Depok, Jawa Barat — Setelah resmi dibuka di Indonesia, International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 memasuki rangkaian kompetisi utama pada 4–5 Oktober 2026. Para siswa dari 23 negara akan menghadapi berbagai tantangan Matematika dan Sains yang menguji penguasaan konsep, kemampuan bernalar, pemecahan masalah, hingga penerapan pengetahuan melalui eksperimen.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti sejumlah tahapan kompetisi yang mencakup Teori I, Teori II, Eksplorasi Matematika, dan Eksperimen Sains. Setiap tahapan dirancang dengan karakter soal yang berbeda untuk mengukur kemampuan peserta secara lebih menyeluruh.
Pada bidang Matematika, peserta mengawali kompetisi melalui Teori I dengan 25 soal isian singkat yang harus diselesaikan dalam waktu 60 menit. Selanjutnya, peserta menghadapi Teori II yang terdiri atas 13 soal uraian dengan waktu pengerjaan 90 menit.
Tidak berhenti pada kemampuan menyelesaikan soal, peserta Matematika juga menghadapi Eksplorasi selama 120 menit. Permasalahan bertingkat dalam sesi ini menuntut peserta menggunakan logika, melakukan analisis, menemukan strategi penyelesaian, serta menerapkan kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Sementara itu, kompetisi bidang Sains dimulai dengan Teori I yang terdiri atas 30 soal pilihan ganda selama 60 menit. Pada Teori II, peserta mengerjakan sembilan soal uraian bertingkat dengan waktu 90 menit.
Kemampuan menerapkan pengetahuan secara langsung kemudian diuji melalui Eksperimen Sains selama 120 menit. Peserta akan menghadapi dua eksperimen yang mengharuskan mereka memahami konsep, melakukan pembuktian melalui praktik, serta merancang penyelesaian menggunakan alat dan bahan yang tersedia sesuai arahan soal.
Bagi delegasi Indonesia, kompetisi IMSO-23 menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan setelah melalui rangkaian seleksi, pembinaan, hingga karantina. Delegasi Indonesia diharapkan dapat memberikan hasil terbaik dengan meraih Medali Emas, Perak, maupun Perunggu. Namun, capaian tersebut tetap bergantung pada hasil kompetisi dan ketatnya persaingan dengan peserta berprestasi dari 23 negara. Para siswa diharapkan dapat memberikan kemampuan terbaik, berjuang secara maksimal, sekaligus memperoleh pengalaman berharga melalui kompetisi Matematika dan Sains tingkat internasional.
Selain menjadi ajang kompetisi, IMSO-23 juga membuka peluang akademik bagi peserta berprestasi. Peraih Medali Emas dan Medali Perak berkesempatan mendapatkan beasiswa di NUS Junior High School, Singapura. Kesempatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk melanjutkan pengembangan pendidikan di tingkat internasional.
Rangkaian penilaian IMSO-23 juga mencakup penghargaan Best Theory, Best Exploration/Experiment, dan Best Overall. Best Theory diberikan berdasarkan hasil tes teori, sementara Best Exploration/Experiment ditentukan dari hasil sesi Eksplorasi Matematika atau Eksperimen Sains. Adapun Best Overall ditentukan berdasarkan akumulasi nilai yang diperoleh peserta dari seluruh komponen kompetisi.
Setelah menyelesaikan seluruh tahapan kompetisi, para peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya hingga Awarding & Closing Ceremony pada 6 Oktober 2026, yang menjadi puncak penyelenggaraan IMSO-23.
Melalui perpaduan tes teori, eksplorasi, eksperimen, dan rangkaian kegiatan internasional lainnya, IMSO-23 tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan akademik. Kompetisi ini juga menjadi ruang bagi siswa dari berbagai negara untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, penalaran, dan pemecahan masalah, sekaligus memperoleh pengalaman dan membangun persahabatan lintas negara.