International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kompetisi matematika terbesar di Indonesia.  Diselenggarakan secara serentak pada Jumat, 17 April 2026 dalam rentang waktu pukul 08.00–11.00 WIB, ajang ini diikuti oleh ratusan ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan di seluruh penjuru tanah air.

IKMC merupakan kompetisi matematika berskala internasional yang berada di bawah naungan Association Kangourou Sans Frontières (AKSF), dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sebagai penyelenggara nasional di Indonesia. 

Tahun ini, jumlah peserta IKMC mencapai sekitar 188.892 siswa dari jenjang kelas 1 SD hingga kelas 12 SMA.  Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 141.176 peserta.  Lonjakan lebih dari 40.000 peserta ini menjadi indikator kuat bahwa IKMC semakin dikenal dan diminati oleh sekolah, guru, maupun siswa di Indonesia.

Pelaksanaan lomba berlangsung di sekolah masing-masing, dengan tetap mengikuti standar teknis dan prosedur operasional yang telah ditetapkan oleh panitia KPM, guna memastikan kualitas dan integritas kompetisi tetap terjaga secara menyeluruh.

IKMC 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi siswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan evaluasi penting bagi guru dalam memperkuat strategi pembinaan siswa di bidang matematika.  Muh. Anshar, S.Pd., Gr., guru dari SMP Negeri 6 Palu, Sulawesi Tengah, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam IKMC 2026 menjadi pengalaman pertama.  Ia menilai IKMC sebagai sarana penting untuk mengasah kemampuan diri sekaligus menjadi bahan evaluasi kognitif bagi siswa maupun pembina.

Menurutnya, antusiasme siswa sangat tinggi dan mereka merasa senang serta lebih termotivasi dalam mengerjakan soal.  Hal ini tidak lepas dari karakter soal IKMC yang menantang namun tetap dapat dipecahkan dengan pendekatan logis dan sederhana.

Sementara itu, Dyah Kusmiarti, guru MTs Muhammadiyah 01 Purbalingga, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan IKMC 2026, banyak siswa menilai soal memiliki karakter berbeda dari yang biasa mereka temui di sekolah.

Dyah juga mencatat tingginya keterlibatan orang tua dalam mendampingi belajar, meski sebagian merasa kewalahan karena tingkat kesulitan soal.  Namun demikian, ia menilai IKMC tetap memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi siswa dalam mengasah kemampuan berpikir logis dan meningkatkan motivasi belajar.

Salah satu langkah strategis yang menonjol pada IKMC tahun ini adalah perluasan akses bagi sekolah negeri, khususnya jenjang SMP, melalui kolaborasi dengan Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah). Adapun skema pelaksanaannya, untuk wilayah Pulau Jawa setiap kabupaten/kota mengirimkan satu sekolah perwakilan, sedangkan untuk wilayah luar Pulau Jawa setiap provinsi mengirimkan satu sekolah perwakilan yang ditunjuk untuk mengikuti kompetisi ini.

Ke depan, KPM berharap dukungan pemerintah dapat diperluas, tidak hanya pada jenjang SMP, tetapi juga mencakup SD dan SMA, sehingga akses terhadap kompetisi ini semakin merata.

Dengan capaian tahun ini, IKMC semakin menegaskan posisinya sebagai kompetisi matematika yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses mendorong siswa untuk berpikir, bernalar, dan menikmati matematika sebagai bagian dari kehidupan mereka.