Klinik Pendidikan MIPA kembali menyelenggarakan Pembinaan Intensif OSN-K 2026 Batch 2 tingkat SMP sebagai wadah persiapan bagi siswa-siswa terbaik Indonesia dalam menghadapi ajang Olimpiade Sains Nasional Kabupaten/Kota (OSN-K) 2026. Program pembinaan ini dilaksanakan pada 12–15 Mei 2026 di SMP-SMA Insan Cendekia Boarding School (ICBS), Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh total 64 peserta tingkat SMP yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta terdiri dari 41 siswa bidang Matematika dan 23 siswa bidang IPA yang memiliki semangat tinggi untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi seleksi OSN-K 2026.
Selama 4 hari 3 malam pelaksanaan, peserta mendapatkan pembinaan intensif yang difokuskan pada pendalaman materi Matematika dan IPA, penguatan konsep dasar, pembahasan soal-soal olimpiade, serta strategi penyelesaian soal secara efektif dan sistematis. Materi yang diberikan disusun secara bertahap agar peserta mampu memahami konsep secara mendalam sekaligus meningkatkan kemampuan analisis dan kecepatan dalam mengerjakan soal.
KPM juga memberikan berbagai latihan soal dengan tingkat kesulitan bertahap yang disesuaikan dengan karakteristik soal OSN. Melalui metode tersebut, peserta diharapkan mampu mengenali pola soal, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun mental kompetitif dalam menghadapi ajang olimpiade sains.
Tidak hanya berfokus pada pembinaan akademik, kegiatan ini juga menanamkan pembiasaan karakter dan spiritual kepada peserta. Selama program berlangsung, peserta dibiasakan menjalankan shalat tahajud, shalat dhuha, dan shalat wajib berjamaah sebagai bagian dari pembentukan kedisiplinan dan penguatan spiritual. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ciri khas pembinaan KPM yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter positif peserta.
Selain kegiatan pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti simulasi olimpiade berupa pre-test dan post-test untuk mengukur perkembangan kemampuan mereka selama mengikuti pembinaan. Melalui evaluasi tersebut, peserta dapat mengetahui peningkatan pemahaman materi sekaligus memperbaiki kekurangan yang masih dimiliki sebelum menghadapi kompetisi sebenarnya.
Metode pembelajaran yang diterapkan oleh KPM mengedepankan pendekatan interaktif melalui diskusi, latihan intensif, pembahasan soal olimpiade, serta pendampingan langsung kepada peserta. Dengan metode tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mampu menghafal rumus, tetapi juga memahami konsep dan menerapkannya secara tepat dalam menyelesaikan berbagai tipe soal olimpiade.
Ardianto, S.T., General Manager Pelatihan Siswa dan Lomba KPM, menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan program pembinaan ini.
“Kami berharap peserta dapat menjadi lebih mandiri dalam belajar, terbiasa menjaga ibadah sunnah dan berkedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi OSN-K 2026. Selain itu, diharapkan pembinaan ini dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk terus berkembang dan meraih prestasi di bidang akademik,” ujarnya.
Salah satu peserta, Brahmantyo Hanggono Putro, siswa kelas 7 dari SMP Pakar Belia Islamic Boarding School, Bandung, Jawa Barat, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama mengikuti pembinaan intensif ini.
“Selama mengikuti pembinaan intensif ini saya jadi tahu bagaimana trik-trik mengerjakan soal lebih cepat dan benar. Saya juga bertemu teman-teman yang sudah berpengalaman mengikuti lomba. Yang paling terasa itu kemampuan saya jadi lebih cepat mengerjakan soal. Target saya ingin menjadi medalis OSN,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Arya Wisesha Putra Sukmana, siswa kelas 7 dari MTsN 32 Jakarta, Jakarta Timur, DKI Jakarta. Ia merasa pembinaan yang diberikan sangat membantu meningkatkan rasa percaya dirinya dalam menghadapi olimpiade.
“Pengalaman saya selama di sini sangat berpengaruh dan dipermudah lagi saat belajar bersama guru-guru KPM. Saya menjadi lebih percaya diri karena diberikan modul, tes, dan materi lainnya. Awalnya saat pre-test saya masih ragu-ragu, tetapi setelah post-test saya menjadi lebih yakin dengan jawaban saya. Saya berharap bisa sampai ke final OSN. Menurut saya, pembimbing di sini sangat profesional karena saat membahas soal mereka juga menjelaskan materi yang berkaitan dengan soal tersebut,” tuturnya.
Selain pembinaan tingkat SMP, KPM juga akan menyelenggarakan Pembinaan Intensif OSN-K tingkat SD yang akan dilaksanakan pada 19–22 Mei 2026.
Selain itu, KPM juga membuka kesempatan bagi siswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti Program Pembinaan Intensif OSN Tingkat Kota/Kabupaten Batch 2 secara online selama empat hari, yang akan dilaksanakan pada 25–26 Mei 2026 dan 28–29 Mei 2026. Program ini memungkinkan peserta untuk tetap mendapatkan pembinaan olimpiade secara intensif bersama para pembimbing KPM meskipun dilaksanakan secara daring.
Pendaftaran program dapat dilakukan melalui https://kpm.read1institute.org
(Menu Pelatihan Online). Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0851-4777-7663.
Melalui berbagai program pembinaan ini, KPM berharap para peserta semakin siap menghadapi kompetisi OSN serta mampu mengembangkan potensi akademik, karakter positif, kedisiplinan, dan semangat belajar yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga diharapkan dapat menjadi sarana lahirnya generasi berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia di bidang sains dan matematika.