Klinik Pendidikan MIPA terus memperluas kontribusinya di dunia pendidikan dengan menyelenggarakan Kompetisi Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia (KIPSI) 2026. Kompetisi bidang IPS perdana yang diselenggarakan KPM ini berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026 secara hybrid, yaitu online dan offline, dengan peserta dari jenjang kelas 4–6 SD/MI serta kelas 7–9 SMP/MTs.

Tercatat sebanyak 664 peserta mengikuti kompetisi ini, dengan 506 peserta mengikuti perlombaan secara online dan 158 peserta mengikuti secara offline. Pelaksanaan secara hybrid memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta dari berbagai wilayah untuk tetap dapat mengikuti kompetisi tanpa terbatas jarak dan lokasi.

Pelaksanaan KIPSI menjadi langkah baru bagi KPM dalam mengembangkan bidang kompetisi akademik. Selama ini, KPM dikenal luas melalui berbagai program dan kompetisi di bidang Matematika dan IPA. Seiring berkembangnya kebutuhan serta tingginya minat peserta terhadap bidang lain, KPM mulai memperluas cakupan kompetisi ke bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang juga menjadi bagian dari ajang OSN.

Selain itu, KPM juga cukup sering diajak bekerja sama oleh berbagai lembaga dalam bidang Matematika dan IPA. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak pihak mulai mengusulkan agar KPM turut membuka kompetisi di bidang IPS. Hal tersebut menjadi salah satu alasan diselenggarakannya Kompetisi Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia (KIPSI) 2026.

Melalui KIPSI, KPM berharap dapat menghadirkan wadah baru bagi pelajar Indonesia yang memiliki minat dan potensi di bidang IPS, sekaligus mencari bibit-bibit unggul yang nantinya dapat terus berkembang melalui kompetisi-kompetisi akademik yang diselenggarakan KPM.

Dalam pelaksanaannya, KIPSI 2026 menghadirkan format soal yang bervariasi agar peserta dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, analisis, dan ketelitian. Tipe soal yang digunakan terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, serta soal benar atau salah. Format tersebut dirancang untuk melatih peserta memahami materi secara lebih mendalam, tidak hanya sekadar menghafal teori, tetapi juga mampu menganalisis informasi dan menentukan jawaban secara tepat.

Materi yang diujikan dalam kompetisi mencakup berbagai bidang Ilmu Pengetahuan Sosial seperti geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi, hingga wawasan kebangsaan dan tokoh-tokoh Indonesia. Dengan cakupan materi yang luas, peserta dituntut memiliki kemampuan memahami konsep sekaligus kemampuan analisis terhadap berbagai fenomena sosial dan kebangsaan.

Suasana kompetisi berlangsung tertib, aktif, dan penuh semangat. Para peserta terlihat antusias mengikuti perlombaan, baik yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti secara daring dari daerah masing-masing. Peserta offline tampak serius mengerjakan soal di ruang perlombaan, sementara peserta online juga mengikuti kompetisi dengan pengawasan dan sistem yang telah disiapkan panitia secara terstruktur.

Salah satu peserta, Ahmad Zhafran Alkhalifi dari SDIT Al-Furqon Palembang, Sumatera Selatan, mengaku mengikuti KIPSI untuk menambah pengalaman sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang IPS.

“Saya ikut untuk mencari pengalaman dan supaya bisa menguasai pelajaran yang sebelumnya belum saya kuasai. Harapannya tentu bisa menang atau minimal mendapatkan pengalaman baru. Target saya adalah bisa lebih menguasai IPS.” ungkapnya.

Pengalaman menarik juga disampaikan oleh Hikari Aurelia Evelyn dari SMPK Immanuel Billingual Class, Pontianak, Kalimantan Barat, yang merasa format soal KIPSI berbeda dari kompetisi pada umumnya.

“Untuk persiapan saya mencoba mengerjakan soal-soal yang saya temukan di Google. Saya ikut KIPSI untuk menambah pengalaman dan mengetahui batas kemampuan diri sendiri. Awalnya agak tegang, tetapi lomba ini cukup berbeda dari lomba pada umumnya karena biasanya hanya pilihan ganda, sedangkan di KIPSI ada pilihan ganda kompleks dan benar atau salah. Tentunya materi yang dibahas juga lebih mendalam dibandingkan di sekolah. Dari semua tipe soal, yang paling saya sukai adalah pilihan ganda kompleks,” tuturnya.

Tri Jumsari, S.Kom., selaku Manajer Lomba KPM, juga menyampaikan harapannya agar KIPSI dapat menjadi agenda tahunan KPM dan menjangkau lebih banyak peserta di masa mendatang.

“Melihat dari jumlah peserta, alhamdulillah KIPSI sepertinya akan menjadi agenda tahunan. InsyaAllah akan rutin dilaksanakan dan ke depannya mungkin akan lebih ramai lagi dengan menempatkan wilayah-wilayah tertentu untuk pelaksanaan offline agar bisa menjaring lebih banyak peserta,” jelasnya.

Hasil Kompetisi Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia (KIPSI) 2026 dijadwalkan akan diumumkan pada Mei 2026 melalui media sosial resmi KPM.

Melalui penyelenggaraan KIPSI 2026, KPM berharap dapat terus menghadirkan ruang kompetisi yang positif bagi pelajar Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki wawasan luas, kemampuan analisis yang baik, serta semangat berprestasi di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial.

Bagi siswa yang berminat mengikuti berbagai kompetisi yang diselenggarakan oleh KPM, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Instagram resmi @kpmseikhlasnya di https://www.instagram.com/kpmseikhlasnya/ atau dengan menghubungi +62 813-1034-3400.