Sebanyak 657 peserta dari tiga negara, yaitu Thailand, Malaysia, dan Indonesia, berkumpul dalam semangat persaudaraan dan petualangan di ajang International Scout Camp 2025 yang digelar pada 4–7 Agustus 2025 di Songkhom Islam Wittaya School, Distrik Sadao, Provinsi Songkhla, Thailand.

Indonesia mengirimkan 20 peserta yang didampingi langsung oleh tim dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM), yang turut berperan aktif dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui kegiatan edukatif berskala global. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman internasional kepada para peserta pramuka serta mendorong mereka untuk saling berbagi wawasan, keterampilan, dan semangat persatuan lintas negara.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta tinggal dan bermalam di tenda perkemahan, yang menambah nuansa petualangan khas pramuka. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan resmi dan festival kebudayaan, di mana setiap negara menampilkan kerajinan tangan, makanan khas, serta pameran budaya masing-masing.

Petualangan berlanjut saat para peserta mengikuti kegiatan luar ruangan di Sub Division 9 Special Training Division, Sadap, sebuah pusat pelatihan khusus yang menawarkan berbagai tantangan kepanduan. Di tempat ini, mereka dibekali dengan keterampilan fisik dan mental melalui aktivitas-aktivitas seperti simulasi rintangan, pelatihan disiplin, serta kegiatan yang menguji kekompakan tim. Suasana penuh semangat dan tantangan membentuk karakter para peserta untuk menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, dan sigap dalam situasi apa pun.

Di samping kegiatan fisik dan pelatihan kepanduan, peserta juga diajak menjelajah sisi edukatif dan wisata dari Songkhla. Mereka mengunjungi Hat Yai Songkhla National Museum untuk memperluas wawasan sejarah dan budaya lokal. Selanjutnya, keindahan Samila Beach tempat para peserta menikmati panorama pantai yang memukau sambil bersantai bersama teman-teman dari berbagai negara. Perpaduan antara latihan fisik, pembelajaran budaya, dan rekreasi ini menjadikan pengalaman International Scout Camp 2025 begitu lengkap dan tak terlupakan.

Pada Closing Ceremony International Scout Camp yang juga menjadi malam Cultural Night, Indonesia turut menyemarakkan suasana dengan penampilan istimewa seperti Tari Tradisional Khas Karawang dan Tari Wonderful Indonesia. Kedua tarian tersebut berhasil mencuri perhatian peserta dari berbagai negara dan menjadi simbol kekayaan budaya Nusantara yang penuh warna.

Kemeriahan malam kebudayaan pun semakin terasa saat para peserta dari berbagai negara saling bertukar suvenir khas negaranya masing-masing. Momen ini bukan hanya menjadi simbol persahabatan lintas budaya, tetapi juga menjadi kenang-kenangan penuh makna yang akan dibawa pulang dan dikenang sepanjang hayat.

Salah satu peserta, Vhiero Ell Izzati, siswa kelas 12 dari MA Attaqwa Pusat Putra, Bekasi, mengungkapkan rasa bahagianya setelah mengikuti International Scout Camp 2025. “Senang sekali bisa ikut kegiatan ini. Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan, mulai dari menjelajahi hutan saat outbound, menghadapi tantangan rintangan alam, hingga berinteraksi langsung dengan teman-teman dari Thailand dan Malaysia. Kami belajar saling menyesuaikan, terutama dalam berbahasa, agar bisa saling memahami satu sama lain. Kami juga makan bersama, ngobrol, dan melakukan berbagai aktivitas kebersamaan yang seru dan mempererat persahabatan. Saya jadi semakin sadar bahwa dunia ini sangat luas dan penuh keragaman. Dari sini saya belajar bahwa menjelajah dunia bukan hanya menyenangkan, tapi juga membuka wawasan.”

International Scout Camp bukan sekadar kegiatan liburan atau perkemahan biasa. Melalui kegiatan nyata di alam terbuka, tantangan fisik dan mental, serta bimbingan dari para pemimpin pramuka berpengalaman, para peserta dibentuk menjadi pribadi yang mandiri, peduli, bersahabat, dan tangguh dalam menghadapi masa depan.

International Scout Camp 2025 juga membuktikan bahwa gerakan pramuka merupakan wadah yang efektif dalam membina generasi muda melalui pendekatan yang menyenangkan, penuh makna, dan penuh pengalaman.