Semangat berkompetisi di bulan suci Ramadan mewarnai pelaksanaan Babak Penyisihan Kompetisi Sains dan Pendidikan Islam (KOSPI) ke-3 yang diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) pada Minggu, 8 Maret 2026. Kompetisi ini menjadi momentum bagi para siswa Muslim untuk tetap berprestasi, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman melalui ajang ilmiah yang memadukan sains dan Pendidikan Agama Islam.

Pada penyelenggaraan tahun ini, KOSPI dilaksanakan dengan dua pola pelaksanaan, yaitu daring dan luring. Hal ini menjadi pembeda dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya dilaksanakan secara daring. Dari total 1.327 peserta, sebanyak 613 peserta mengikuti secara luring, sementara 714 peserta mengikuti secara daring. Jumlah ini menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 1.227 peserta.

Salah satu peserta, Alisha Aulia Ilmi dari SMP Daar En Nisa Islamic Bogor, Jawa Barat, yang mengikuti KOSPI Level 7–9 SMP, mengaku antusias mengikuti kompetisi ini. “Sebenarnya saya sudah menantikan kompetisi ini sejak tahun lalu, tetapi saat itu saya terlambat mendaftar,” ujarnya. Untuk mempersiapkan diri, ia mempelajari kembali simulasi KOSPI yang disediakan oleh KPM. Ia juga berharap dapat kembali mengikuti KOSPI di tahun depan, meskipun kemungkinan tidak dapat berpartisipasi lagi karena akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Sementara itu, Nur Faiqah Ahmad dari SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga, Makassar, tertarik mengikuti KOSPI karena kompetisi ini memadukan dua bidang pelajaran sekaligus, yaitu IPA dan Pendidikan Agama Islam. Ia mengaku bagian soal PAI menjadi yang paling menantang karena dirinya lebih sering mempelajari IPA dalam kehidupan sehari-hari. “Saya berharap bisa memenangkan medali dan menjadi juara di KOSPI ke-3 tahun ini, sekaligus mendapatkan ilmu baru dari kompetisi ini,” tambahnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Sultan Bara Hidayat dari SDIT IQRA’ 2, Kota Bengkulu, yang mengikuti KOSPI Level 5–6 SD. “Saya ingin menjadi lebih pintar dalam menjawab soal IPA dan PAI,” ujarnya. Ia merasa senang dapat mengikuti kompetisi ini karena menjadi kesempatan untuk mengasah pengetahuan dalam bidang IPA dan Pendidikan Agama Islam.

Antusiasme para peserta tersebut menunjukkan bahwa KOSPI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sains sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai keislaman. 

Tri Jumsari, S.Kom., selaku Manajer Lomba KPM, berharap pada tahun-tahun mendatang peminat KOSPI semakin meningkat. Ia juga berharap kompetisi ini dapat terus menjadi ruang bagi lahirnya generasi muda Muslim yang cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia melalui integrasi sains dan nilai-nilai keislaman.

Hasil babak penyisihan akan diumumkan pada 14 Maret 2026 melalui media sosial resmi KPM. Peserta yang lolos akan melanjutkan ke babak final pada 29 Maret 2026.

Bagi siswa yang berminat mengikuti berbagai kompetisi yang diselenggarakan oleh KPM, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Instagram resmi @kpmseikhlasnya di https://www.instagram.com/kpmseikhlasnya/ atau dengan menghubungi +62 813-1034-3400.