Oleh: Raden Ridwan Hasan Saputra

            Tulisan ini dibuat bukan oleh seorang ahli tafsir Al Quran, jadi mohon maaf jika mungkin ada kekeliruan. Tulisan ini dibuat oleh manusia yang suka mengotak-atik angka jadi semoga ada kemanfaatan walaupun hanya sedikit. Tulisan ini bertujuan untuk menambahkan keyakinan kita bahwa Al Quran merupakan mu’jizat yang luar biasa, karena bisa dipelajari oleh banyak manusia dengan berbagai latar belakang termasuk orang yang bukan ahli tafsir Al Quran seperti saya. Tulisan ini dibuat dalam rangka menyambut hari matematika internasional yang jatuh pada tanggal 14 Maret dan yang jauh lebih penting adalah dalam rangka mengkaji Al Quran di bulan turunnya Al Quran yaitu bulan Ramadan. Kebetulan hari matematika internasional tahun ini jatuh di bulan Ramadan 1447 H.

            Awal mula saya tertarik untuk mengkaji bilangan 36 di dalam Al Quran adalah karena rasa penasaran saya ketika membaca surat yasin ayat 36 yang artinya:

Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

Ayat ini berbicara tentang pasangan-pasangan, awalnya saya melihat hanya dari isi ayatnya saja. Setelah saya memperhatikan lebih teliti di surat yasin ayat 36, saya melihat ada keunikan ketika ayat ini dituliskan sebagai QS 36:36. Penulisan ayat yang membahas tentang pasangan ternyata penulisannya juga seperti berpasangan yaitu 36:36. Keunikan ini membuat saya penasaran kenapa untuk menunjukkan pasangan ini digunakan bilangan 36 bukan bilangan yang lain. Supaya rasa penasaran ini bisa hilang maka saya mencoba mengkaji bilangan 36 pada surat-surat di Al Quran.

Sebelum saya menyampaikan temuan saya tentang bilangan 36 pada surat-surat di Al Quran, saya ingin menyampaikan keunikan 36 dalam sudut pandang matematika. Bilangan 36 adalah bilangan persegi dan bilangan triangular. Bilangan 36 adalah bilangan terkecil yang memiliki 9 faktor sempurna yaitu 1, 2, 3, 4, 6, 9, 12, 18, 36. Bilangan 36 juga adalah bilangan kuadrat yang terkecil yang merupakan perkalian dari kuadrat dua bilangan prima pertama. Bilangan 36 jika dituliskan dalam bilangan basis akan menghasikan bentuk berikut: 1001002, 11003, 2104, 1215, 1006, 517, 448 dan 409. Ini keunikan 36 yang saya pahami, bisa jadi ada keunikan lain menurut orang yang mempunyai pengetahuan lebih tentang bilangan 36.

Setelah saya mulai mengkaji bilangan 36 di Al Quran muncul ketertarikan saya pada surat An Nisa’ ayat 36 atau QS 4:36 yang terjemahannya adalah sebagai berikut:

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.

Pada ayat ini angka 9 digunakan untuk menunjukkan banyaknya kriteria orang dimana kita harus berbuat baik yaitu (1) kedua orang tua, (2) karib kerabat, (3) anak-anak yatim, (4) orang-orang miskin, (5) tetangga dekat dan (6) tetangga jauh, (7) teman sejawat, (8) ibnusabil, (9) serta hamba sahaya yang kamu miliki. Angka 9 ini jika dikalikan dengan nomor surat maka akan menghasilkan 9 × 4 = 36. Keunikan disini adalah angka pada isi ayat jika dikalikan nomor surat akan menghasilkan nomor ayat.

Temuan kedua dari bilangan 36 ini ada pada Surat At-Taubah ayat 36 atau QS 9:36 yang terjemahannya adalah sebagai berikut:

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.

Pada ayat ini angka 4 yang digunakan untuk bulan haram, keempat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Angka 4 ini jika dikalikan dengan nomor surat maka akan menghasilkan 4 × 9 = 36. Keunikan disini masih sama dengan sebelumnya yaitu angka pada isi ayat jika dikalikan nomor surat akan menghasilkan nomor ayat.

