Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali sukses menyelenggarakan Kompetisi Matematika dan Pendidikan Islam (KOMPI) ke-7, sebuah ajang kompetisi nasional yang mengintegrasikan kemampuan Matematika dengan pemahaman Pendidikan Islam bagi siswa SD dan SMP. Kompetisi ini menjadi salah satu wadah bagi generasi muda Indonesia untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus memperkuat karakter dan nilai-nilai keislaman.
Rangkaian KOMPI ke-7 diawali dengan babak penyisihan yang dilaksanakan pada 7 Juni 2026 dan diikuti oleh 2.338 peserta dari jenjang kelas 3 SD hingga kelas 9 SMP yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Sebanyak 1.232 peserta terbaik berhasil melaju ke babak final yang diselenggarakan pada Minggu, 28 Juni 2026 secara daring maupun luring.
Untuk memberikan kesempatan kepada lebih banyak peserta merasakan atmosfer kompetisi secara langsung, babak final luring dilaksanakan secara serentak di Depok, Sukabumi, Serang, Probolinggo, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Jombang, Malang, Madiun, Ponorogo, dan Pontianak. Sementara itu, peserta dari daerah lain tetap dapat mengikuti babak final secara daring dengan pengawasan yang telah disiapkan panitia.
Tahun ini, KOMPI mencatat peningkatan peserta yang signifikan. Dari 1.191 peserta pada babak penyisihan KOMPI ke-6, jumlahnya meningkat menjadi 2.338 peserta pada KOMPI ke-7. Kenaikan sebanyak 1.147 peserta atau sekitar 96 persen ini menunjukkan semakin tingginya antusiasme siswa terhadap kompetisi yang memadukan Matematika dan Pendidikan Islam.
Manager Lomba KPM, Tri Jumsari, S.Kom., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, orang tua, guru pembimbing, sekolah, serta panitia yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan KOMPI ke-7.
"Antusias peserta tahun ini sungguh luar biasa, terutama pada pelaksanaan secara offline yang mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi. Harapan kami, pada tahun depan pelaksanaan KOMPI dapat hadir di lebih banyak kota sehingga semakin banyak siswa yang dapat merasakan pengalaman berkompetisi secara langsung," ujarnya.
Menurutnya, KOMPI bukan sekadar ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi media pembinaan karakter. Soal-soal yang disusun tidak hanya mengukur kemampuan berhitung dan penalaran matematika, tetapi juga mengajak peserta memahami nilai-nilai Pendidikan Islam yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peserta diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki akhlak yang baik.
Bagi banyak peserta, KOMPI menjadi pengalaman yang berharga. Selain menguji kemampuan akademik, kompetisi ini juga melatih peserta dalam mengelola waktu, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat sportivitas dalam berkompetisi.
Salah satu peserta, Arkaan Armandio Naryama, peserta level 7–9 SMP dari SMP Muhammadiyah 1 Pontianak, Kalimantan Barat, mengaku senang dapat mengikuti KOMPI di tengah masa liburan sekolah.
"Alhamdulillah senang karena masih bisa berkompetisi di sela-sela hari libur, jadi waktu luang bisa dimanfaatkan dengan baik. Semoga mendapat hasil yang terbaik, kalau bisa meraih medali. Soalnya sangat berkualitas, seimbang antara yang mudah dan yang sulit. Bagian yang paling saya sukai adalah soal hadis dan materi tentang ayat-ayat Al-Qur'an," ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Ahmad Zhafran Alkhalifi, peserta level 3–4 SD dari SDIT Al-Furqon Palembang. Menurutnya, mengikuti KOMPI memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
"Saya mendapatkan pemahaman dan perspektif baru, juga pengalaman untuk mengikuti lomba-lomba selanjutnya. Persiapan saya dengan mempelajari materi, memahami tipe-tipe soal, dan mengikuti try out agar lebih siap saat kompetisi. Harapan saya tentu bisa meraih juara di KOMPI tahun ini dan terus berprestasi pada ajang KOMPI maupun kompetisi KPM lainnya di masa depan," tuturnya.
Sementara itu, Aisya Farhana Zhafira, peserta level 5–6 SD dari SDIT Al Haraki, Depok, Jawa Barat, mengaku bahwa mengikuti KOMPI membuatnya semakin termotivasi untuk memperdalam pengetahuan tentang Islam sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir logis.
"Saya mempersiapkan diri dengan membahas soal-soal, mengikuti tips dan trik KOMPI, serta membaca sejarah dan pengetahuan lain tentang agama. Setelah menyelesaikan kompetisi ini saya merasa lega karena bisa mengikuti seluruh rangkaian acara dengan maksimal. Harapan saya semoga bisa meraih medali dan semakin semangat mengikuti berbagai lomba, sekaligus terus memperdalam pengetahuan tentang agama," ujarnya.
Hasil hasil babak final KOMPI ke-7 akan diumumkan pada Jumat, 10 Juli 2026 Live melalui Youtube Klinik Pendidikan MIPA https://www.youtube.com/@KlinikPendidikanMIPA. Para peserta terbaik nantinya akan memperoleh medali, E-sertifikat, serta Trofi Terbaik.
Melalui penyelenggaraan KOMPI ke-7, Klinik Pendidikan MIPA berharap kompetisi ini dapat terus menjadi wadah lahirnya generasi muda Indonesia yang unggul dalam bidang akademik, berkarakter kuat, serta memiliki semangat belajar yang tinggi. Dengan meningkatnya antusiasme peserta dari tahun ke tahun, KPM optimistis KOMPI akan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak siswa di seluruh Indonesia pada penyelenggaraan berikutnya.
Sebagai bagian dari rangkaian program liburan sekolah, KPM juga akan menggelar EPS Challenge 2026 (Etno Matematika Tradisional, Puzzle & Sudoku) pada Minggu, 5 Juli 2026 di SMP Al Azhar Syifa Budi Cibinong, Bogor. Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk mengisi masa liburan dengan kegiatan yang edukatif, menantang, dan penuh prestasi.
endaftaran beserta petunjuk teknis dapat diakses melalui https://s.id/epschallengeKPM. Untuk informasi lebih lanjut, peserta dan orang tua dapat menghubungi panitia melalui WhatsApp di 0851-2134-0200.
