Prestasi siswa tidak lahir secara instan. Di balik setiap medali dan pencapaian akademik, terdapat peran guru yang terus belajar dan mengembangkan kompetensinya. Berangkat dari semangat tersebut, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sukses menyelenggarakan Pelatihan Olimpiade Intensif Guru Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM) Gelombang 2, yang diikuti puluhan guru Matematika dan IPA dari berbagai daerah di Indonesia.
Bertempat di Kantor KPM Pusat, Bogor, Pelatihan Olimpiade Intensif Guru Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM) Gelombang 2 dilaksanakan secara bertahap mulai 28 April hingga 12 Juni 2026. Pada jenjang SD, pelatihan Guru IPA berlangsung pada 28 April–1 Mei 2026 dan diikuti oleh 25 peserta, sementara pelatihan Guru Matematika diikuti oleh 23 peserta. Selanjutnya, pelatihan jenjang SMP dilaksanakan pada 5–8 Mei 2026 untuk Guru Matematika yang diikuti 13 peserta, serta pada 2–5 Juni 2026 untuk Guru IPA yang diikuti 14 peserta. Adapun pelatihan jenjang SMA berlangsung pada 9–12 Juni 2026 dan diikuti oleh 20 guru Matematika dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejak awal pelatihan, peserta mengikuti pre-test untuk memetakan kemampuan awal. Pada kelas Matematika, peserta memperdalam materi olimpiade seperti bilangan, kombinatorika, aljabar, dan geometri, sekaligus mempelajari strategi penyelesaian soal melalui pendekatan cara berpikir suprarasional. Suasana belajar semakin menarik dengan permainan edukatif seperti Permainan NARA (Nata Alam Raya), PBM (Permainan Berlian Matematika), dan PMBN (Permaianan matematika Bela Negara) yang melatih logika sekaligus kreativitas.
Sementara itu, pada kelas IPA, peserta mendalami materi biologi, fisika, dan kimia secara terintegrasi dengan penekanan pada kemampuan analisis dan pemecahan masalah. Berbagai sesi praktikum juga memberikan pengalaman langsung dalam memahami konsep-konsep sains.
Pelatihan semakin kaya melalui pendekatan STREAM (Science, Technology, Religion, Engineering, Arts, Mathematics) yang memadukan aspek keilmuan, spiritual, dan kreativitas. Sebagai bentuk evaluasi, peserta mengikuti post-test pada akhir pelatihan untuk mengukur peningkatan kompetensi setelah menerima seluruh materi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menghadapi soal-soal olimpiade maupun strategi pembinaannya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Banyak guru mengaku mendapatkan wawasan baru, strategi pembinaan yang lebih efektif, serta inspirasi yang dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing.
Salah satu peserta, Rizki Putri Soleha, S.Pd., Guru Matematika dari SMA Muhammadiyah Al-Ghifari Lampung, menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan yang diselenggarakan KPM.
"Terima kasih atas ilmu dan pengalaman yang sangat luar biasa yang telah diberikan selama pelatihan ini. Banyak hal baru yang kami pelajari, baik dari sisi materi maupun strategi pembinaan olimpiade. Semoga kami dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah kami masing-masing. Saya juga berharap KPM terus tumbuh, sukses, dan semakin berkembang," ungkapnya.
Testimoni serupa disampaikan oleh Rizky Rachma Wati, S.Pd., peserta pelatihan Guru IPA SMP dari SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen, Jawa Tengah. Menurutnya, pelatihan ini memberikan motivasi baru sekaligus gambaran yang lebih jelas mengenai strategi pembinaan olimpiade.
"Pelatihan ini sangat memuaskan. Saya kembali termotivasi untuk belajar dan semakin memahami strategi pembinaan olimpiade, mulai dari proses seleksi siswa hingga metode pembelajarannya. Harapan saya, ilmu yang diperoleh dari KPM dapat diterapkan secara maksimal di sekolah. Terima kasih kepada sekolah yang telah memfasilitasi saya mengikuti kegiatan ini dan kepada KPM yang telah menyelenggarakan pelatihan yang luar biasa," tuturnya.
General Manager Kaderisasi dan Pengembangan Jaringan KPM, Irvan Sanjaya, S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas semangat dan komitmen yang ditunjukkan selama pelatihan. Menurutnya, pelatihan ini merupakan langkah awal untuk menghadirkan pembelajaran matematika dan sains yang lebih berkualitas di sekolah Muhammadiyah.
"Kami berharap para peserta tidak hanya menjadi guru yang mampu mengajar, tetapi juga pembina yang mampu menginspirasi dan mengantarkan siswa meraih prestasi terbaiknya. Ketika guru bertumbuh, sekolah akan berkembang, dan dari sanalah lahir generasi unggul yang siap membawa kemajuan bagi bangsa dan umat," ujar Irvan Sanjaya.
Sebagai tindak lanjut, pelatihan ditutup dengan pemaparan peluang kerja sama melalui program Klub MIPA Seikhlasnya (KMS) serta berbagai rencana pengembangan pembinaan di sekolah masing-masing. Melalui langkah ini, KPM berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi berlanjut dalam bentuk program pembinaan yang nyata dan berkesinambungan.
Dengan berakhirnya Pelatihan Olimpiade Intensif Guru SUMM Gelombang 2, KPM optimistis semakin banyak guru Muhammadiyah yang siap menjadi pembina olimpiade berkualitas dan melahirkan generasi berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Sebab, di balik setiap siswa yang berprestasi, selalu ada guru yang tidak pernah berhenti belajar.
Agenda terdekat, KPM juga akan menyelenggarakan Pelatihan Olimpiade Matematika Guru SD selama 3 hari 2 malam yang akan dilaksanakan pada 17-19 Juni 2025 di Kantor KPM Pusat, Bogor. Kegiatan ini terbuka bagi guru SD, pembina olimpiade, maupun masyarakat umum yang memiliki minat dalam pembinaan matematika olimpiade. Pendaftaran dapat dilakukan melalui bit.ly/OlimMTKSD26 dan untuk informasi lebih lengkap bisa menghubungi 0821-1435-8620.