Semangat sains di kalangan pelajar Indonesia kembali membara! Ajang International Kangaroo Science Contest (IKSC) 2025, untuk kedua kalinya diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sukses mencetak sejarah baru dalam dunia pendidikan sains nasional. Kompetisi ini digelar secara serentak pada Kamis, 30 Oktober 2025, dan berhasil menarik perhatian sekolah di berbagai daerah Indonesia.
Tahun ini, IKSC 2025 mencatat 135.232 peserta dari berbagai jenjang, mulai dari kelas 1 SD hingga kelas 10 SMA. Dari jumlah tersebut, 133.053 peserta mengikuti lomba secara offline yang diselenggarakan di sekolah masing-masing, sementara 2.179 peserta lainnya berpartisipasi secara online melalui laman resmi KPM. Lonjakan jumlah peserta ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, yang diikuti oleh 62.655 peserta pada IKSC perdana tahun 2024.
Kenaikan luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa minat pelajar Indonesia terhadap sains semakin tinggi, sekaligus menandakan keberhasilan KPM dalam memperkenalkan ajang kompetisi sains internasional yang berkualitas dan mudah diakses oleh seluruh lapisan sekolah di tanah air.
Menurut Ardianto, S.T., selaku General Manager Lomba dan Pelatihan KPM, peningkatan signifikan pada tahun kedua ini merupakan hasil dari strategi KPM yang konsisten memperluas jangkauan kegiatan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap program-program sains yang diselenggarakan.
“Alhamdulillah, peningkatannya luar biasa, lebih dari 100%. Setelah keberhasilan IKMC 2025 yang diikuti oleh 141.176 peserta, masyarakat kini semakin mengenal KPM dan menantikan ajang IKSC. Ini merupakan salah satu bukti keberhasilan KPM dalam menghadirkan lomba yang berkualitas dengan biaya yang tetap terjangkau,” ujar Ardianto.
Ia menambahkan bahwa selain menjadi ajang kompetisi, IKSC juga berperan sebagai asesmen sains berstandar internasional. Sekolah yang mengikutsertakan minimal 80% siswanya akan memperoleh analisis literasi sains yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan konsep-konsep sains. Hasil analisis ini dapat dimanfaatkan sekolah untuk mengevaluasi serta meningkatkan kualitas pembelajaran sains, sekaligus mengukur tingkat literasi sains siswa di level nasional.
IKSC bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wahana pembelajaran sains berskala internasional yang mendorong siswa untuk berpikir ilmiah dan analitis.
Setiap soal dirancang dengan pendekatan kontekstual dan menantang, mengaitkan konsep sains dengan berbagai fenomena kehidupan sehari-hari. Melalui hal ini, peserta dilatih untuk berpikir logis, kreatif, dan solutif dalam menghadapi beragam persoalan nyata di sekitar mereka.
Salah satu peserta IKSC 2025, Naura Kamila Rizky, siswi kelas 2 dari SD Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengungkapkan rasa bahagianya bisa ikut serta dalam ajang sains internasional ini. “Senang dan lega karena bisa menyelesaikan lomba dengan baik. Saya belajar bersama ibu dan juga di sekolah. Excited banget bisa ikut IKSC, apalagi berhasil meraih medali emas!” tutur Naura dengan penuh semangat.
Dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Qianno Aldebaran Dekanaro, siswa kelas 7 dari SMP Negeri 15 Yogyakarta, juga membagikan kisahnya. Ia mengikuti IKSC dengan motivasi besar dari sang kakak yang tahun lalu berhasil meraih medali emas. “Senang banget, tahun kemarin kakak saya dapat emas, dan tahun ini saya ingin bisa seperti kakak dapat emas juga,” ujarnya. Qianno mengungkapkan bahwa dirinya tidak memiliki persiapan khusus selain terus berproses dan belajar. “Nggak ada persiapan khusus sih, saya cuma terus berproses dan belajar aja,” tambahnya. Ia pun menuturkan bahwa keikutsertaannya dalam IKSC tahun ini menjadi pengalaman berharga karena merupakan lomba pertamanya sejak masuk SMP, didukung penuh oleh sang ayah yang selalu mendorong anak-anaknya untuk sukses dan terus berkembang.
