertanyaan, bagaimana dengan anak-anak yang tidak berbakat dalam bidang
matematika dan IPA. Jawabannya adalah KPM pusat dan jaringan KPM telah mengadakan
kelas reguler untuk matematika dan IPA.
Kemudian mulai membuat kelas komunitas seperti kelas bahasa inggris,
bahasa jepang, bahasa arab, bahasa daerah, pencak silat, berenang, panahan,
robotika dll. Kelas komunitas ini akan membuka peluang banyak anak-anak bisa
belajar di KPM. Kelas komunitas ini nanti akan memiliki kelas-kelas khusus
sehingga tiap kelas komunitas ini akan memiliki prestasi-prestasi yang
membanggakan sesuai bidangnya. Contoh kelas komunitas yang menorehkan prestasi
adalah kelas panahan yang diselenggarakan KPM cabang depok. Prestasi-prestasi
yang diraih sebaiknya diniatkan untuk mendapatkan ridho Allah bukan untuk jalur
prestasi agar bisa masuk ke sekolah favorit tanpa test. Bagi kami belajar ilmu
untuk mendapatkan Jalur Prestasi adalah bentuk merendahkan ilmu itu sendiri. KPM
akan selalu mengingatkan para muridnya kalau belajar di KPM untuk menjadi
generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia dan berilmu.
Jika
ada pertanyaan, bagaimana perhatian KPM terhadap guru dan para mahasiswa?
Jawabannya adalah KPM sudah membuat program Akademi Guru Bangsa Manusia (AGBM).
Bentuk kegiatan AGBM adalah KPM mengadakan pelatihan guru matematika dan IPA
tiap minggu secara online dengan bayaran seikhlasnya. AGBM ini jadi sarana KPM
untuk mengajak para guru untuk menjadi orang yang beriman, bertakwa, berakhlak
mulia dan berilmu. Sedangkan untuk mahasiswa, KPM sudah mengadakan program
beasiswa. KPM pun akan mengadakan Program Read1 Institute yaitu program yang
membuat lulusan SMA dari keluarga tidak mampu bisa berkuliah dan berpenghasilan
sendiri pada saat kuliah dengan bekerja di KPM atau jaringan KPM. Para
mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dan mengikuti program Read1 Institute ini
akan diajak untuk menjadi mahasiswa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia dan
berilmu.
Demikianlah
program dari Klinik Pendidikan Manusia yang sudah dan yang akan dilakukan. Sebenarnya
kami tidak tahu apakah dengan perubahan ini KPM jadi banyak peminat atau tidak,
tetapi kami berkeyakinan perubahan ini akan membuat orang-orang yang belajar di
KPM menjadi manusia pembelajar yang akan menjadi manusia seutuhnya (hati, akal
dan panca inderanya terasah) atau dalam istilah kami adalah manusia
suprarasional (buku “Manusia Suprarasional” sudah diterbitkan). Kami berkeyakinan
manusia suprarasional itu tidak bisa digantikan AI. Kami berkeyakinan manusia-manusia
suprarasional itu yang akan menjadi manusia-manusia yang memberi manfaat bagi
sesama yang akan diamanahi Allah untuk menata bumi. Kami berkeyakinan pula
manusia suprarasional ini akan sukses dan selamat dunia akhirat.
Kami menyadari program ini masih banyak kekurangan, tapi kami tak mau menunggu konsepnya sempurna dulu baru perubahan ini dijalankan. Bagi kami lebih baik berjalan terlebih dahulu, sambil memperbaiki kekurangan yang terjadi. Bagi yang ingin mendukung perubahan ini, silakan menyampaikan dukungan, saran, dan masukan melalui formulir berikut: https://forms.gle/u7CuFbNnRgDuA1AP9
Bogor,
10 Agustus 2026
Raden
Ridwan Hasan Saputra
Pendiri Klinik Pendidikan Manusa