Persaingan ketat mewarnai Mongolia International Mathematics Competition (MIMC) 2026, kompetisi matematika internasional yang diikuti 580 peserta dari 32 negara. Di tengah kompetisi bertaraf advanced tersebut, Tim KPM Indonesia berhasil mencatatkan prestasi dengan meraih 1 Medali Perak, 2 Medali Perunggu, dan 3 Merit Award pada kategori individu.
MIMC 2026 diselenggarakan pada 21–29 Juli 2026 di Mongolia. Ajang ini menghadirkan tiga kategori kompetisi, yaitu Individual Contest, Team Contest, dan Puzzle Contest, dengan soal-soal yang menguji kemampuan berpikir logis, analitis, kreativitas, dan kerja sama.
Pada penyelenggaraan tahun ini, MIMC diikuti oleh 288 peserta jenjang SD yang terbagi dalam 72 tim serta 292 peserta jenjang SMP yang terbagi dalam 73 tim. Adapun negara dan wilayah yang berpartisipasi meliputi Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Bangladesh, Botswana, Bulgaria, Filipina, Ghana, Hong Kong, Indonesia, Kanada, Kazakhstan, Kirgistan, Korea Selatan, Makau, Malaysia, Maroko, Meksiko, Mongolia, Nepal, Peru, Republik Uzbekistan, Rumania, Siprus, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Tiongkok, Uganda, Vietnam, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.
Indonesia diwakili oleh delapan siswa, yang terdiri atas empat siswa jenjang SD dan empat siswa jenjang SMP. Seluruh peserta merupakan siswa terpilih yang telah melalui proses seleksi dan wawancara yang diselenggarakan oleh KPM.
Daftar Prestasi Tim KPM Indonesia pada MIMC 2026
(Kelas mengikuti Tahun Ajaran 2025–2026)
Peraih Medali Perak
Marvent Joe Tanoto (Kelas 6) – SD Universal School Jakarta, DKI Jakarta
Peraih Medali Perunggu
Nicholas Oliver Timotius (Kelas 6) – Ichthus School West, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Adlina Nafeeza Nugraha (Kelas 8) – SMPIT Ummul Quro Depok, Jawa Barat
Merit Award
Keisuke Edmund Lionardi (Kelas 6) – Global Sevilla Pulo Mas, Jakarta Timur, DKI Jakarta
Faiq Nururrahman Hutrindo (Kelas 8) – SMP Cahaya Rancamaya, Bogor, Jawa Barat
Radhea Rui Estiningtyas (Kelas 7) – SMP Islam Al Azhar 8 Bekasi, Jawa Barat
Participant
Ghaisan Keanu Ar Rafif (Kelas 5) – SDI Al Azhar 14 Semarang, Jawa Tengah
Muhammad Rais Yukichi Situmorang (Kelas 7) – SMP Islam Al Azhar 8 Bekasi, Jawa Barat
Sebelum berangkat ke Mongolia, seluruh peserta mengikuti pembinaan intensif KPM berupa pelatihan daring dan karantina luring selama lima hari. Di Mongolia, mereka tidak hanya menghadapi kompetisi, tetapi juga beradaptasi dengan kondisi alam yang berbeda, seperti durasi siang yang lebih panjang dan perubahan suhu yang cukup ekstrem.
Di sela-sela kompetisi, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan internasional, seperti Puzzle Challenge, Parade Opening, Opening Ceremony di Nalaikh Stadium, Mini Naadam, Cultural Night, serta mengunjungi Patung Genghis Khan, salah satu ikon wisata Mongolia. Pada Cultural Night, Tim KPM Indonesia memperkenalkan budaya Nusantara melalui penampilan "Tum Ketumba Antu Kamba", sebuah karya budaya dari rumpun Dayak di Kalimantan yang berkembang di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Salah satu peserta, Marvent Joe Tanoto, peraih medali perak mengaku bersyukur atas pencapaiannya.
"Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia, tetapi ingin memperbaiki diri agar lebih baik lagi. Yang paling menantang adalah kompetisi tim dan Puzzle Challenge karena membutuhkan logika, kecepatan, serta kerja sama. Saat tes individu saya juga merasa sangat tegang," ungkapnya.
Peraih Medali Perunggu, Nicholas Oliver Timotius, juga menyampaikan rasa syukurnya atas hasil yang diraih.
"Saya senang, walaupun sempat gugup dan takut. Saat mendapatkan medali perunggu, saya sangat bahagia dan bersyukur. Ke depannya saya ingin mengikuti lebih banyak kompetisi agar kemampuan matematika saya terus berkembang dan saya bisa lebih rajin belajar," tuturnya.
Team Leader MIMC Indonesia, Thyeadi Tungson, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa kompetisi internasional merupakan kesempatan bagi peserta untuk belajar, berkembang, dan mengasah kemampuan di tingkat dunia.
"Harapannya, siswa dapat menguji kemampuan dan potensinya di bidang matematika, meraih prestasi, menjalin persahabatan dengan peserta dari berbagai negara, serta memperkenalkan budaya Indonesia," ujarnya.
Keikutsertaan Tim KPM Indonesia dalam MIMC 2026 menjadi bagian dari komitmen Klinik Pendidikan MIPA (KPM) untuk terus membuka kesempatan bagi siswa Indonesia dalam mengembangkan potensi, mengukir prestasi di tingkat internasional, sekaligus menjadi duta bangsa yang membawa semangat persahabatan, kolaborasi, dan kekayaan budaya Indonesia di hadapan dunia.
Bagi siswa yang ingin mengikuti jejak Tim KPM Indonesia, KPM membuka Program Kelas Persiapan Lomba Internasional (KPLI) Season 2 untuk mata pelajaran Matematika dan IPA jenjang SD hingga SMA. Program dilaksanakan secara daring setiap hari Jumat.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui kpm.read1institute.org (menu Pelatihan Online). Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui narahubung KPM di 0851-4777-7663.
