Seleksi Kelas Khusus (SKK) KPM bukan sekadar proses penerimaan peserta didik, melainkan langkah awal dalam menemukan dan membina talenta-talenta muda yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi generasi berprestasi. Semangat tersebut tampak dalam pelaksanaan SKK Tahap 2 Tahun Ajaran 2026/2027 wilayah Jabodetabek yang berlangsung di SD-SMP Al-Azhar Syifa Budi Cibinong, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 7 Juni 2026.
Dari total 946 peserta yang mengikuti seleksi tahap 1, sebanyak 310 siswa berhasil lolos dan mengikuti SKK Tahap 2. Pada tahap ini, 180 siswa mengikuti seleksi bidang Matematika dan 130 siswa mengikuti bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Tingginya jumlah peserta yang berhasil melaju ke tahap lanjutan menunjukkan antusiasme yang besar untuk bergabung dan berkembang bersama program pembinaan KPM.
Berbeda dengan SKK Tahap 1 yang berfokus pada tes akademik, SKK Tahap 2 menghadirkan mekanisme seleksi yang lebih komprehensif. Selain mengerjakan soal esai untuk mengukur kemampuan akademik secara lebih mendalam, para siswa juga mengikuti tes olahraga dan baris-berbaris sebagai bagian dari penilaian kedisiplinan, ketahanan, dan kesiapan diri. Sementara itu, orang tua peserta turut mengikuti wawancara tertulis guna melihat komitmen serta dukungan dalam mendampingi proses pembinaan siswa di KPM.
General Manager Pendidikan KPM, Irvan Sanjay, S.E., menjelaskan bahwa pelaksanaan SKK dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kesiapan siswa dan dukungan keluarga dalam mengikuti program pembinaan.
"SKK tidak hanya bertujuan menyeleksi kemampuan akademik siswa, tetapi juga melihat komitmen, karakter, serta dukungan orang tua dalam proses pembinaan. Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan mendapatkan respons yang sangat baik dari peserta maupun orang tua," ujar Irvan.
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian peserta yang berhasil lolos hingga SKK Tahap 2, seluruh peserta pada tahap ini dipastikan diterima sebagai siswa Kelas Khusus KPM Tahun Ajaran 2026/2027. Berdasarkan hasil seleksi dan pemetaan kemampuan, sekitar 70 persen peserta akan ditempatkan di Kelas Berbakat A dan B, sedangkan 30 persen lainnya akan bergabung di Kelas Berbakat C.
Pembagian kelas tersebut dilakukan untuk menyesuaikan program pembinaan dengan kemampuan dan kebutuhan belajar masing-masing siswa. KPM meyakini bahwa setiap peserta memiliki potensi untuk berkembang melalui pembinaan yang terarah, berjenjang, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penempatan di Kelas Berbakat A, B, maupun C bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses pembinaan. Siswa yang ditempatkan di Kelas Berbakat C tetap memiliki kesempatan untuk naik ke Kelas Berbakat A atau B apabila mampu menunjukkan peningkatan prestasi, kedisiplinan, dan komitmen belajar yang baik selama mengikuti program.
Antusiasme peserta juga terlihat dari kesungguhan mereka dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi. Salah satu peserta SKK Tahap 2 Level SMP, Andrea Rena Defara, mengaku telah melakukan berbagai persiapan sebelum mengikuti tes.
"Pada saat malam hari aku baca ulang catatanku dan menonton video-video materi yang masih aku bingungkan. Seleksinya seru dan bertahap. Yang terpilih nanti pasti orang-orang hebat. Beberapa soal memang ada yang sempat lupa, tapi insyaallah hasilnya bisa menjadi yang terbaik," ungkap Andrea.
Respons positif juga datang dari para orang tua peserta. Ria, orang tua dari Radhia Heira yang mengikuti SKK Tahap 2 level SD, menilai sistem seleksi yang diterapkan KPM lebih komprehensif karena tidak hanya berfokus pada aspek akademik.
"Menurut saya sangat bagus, karena yang dinilai bukan hanya kemampuan matematika, tetapi juga ada kegiatan baris-berbaris dan olahraga, sehingga lebih seimbang. Untuk dukungan kepada anak, saya siap mengantar dari Karawang ke Jakarta dan insyaallah akan terus memberikan dukungan penuh," tuturnya.
Melalui pelaksanaan SKK Tahap 2 ini, KPM berharap dapat menghadirkan lingkungan pembinaan yang mampu mendorong setiap siswa untuk berkembang secara optimal, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam kedisiplinan, karakter, dan komitmen belajar. Dengan dukungan orang tua serta sistem pembinaan yang berkelanjutan, KPM optimistis para siswa akan mampu meraih prestasi terbaik sesuai potensi yang dimiliki.
Bagi siswa yang ingin bergabung dengan Kelas Berbakat KPM, Klinik Pendidikan MIPA kembali membuka Seleksi Kelas Khusus (SKK) Online Tahun Ajaran 2026–2027.
Pelaksanaan: Minggu, 21 Juni 2026
Pendaftaran terakhir: Jumat, 19 Juni 2026
Pendaftaran melalui:
https://kpm.read1institute.org
(Menu Halaman Utama)
Narahubung: +62 851-5995-1604