Temuan ketiga dari bilangan 36 ini ada pada surat Yusuf ayat 36 atau QS 12:36 yang terjemahannya adalah sebagai berikut:

Bersama dia (Yusuf) masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara. Salah satunya berkata, “Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur,” dan yang lainnya berkata, “Aku bermimpi membawa roti di atas kepalaku. Sebagiannya dimakan burung.” (Keduanya berkata,) “Jelaskanlah kepada kami takwilnya! Sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang-orang yang berbuat baik.”

Pada ayat ini angka 3 digunakan untuk menunjukkan banyaknya orang yang masuk penjara yaitu Nabi Yusuf dan dua orang pemuda. Angka 3 ini jika dikalikan dengan nomor surat maka akan menghasilkan 3 × 12 = 36. Keunikan disini masih sama dengan sebelumnya yaitu angka pada isi ayat jika dikalikan nomor surat akan menghasilkan nomor ayat.

Proses pencarian saya yang dimulai dengan memeriksa semua surat yang ada ayat 36 nya hanya menemukan 3 ayat di atas yang terhubung dengan matematika, ini sependek yang saya ketahui. Kemudian saya mencoba mencari bilangan 36 dalam bentuk lain seperti sebagai bentuk perkalian 1 × 36, 2 × 18, 3 × 12, 4 × 9 dan 6 × 6, dimana salah satu angkanya bertukaran sebagai nomor surat dan ayat. Pencarian dengan metode ini, ternyata saya belum menemukan ayat yang terhubung dengan angka-angka. Kemudian saya melihat bilangan 36 sebagai bilangan basis dimana bilangan dan nilai basisnya bertukaran sebagai nomor surat dan ayat. Metode ini pun saya belum menemukan ayat yang berhubungan dengan angka-angka.

Kemudian saya mencoba melihat bilangan 36 sebagai bentuk penjumlahan seperti 1 + 35, 2 + 34,.., 35 + 1. Bentuk penjumlahan tersebut saya buat posisinya bertukaran sebagai nomor surat dan ayat. Setelah saya telusuri ada ayat satu yang terhubung dengan angka-angka yaitu surat Fathir ayat 36 atau QS 35:1 yang terjemahannya adalah sebagai berikut:

Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Dia menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Pada ayat ini angka yang digunakan ada 2, 3 dan 4 yang menunjukan jumlah sayap malaikat-malaikat. Jika menggunakan operasi bilangan yang tepat angka-angka pada surat Al Fathir ayat 1 ini masih bisa terhubung dengan bilangan 36, yaitu 32×4 = 36. Menurut saya ini juga adalah keunikan dari bilangan 36.

Ada lagi yang menurut saya keunikan dari 36 yang ada dalam Al Quran. Jika kita menyusun angka-angka yang ada pada ayat 36 dan nomor suratnya dimulai dari yang terkecil maka kita akan mendapatkan barisan bilangan sebagai berikut 3, 4, 9, 12, 36. Saya melihat  barisan ini mempunyai pola khusus yaitu bilangan ke-4 merupakan perkalian angka ke-1 dan angka ke-2, bilangan ke-5 merupakan perkalian angka ke-2 dan ke-3. Saya jadi berpikir untuk melanjutkan barisan bilangan ini dengan pola tadi sehingga dihasilkan barisan bilangan sebagai berikut 3, 4, 9, 12, 36, 108, 432, 3888, 46656, 1679616, 181398528, 78364164096 dst. Khusus barisan bilangan ini saya belum bisa berkomentar banyak, karena sepertinya butuh waktu khusus untuk menelaahnya atau mungkin para pembaca ada yang sudah mengenal pola bilangan ini?.

            Akhir dari tulisan saya setelah saya mengotak-atik bilangan 36 di dalam Al Quran. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa Al Quran ini mu’jizat yang sangat luar biasa. Jika dilihat dari sudut pandang angka saja banyak hal yang sangat menakjubkan. Tulisan saya tentang bilangan 36 masih dalam tahap dasar, bisa jadi ada yang lebih paham tafsir Al Quran memaknai bilangan 36 jauh lebih mendalam. Saya hanya berharap Allah ridho dengan upaya saya membolak-balik kitab terjemahan Al Quran untuk mencari makna bilangan 36. Semoga tulisan ini menambah pengetahuan dan keimanan bagi kita semua.

 

Bogor, 10 Maret 2026

Raden Ridwan Hasan Saputra

Pendiri Klinik Pendidikan MIPA

Kaprodi Pendidikan Matematika FKIP UIKA Bogor

HP: 0812-8034-1100

Email: prmipa@yahoo.com