Warna biru khas KPM menyatu indah dengan hijaunya pepohonan Kebun Raya Bogor pada Minggu, 14 Juni 2026. Dalam suasana yang segar dan penuh semangat, siswa Kelas Khusus KPM Berbakat A dan B Offline se-Jabodetabek Semester Genap Tahun Ajaran 2025–2026 mengikuti Tes Eliminasi ke-5 sebagai bagian dari proses pembinaan menuju generasi unggul, berkarakter, dan berprestasi.

Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya yang umumnya dilakukan di dalam kelas, Tes Eliminasi kali ini dikemas dengan konsep outdoor. Para siswa ditantang untuk menyelesaikan soal-soal yang menguji ketelitian, fokus, kedalaman nalar, serta kemampuan problem solving secara mandiri. Mereka harus berpindah dari satu pos ke pos lainnya mengikuti jalur yang telah disiapkan di area Kebun Raya Bogor.

Selain mengukur kemampuan akademik, kegiatan ini juga dirancang untuk mengembangkan berbagai keterampilan penting yang dibutuhkan siswa. Melalui Team Building BISA MIPA KPM, para peserta mengikuti beragam aktivitas dan permainan edukatif seperti Team Literacy Challenge, Gravity Pipeline Challenge, Praktikum Sains, Rescue Ball Engineering, Solid Pass Challenge, Engineering Tower Challenge, GPS Manusia, dan Knot Solution Challenge. Suasana yang penuh interaksi dan kerja sama membuat siswa belajar sambil bermain, sekaligus melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, kepemimpinan, serta kepercayaan diri dalam menyelesaikan berbagai aktivitas bersama tim.

Sementara itu, para orang tua yang mendampingi juga mengikuti kegiatan senam aerobik bersama. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga mempererat silaturahmi antar orang tua siswa dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.

General Manager Pendidikan KPM, Irvan Sanjaya, S.E., menjelaskan bahwa Tes Eliminasi Outdoor dirancang untuk memberikan pengalaman evaluasi yang lebih komprehensif dibandingkan tes di dalam kelas.

“Melalui tes eliminasi outdoor ini kami ingin memberikan tantangan yang berbeda sehingga siswa dapat menunjukkan kemampuan berpikir, beradaptasi, bekerja sama, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah dalam situasi nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akademik, tetapi juga mencakup aspek karakter, kemampuan kolaborasi, kepemimpinan, pengambilan keputusan, kemandirian, serta kedisiplinan siswa. Dengan demikian, KPM dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai potensi setiap peserta sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi proses pembinaan yang lebih lanjut.

Salah satu orang tua siswa, Encep Nurrohman, ayah dari Muhammad Alvaro Arkan Nurrohman Kelas 5 Berbakat A Bidang Matematika, mengaku melihat perubahan positif pada putranya sejak mengikuti pembinaan di KPM.

“Alhamdulillah banyak perubahan dari anak. Yang tadinya belum terlalu semangat terhadap matematika, sekarang menjadi sangat bersemangat. Lingkungannya juga sangat mendukung karena bertemu dengan anak-anak hebat dan orang tua yang hebat. KPM cukup unik karena tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan, tetapi juga mengajarkan anak untuk rajin beribadah dan hormat kepada orang tua,” ungkapnya.

Menurut Encep, konsep tes eliminasi outdoor juga memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa maupun orang tua. Ia berharap KPM semakin dikenal luas karena dinilai mampu membentuk generasi yang berprestasi sekaligus berakhlak baik.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Tengku Marini, orang tua dari Mochamad Rahil Faza Kelas 7 Berbakat A Bidang Matematika. Ia menilai pembinaan KPM berperan besar dalam perkembangan kemampuan berpikir dan prestasi putranya.

“Nalarnya lebih berkembang, kemampuan menyelesaikan soal juga semakin baik. Alhamdulillah dia berhasil meraih berbagai prestasi, seperti Medali Perak KMNR, Gold Medal IMSC, dan Gold Medal IKMC. Tes eliminasi di luar ruangan seperti ini sangat bagus karena anak-anak tidak merasa monoton dan bisa belajar bekerja sama melalui berbagai permainan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur KPM, Dr. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si., menyampaikan pesan kepada seluruh siswa dan orang tua agar tetap konsisten menjalani proses pembinaan yang telah dirancang KPM. Menurutnya, kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan perjuangan, kedisiplinan, dan dukungan keluarga.

“Teruslah merencanakan kesusahan dengan terus mengantar anak-anak belajar di KPM setiap hari Sabtu dan mengikuti pertemuan orang tua setiap bulan. Kesuksesan di masa depan biasanya diraih oleh mereka yang mau bersungguh-sungguh dan berjuang sejak sekarang,” pesannya.

Pak Ridwan juga mengingatkan para siswa untuk terus bersyukur kepada Allah SWT, menghormati orang tua, serta menjaga semangat belajar karena keduanya merupakan kunci penting dalam meraih kesuksesan.

Melalui Tes Eliminasi Outdoor ini, KPM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga penguatan karakter, kepemimpinan, kerja sama, dan ketahanan mental. Dengan memadukan evaluasi akademik, aktivitas fisik, serta pembelajaran karakter dalam suasana alam terbuka, KPM terus berupaya mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Bagi siswa yang ingin bergabung dengan Kelas Berbakat KPM, Klinik Pendidikan MIPA kembali membuka Seleksi Kelas Khusus (SKK) Online Tahun Ajaran 2026–2027.

Pelaksanaan: Minggu, 21 Juni 2026
Pendaftaran terakhir: Jumat, 19 Juni 2026

Pendaftaran melalui:
https://kpm.read1institute.org
(Menu Halaman Utama)

Narahubung: +62 851-5995-1604