Olimpiade Sains Al Azhar (OSA) XVIII yang diperuntukkan bagi siswa Al Azhar level Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) seluruh Indonesia kembali digelar sebagai ajang kompetisi akademik bergengsi yang mendorong lahirnya generasi unggul di bidang sains. Setelah melalui babak penyisihan yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu 17 Januari 2026, para peserta terbaik kembali berkompetisi dalam babak final yang diselenggarakan secara luring di Kampus Al Azhar Kebayoran Baru pada Sabtu 24 Januari 2026. Pada penyelenggaraan tahun ini, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dipercaya berkontribusi strategis sebagai tim pembuat soal dan dewan juri pada level SD – SMP bidang IPA dan Matematika, sebuah peran penting yang menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kualitas, objektivitas dan standar kompetisi olimpiade. Hal tersebut tidak lepas dari tujuan pelaksanaan OSA yakni sebagai persiapan menuju Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan penjaminan mutu Al Azhar.

Babak penyisihan diikuti oleh 2.669 peserta yang terdiri dari 1.076 siswa SD, 765 siswa SMP, dan 828 siswa SMA. Dari proses seleksi tersebut, 425 siswa terbaik yang terdiri dari 140 siswa SD, 105 siswa SMP, dan 180 siswa SMA kemudian melaju ke babak final. Dalam pelaksanaannya, baik pada babak penyisihan maupun babak final, peserta diberikan waktu pengerjaan soal selama 120 menit. Pada babak final, siswa SD yang mengikuti bidang IPA mengerjakan soal selama 120 menit terkait konsep IPA terhadap fenomena alam dan isu-isu terkini, mencakup uraian sebanyak 10 soal dan observasi (praktikum). Untuk level SMP, pengerjaan soal selama 120 menit mencakup 20 soal pilihan ganda, 10 soal isian singkat, dan 6 soal uraian. Sementara itu, siswa SD yang mengikuti bidang Matematika mengerjakan soal selama 120 menit mencakup uraian dan eksplorasi masing-masing sebanyak 5 soal. Untuk level SMP bidang Matematika pengerjaan soal selama 120 menit mencakup 10 soal pilihan ganda, 5 soal isian singkat, dan 5 soal uraian.

Kesan positif turut disampaikan oleh perwakilan peserta, Radhea Rui Estiningtyas siswi kelas 7 SMP Islam Al Azhar 8 Bekasi, yang menilai penyelenggaraan OSA XVIII berjalan sangat baik. Menurutnya, rangkaian acara yang menarik serta soal-soal lomba yang menantang namun mudah dipahami memberikan pengalaman berharga. Radhea mengaku merasa senang dan bangga dapat meraih medali pada ajang tersebut, yang tidak lepas dari proses belajar yang konsisten serta dukungan pembinaan dari sekolah dan KPM.

Selain sebagai ajang kompetisi, OSA XVIII juga memberikan berbagai benefit bagi peserta. Seluruh peserta berhak memperoleh sertifikat keikutsertaan, dan bagi para pemenang akan mendapatkan medali serta piagam penghargaan untuk setiap bidang studi, yang mencakup: Level SD 5 emas, 7 perak, 9 perunggu, 14 honorable mention; Level SMP 4 emas, 6 perak, 8 perunggu, 17 honorable mention; serta level SMA 3 emas, 4 perak, 5 perunggu, 8 honorable mention. Selain itu, akan diberikan juga uang pembinaan untuk peraih medali emas, perak, dan perunggu.

Dukungan lain yang diberikan oleh KPM dalam rangka melahirkan para juara OSA yakni memberikan pendampingan untuk bidang Matematika dan IPA level SD dan SMP. “KPM turut memberikan pembekalan kepada para peserta OSA sebelum mereka masuk pada babak penyisihan, melalui program Pelatihan Murid Olimpiade (PMO) dan juga bagi para guru Al Azhar yakni program Pelatihan Guru Olimpiade (PGO),” ungkap Ardianto, S.T selaku General Manager Lomba dan Pelatihan Siswa KPM mewakili pihak Panitia Al Azhar.

Bagi Sahabat KPM yang tertarik untuk mengundang Tim KPM terkait permohonan untuk tim pembuat soal olimpiade dan tim juri olimpiade, dapat menghubungi KPM Lomba melalui narahubung 0813-1034-3400.