Guru itu sesungguhnya orang yang bekerja kepada Allah atau guru itu adalah karyawan Allah, karena tugasnya adalah mengajarkan ilmu yang datangnya dari Allah. Sependek yang saya tahu “Ilmu itu adalah cahaya”, karena ilmu itu adalah cahaya dan cahaya itu disimpannya di hati guru, oleh karena itu seorang guru harus mempunyai hati yang bersih agar cahaya itu tetap terang di hatinya. Hati yang bersih itu dihasilkan dari niat yang bersih yaitu untuk mendapatkan ridho Allah bukan untuk uang atau gaji dalam mendidik dan mengajar. Agar ilmu itu bisa sampai ke hati para muridnya dengan baik, maka guru harus bisa menggunakan berbagai pengetahuan atau berbagai metode, sebab setiap murid mempunyai minat, bakat, dan kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu guru harus selalu menggunakan otaknya untuk belajar atau tidak pernah berhenti belajar sehingga menjadi guru yang profesional. “Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan sempurna/profesional (itqan). “(HR:  al-Tabarani dan al-Bayhaqi)

Guru yang hatinya bersih dan otaknya  terus digunakan untuk belajar (profesional) insya Allah akan menjadi karyawan Allah, tentunya Allah yang Maha Kaya pasti akan menjamin hidup karyawan-NYA. Jaminan Allah kepada guru kategori di atas bukan sampai pensiun tetapi sampai meninggal dunia, artinya setelah guru tersebut pensiun di sekolah, guru tersebut akan tetap dibutuhkan umat untuk mendidik dan mengajar, artinya tidak ada kata pensiun untuk guru yang menjadi karyawan Allah. Hal yang paling membahagiakan adalah jaminan di akhirat  berupa pahala yang berasal dari amal sholeh mendidik dan mengajar.

Memperbaiki kesejahteraan guru bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas guru itu sendiri. Sebab pendidikan nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua elemen masyarakat diantaranya guru-guru yang sudah berkomitmen untuk turut serta dalam bidang pendidikan. Di tengah keterbatasan pemerintah dalam hal mensejahterakan guru, mari para guru Indonesia jadilah guru yang menjadi karyawan Allah.

 

Selamat Hari Guru!

Bogor, 24 November 2025

Raden Ridwan Hasan Saputra