Tim Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di event olimpiade internasional World Mathematics and Science Challenge (WMSC) 2025 yang menginjak tahun kedua pelaksanaannya. WMSC tahun 2025 diselenggarakan di Zamboanga City, Philippines  tanggal 15 – 18 Desember. WMSC merupakan lomba olimpiade internasional yang diperuntukkan bagi para pemula yang ingin mengenal soal-soal olimpiade di bidang Matematika dan Sains.

WMSC 2025 diikuti oleh total 88 peserta bidang Matematika dan 85 peserta bidang Sains yang berasal dari 5 negara, yakni; Indonesia, Bulgaria, Philipina, Thailand, dan Vietnam. Tim Indonesia diwakili oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) mengirimkan sebanyak 29 peserta bidang Matematika dan Sains yang masing-masing terdiri dari level Middle Primary (kelas 3 – 4), Upper Primary (kelas 5 – 6), dan Junior (kelas 7 – 9).

Persiapan yang dilakukan oleh Tim KPM dalam menghadapi WMSC dengan mengadakan karantina online selama 4 pekan, diisi dengan sesi belajar dan simulasi. Selain itu, diadakan pula karantina offline selama 4 hari 3 malam di tanggal 11 – 14 Desember 2025, bertempat di Hotel Papyrus Tropical Hotel, Bogor. Kegiatan setiap pagi diawali pukul 04.00 WIB dengan agenda shalat Tahajud, shalat Subuh dan tadarus Al Qur’an. Kegiatan selanjutnya diisi dengan pemberian materi sebanyak 4 sesi dalam 1 hari yang diselingi dengan tea break pagi, ishoma dan tidur siang, tea break sore, dan juga selingan berupa agenda team building serta latihan tampilan (menari) di sore hari. Sesi malam ditutup dengan materi terakhir selama 90 menit hingga pukul 21.00 wib sebelum beranjak tidur.

Adapun rangkaian kegiatan selama 4 hari 3 malam mencakup kedatangan peserta setiap negara di hari pertama, kompetisi individu dan team di hari kedua, kemudian hari ketiga mencakup City Tour, Awarding Ceremony, dan Souvenir Exchange, dan diakhiri kepulangan ke negara masing-masing di hari keempat. Tim Indonesia menampilkan tarian yang menggambarkan ragam kebudayaan di Indonesia dengan diiringi lagu-lagu daerah, serta beberapa gerakan tarian khas beberapa wilayah di Indonesia.

Team Leader WMSC 2025, Ryky Tunggal Saputra Aji, S.Pd, menyampaikan bahwa peserta memiliki antusias yang sangat tinggi serta keinginan besar untuk segera berkompetisi baik di Individual Contest maupun Team Contest. Selain itu juga peserta bersemangat dalam mengikuti kegiatan-kegiatan pengiring, seperti Fun Class (kegiatan eksplorasi yang menggabungkan tim antar negara peserta).

Ikram Andvari Akhmad, siswa kelas 7 SMP Cahaya Rancamaya, yang berhasil memperoleh medali Emas bidang Sains mengungkapkan pengalaman menyenangkannya selama rangkaian kegiatan WMSC. “Semuanya menyenangkan, terlebih Ayah sangat mendukung. Yang menjadi tantangan adalah dalam hal membagi waktu. Ke depannya saya berharap bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan belajar dalam bidang Sains.” Hal senada diungkapkan oleh Muhammad Raihan Al Biruni, siswa MI Mumtaza Islamic School Tangerang Selatan, yang juga mendapat perolehan medali Emas di level Upper Primary.  Ia mengungkapkan sangat menikmati rangkaian kegiatan WMSC dengan soal-soal yang dirasa seru ditambah dengan dukungan penuh dari orangtua dan guru-guru KPM, ke depannya berharap bisa menjadi lebih baik dan bisa memenangkan Olimpiade Siswa Nasional (OSN).

Berikut prestasi yang berhasil diraih Indonesia dalam bidang Sains dan Matematika:

Bidang Sains           : 2 Medali Emas, 5 Medali Perak, 4 Medali Perunggu, 2 Medali Merit

                                     (Individu Award).

                                     1 Medali Emas, 2 Medali Perak, 1 Medali Perunggu (Team Award).

Bidang Matematika: 1 Medali Perak, 4 Medali Perunggu, 7 Medali Merit (Individu Award)

                                      4 Medali Perunggu (Team Award).


Daftar peserta dan raihan medali yang diperoleh:

Bidang Sains

Emas               : Muhammad Raihan Al Biruni, Ikram Andvari Akhmad.

Perak               : Alfatih Rayyan Nugroho, Zayyana Zakira, Hanifa Almaira,

                           Muhammad Dzaki Afkar, Andi Ayesha Aqeela.

Perunggu        : Danya Callysta Wirawan, Kevin Arrasy Mahhardewantara,

                           Sarah Khalisah Putri Ranu, Syaf Absyar Agatha.

Merit                : Nawrah Halwa Faizah, Tobyas Daniel Parman.

 

Bidang Matematika

Perak               : Syarifah Keisha Zara Sabrina.

Perunggu        : Aila Nadhifa Zain Putri, Muhammad Damar Aqila Pramudya,

                           Siti Nur Fadhilah, Kian Ibrahim Zacky Miharja.

Merit                : Maleia Janeeta Hermawan, Ezio Zacky Domirian Miharja,

                           Sheina Azzahra, Ibrahim Allbe Lendistanu, Bulan Naura Putri Pangestu,

                           Abdurrahman Idris Yudhowijoyo.


Di tahun mendatang, KPM memiliki harapan semakin banyak lagi peserta yang ikut karena WMSC ini lomba yang menarik, dapat diikuti oleh anak-anak yang ingin terjun di olimpiade, dan memiliki banyak manfaat. Manfaat tidak hanya di bidang akademik, melainkan juga pengembangan diri bagi para peserta.