Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-8 kembali digelar secara serentak pada Minggu, 23 Agustus 2026, di berbagai wilayah Indonesia.  Ajang kompetisi sains yang diikuti peserta mulai dari kelas 2 SD hingga kelas 12 SMA ini mencatat peningkatan jumlah peserta yang signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Pada KSNR-8 tahun ini, tercatat sebanyak 65.252 peserta mengikuti babak penyisihan, terdiri atas 64.360 peserta secara offline dan 892 peserta secara online.  Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan KSNR-7 yang diikuti 42.056 peserta.  Dengan demikian, jumlah peserta KSNR meningkat lebih dari 23 ribu peserta dalam satu tahun.

“Kami ingin menyebarkan KSNR ini seluas-luasnya sehingga tidak ada kendala bagi peserta yang berada di wilayah yang belum memiliki Penanggung Jawab (PJ) Lomba atau cabang KPM.  Karena itu, pelaksanaan secara online tetap kami buka untuk siswa yang berada di wilayah tersebut,” ungkap Tri Jumsari, S.Kom., selaku Manager Lomba KPM.

Peningkatan peserta juga dirasakan secara langsung di berbagai daerah. Salah satunya di Ponorogo, Jawa Timur.  Kris Biantoro, M.Pd., selaku Penanggung Jawab (PJ) Lomba wilayah Ponorogo, menyampaikan bahwa jumlah peserta di wilayahnya mengalami peningkatan cukup tinggi.

“Di wilayah Ponorogo mengalami kenaikan peserta yang tinggi.  Dimulai dari Asesmen Sains yang diikuti lebih dari 11 ribu peserta, naik sekitar 3 ribu dari tahun kemarin.  Di babak penyisihan, tahun lalu berada di angka 2.500-an peserta, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 3.400-an peserta.  Sekolah selalu antusias untuk mengikutsertakan siswanya dalam lomba-lomba yang dilaksanakan oleh KPM.  Banyak orang tua yang melihat manfaat besar dalam mengikuti kompetisi ini.  Selain meningkatkan minat belajar anak-anak, kompetisi ini juga dinilai dapat melawan kecenderungan anak bermain HP,” ujar Pak Kris.

Antusiasme terhadap KSNR juga datang dari para orang tua.  Fikri Muhammad, orang tua dari Fatimah Ahsanul Inayah, siswa kelas 8 SMP Baiturrahman, dan Umar Haikal Hafidul Roja, siswa kelas 4 SD Baiturrahman, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, melihat KSNR sebagai sarana bagi anak untuk mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda.

Menurut Pak Fikri, keikutsertaan dalam KSNR bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal soal, konsep, dan tantangan baru yang mungkin belum diperoleh di sekolah.

“Kami mendaftarkan anak di KSNR untuk mencoba soal, konsep, dan tantangan baru, sekaligus mengenalkan konsep seikhlasnya, bukan berarti seadanya.  Saya tahu tingkat soal KSNR cukup sulit dan ada materi yang belum didapatkan di sekolah, sehingga kami berusaha mempersiapkan anak berdasarkan silabus agar hasilnya maksimal.  Mudah-mudahan setelah mengikuti KSNR, anak semakin bertambah imannya dan semakin semangat belajar.  Ada lomba yang seikhlasnya, tetapi sangat memberikan manfaat untuk banyak orang tua,” ujar Pak Fikri.

Antusiasme peserta dari berbagai daerah juga menjadi gambaran semakin luasnya jangkauan KSNR. Salah satunya Nathaneil Hartono, peserta level 7–8 dari SMP Katolik Rajawali Makassar, Sulawesi Selatan.

Nathaneil mengaku materi gelombang suara menjadi salah satu bagian yang paling menantang.  Untuk mempersiapkan diri, ia mengerjakan tryout dan mempelajari materi OSN IPA SMP.

“Materi yang paling menantang adalah gelombang suara.  Saya mempersiapkan diri dengan berpikir kritis, mengerjakan tryout, dan belajar materi OSN IPA SMP.  Tidak ada kendala selama mengikuti KSNR, dan saya cukup yakin bisa lolos karena merasa beberapa soal saya jawab dengan benar,” ujar Nathaneil.

Pengalaman Nathaneil menjadi salah satu gambaran bahwa KSNR telah menjangkau siswa dari berbagai daerah di Indonesia.  Bagi peserta, menghadapi soal-soal yang menantang bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga menjadi pengalaman untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan keberanian dalam menghadapi tantangan.

Dengan semakin luasnya jangkauan dan meningkatnya jumlah peserta, KSNR-8 menjadi ruang bagi siswa Indonesia untuk berani mencoba, menghadapi tantangan baru, melatih kemampuan berpikir, dan terus mengembangkan potensi terbaiknya.

Ke depan, KPM berharap jumlah peserta KSNR dapat terus bertambah pada penyelenggaraan KSNR-9.  Setelah seluruh rangkaian KSNR-8 selesai dilaksanakan, kompetisi ini juga direncanakan untuk kembali didaftarkan dalam proses kurasi, sebagaimana KSNR-7 yang telah berhasil terkurasi.

Bagi siswa yang mengalami kesulitan melakukan pendaftaran secara mandiri, KPM menyarankan untuk mengikuti Asesmen Sains terlebih dahulu melalui sekolah.  Sekolah yang mengikuti Asesmen Sains akan mendapatkan prioritas untuk mengikuti KSNR.

Sementara itu, peserta KSNR-8 dapat menantikan pengumuman babak penyisihan pada Jumat, 11 September 2026 melalui akun Instagram resmi @kpmseikhlasnya https://www.instagram.com/kpmseikhlasnya/

KPM akan kembali menghadirkan Kompetisi International Kangaroo Science Contest (IKSC) pada tanggal 30 Oktober 2026! 

Yuk bersiap untuk petualangan sains berikutnya!
Pantau terus informasi selengkapnya dan bersiap menjadi bagian dari kompetisi sains internasional bersama KPM!