Upaya meningkatkan kualitas pembinaan olimpiade matematika di Indonesia terus dilakukan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) melalui Training of Trainers (ToT) Olimpiade Matematika Tingkat SD, SMP, dan SMA yang berlangsung pada 7–10 April 2026 bertempat di Kantor Pusat KPM, Bogor.
Kegiatan ini diikuti oleh 29 peserta yang berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa hingga Lampung. Program ini dirancang untuk mencetak guru dan pelatih yang tidak hanya menguasai materi secara mendalam, tetapi juga mampu membina siswa secara sistematis dalam menghadapi kompetisi olimpiade.
General Manager Kaderisasi dan Pengembangan Jaringan KPM, Irvan Sanjaya, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan pengajar agar pembinaan olimpiade dapat merata di seluruh Indonesia.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembinaan intensif yang mencakup pendalaman konsep olimpiade matematika, strategi penyelesaian soal tingkat tinggi, hingga teknik penyampaian materi yang efektif, komunikatif, dan mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, peserta juga mengikuti berbagai sesi penguatan keterampilan mengajar seperti microteaching (praktik mengajar), STREAM, serta permainan matematika edukatif seperti NARA, PBM, dan Permainan Matematika Kangguru Dimensi Z. Peserta juga dibekali penguatan nilai dan mindset suprarasional khas KPM, yang menanamkan peran guru sebagai “karyawan Allah” untuk mengajar dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, serta memperbanyak “tabungan jiwa” melalui setiap proses pembelajaran.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Salah satu peserta, Billy Primanata Tamin dari Saint John’s School Gading Serpong, Kota Tangerang Selatan, mengaku metode KPM sangat runtut dan mudah diterapkan, bahkan langsung ia praktikkan saat mengajar secara online.
“Selama empat hari mengikuti pelatihan di sini, saya juga tetap mengajar secara online dan langsung menerapkan metode yang dipelajari. Hal ini sangat membantu dalam meningkatkan cara mengajar saya, terutama dalam memberikan pancingan kepada murid saat proses pembelajaran.”
Peserta asal Lampung, Ummy Permata Hakim dari RPM Bandar Lampung, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sebagai guru sekaligus memperluas jaringan, serta bertemu langsung dengan tim KPM. Ia menilai metode yang disampaikan sangat baik, dengan materi yang menantang namun mudah dipahami. Ia juga merasakan manfaat signifikan setelah mengikuti pelatihan ini, terutama dalam memahami cara berpikir yang lebih luas dalam menyelesaikan soal.
“Awalnya saya cukup kaget saat menghadapi soal pre-test, tetapi setelah mengikuti pelatihan selama empat hari, insyaallah hasil post-test saya jauh lebih baik. Saya belajar menemukan ide awal, melihat soal dari berbagai sudut pandang, dan menambah pemahaman tentang suprarasional,” ungkapnya.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi individu, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan para pendidik dari berbagai daerah dengan latar belakang yang beragam. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh semangat.
Sebagai tindak lanjut, peserta yang telah mengikuti pelatihan ini berkesempatan untuk bergabung sebagai guru atau pelatih olimpiade di KPM. Mereka juga akan mendapatkan pembinaan lanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, sebagai bagian dari sistem pengembangan berkelanjutan yang diterapkan oleh KPM.
Agenda terdekat, KPM juga akan menggelar ToT Olimpiade IPA Tingkat SD dan SMP pada 14–17 April 2026 di Bogor. Pendaftaran dapat dilakukan melalui https://bit.ly/ToTOlimIPAKPM26 atau menghubungi 0821-1435-8620.