Sementara itu, Yasmine Sava Elisya, siswi kelas 10 dari SMAS Plus Taruna Andalan, Riau, mengaku sangat antusias menantikan hasil lomba. “Nggak sabar dengar pengumuman!” ujarnya dengan semangat. Ia mengakui bahwa soal-soal IKSC cukup menantang, terutama pada bagian Fisika tentang gaya, namun tetap seru untuk dikerjakan. “Sebenarnya soalnya nggak terlalu sulit, mungkin aku hanya kurang menguasai di bagian fisika, karena basic ku biologi. Awalnya ragu, tapi ternyata aku bisa juga ngerjain,” tambahnya. Bagi Yasmine, mengikuti IKSC menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan sains lintas bidang. Ia pun berharap bisa meraih hasil terbaik. “Harapannya tentu bisa menang, jadi lebih semangat lagi belajar dan bahas soal supaya bisa dapat beasiswa dari yayasan,” tutupnya penuh optimisme.
Tak hanya dari sisi siswa, dukungan guru juga menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan IKSC. Natalia, S.Pd., guru dari SMP BPK Penabur Holis, Bandung, menuturkan bahwa keikutsertaan sekolahnya dalam IKSC bertujuan untuk membuka wawasan siswa terhadap kompetisi sains global. “Kami ingin memberi pengalaman berharga kepada para siswa melalui ajang kontes sains berskala internasional. Harapannya, mereka tidak hanya mendapat pengalaman, tetapi juga memahami karakter soal-soal sains tingkat internasional,” ujar Natalia. Ia menambahkan, antusiasme siswa tahun ini cukup tinggi, sebagai bentuk persiapan, sekolah memberikan bank soal IKSC tahun sebelumnya agar siswa bisa berlatih dan terbiasa dengan gaya soal yang menuntut penalaran logis dan ilmiah.
Sementara itu, Ratna Indah Kumalasari, guru dari Muhammadiyah Plus Batam, Kepulauan Riau, menilai bahwa ajang ini menjadi wadah yang baik untuk mengembangkan minat dan bakat siswa di bidang sains. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, apalagi di Batam masih sedikit kompetisi seperti ini. IKSC diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri, semangat berkompetisi, serta motivasi siswa untuk terus berprestasi di bidang sains,” ujarnya.
Kesuksesan penyelenggaraan IKSC 2025 menunjukkan peran nyata KPM dalam membangun ekosistem kompetisi dan pembelajaran sains nasional yang berstandar internasional. Dengan semangat kolaborasi bersama sekolah dan guru di seluruh Indonesia, KPM terus menghadirkan ajang yang tidak hanya menantang, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi pendidikan nasional.
Selain IKSC, KPM juga secara konsisten menyelenggarakan berbagai program pengembangan kompetensi siswa seperti International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC), Uji Soal MNR (Matematika Nalaria Realistik), dan Asesmen Sains.
Semua program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis, logis, dan saintifik generasi muda Indonesia.
Sebagai pelaksana resmi IKSC di Indonesia, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan tahun ini, mulai dari sekolah, guru, orang tua, hingga para peserta.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, KPM optimis bahwa masa depan literasi sains Indonesia akan semakin meningkat kedepannya. IKSC bukan sekadar lomba, tetapi gerakan bersama untuk mencetak generasi yang mencintai ilmu pengetahuan dan siap menjadi bagian dari perubahan dunia.
Adapun hasil IKSC 2025 akan diumumkan pada 28 November 2025 melalui Akun Instagram resmi KPM @kpmseikhlasnya. https://www.instagram.com/kpmseikhlasnya/