Dalam upaya mendukung generasi muda Indonesia agar siap berkompetisi di
tingkat global, Klinik Pendidikan Manusia (KPM) kembali mengirimkan delegasi
terbaiknya ke Kedah International STEM and English in Camp Batch 3 yang
berlangsung pada 13-15 Januari 2025. Acara bergengsi ini merupakan ajang
edukasi internasional yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk
berkolaborasi, berinovasi, dan mengembangkan keterampilan di bidang STEM
(Science, Technology, Engineering, Mathematics) serta bahasa Inggris.
Berbeda dengan dua batch sebelumnya yang hanya melibatkan tiga
negara yaitu Malaysia, Indonesia, dan Thailand, Batch 3 kali ini
mencatatkan sejarah baru dengan bergabungnya Vietnam sebagai negara
peserta, menjadikan total negara yang terlibat dalam ajang ini menjadi empat.
Sebanyak 117 siswa dari negara-negara ini mengikuti serangkaian kegiatan yang
tidak hanya menantang keterampilan akademik mereka, tetapi juga memperkaya
pengalaman mereka dalam hal sosial dan budaya.
Pada batch ketiga ini, KPM mengirimkan empat siswa terbaik dari
berbagai sekolah, yaitu:
- Abdul Aziz, kelas 9 dari SMPI Al Azhar 08 Kemang
Pratama Bekasi, Bekasi
- Alif Ahmad Al Abqory, kelas 8 dari SMPI Al Azhar 22 Jakarta, Jakarta
- Adzkiran Aqra Azhly, kelas 9 dari SMP Fiwa School, Bogor
- Keenzha Athallah Fahrureza, kelas 7 dari SMP Alexandria Islamic School,
Bekasi
Keempat
siswa ini mengikuti aktivitas yang fokus pada pengembangan keterampilan STEM,
seperti eksperimen ilmiah, pengembangan proyek teknologi, serta presentasi
dalam bahasa Inggris. Mereka juga mendapatkan pengalaman bekerja sama dengan
peserta internasional, yang membuka wawasan baru tentang keberagaman budaya dan
cara berpikir. Para peserta terlibat dalam berbagai aktivitas yang memperkuat
kemampuan kerja sama tim serta memperluas jaringan internasional mereka. Bahasa
Inggris menjadi elemen utama dalam komunikasi, memberikan kesempatan untuk
berlatih dan meningkatkan kemampuan bahasa global.
Selain
kegiatan STEM, peserta juga mengikuti eksplorasi alam. Kunjungan ke Kilim
Geopark memperkenalkan geologi dan mangrove Langkawi, sementara di Paradise
101, mereka mengasah keterampilan bertahan hidup, kerja sama tim, dan
kreativitas. Aktivitas ini mempererat hubungan antar peserta.
Alif Ahmad Al Abqory, salah satu peserta, mengungkapkan pengalamannya dengan antusias.
"Event ini sudah mengajarkan kita banyak hal tentang pentingnya
kebersamaan dalam satu tim, kerja sama dalam satu tim, dan bagaimana kita bisa
melakukan koneksi dengan orang-orang yang baru kita temui, baik dari teman
maupun suasana yang baru. Menurut saya, event ini sangat menarik,” ujarnya.
Alif juga menekankan betapa interaksi dengan peserta dari negara lain
memperkaya pengalamannya, serta memperkuat nilai kebersamaan dalam mencapai
tujuan bersama.
Sementara itu, Abdul Aziz Iskandar memberikan kesan yang mendalam
terkait pengalaman budaya yang dia rasakan. “Kesannya sangat mengejutkan
karena dulu saya berpikir bahwa Malaysia akan sama saja bahasa dan budayanya
dengan Indonesia, tapi ternyata ada banyak kebudayaan baru yang agak mengejutkan.
Ada beberapa kegiatan yang menunjukkan kepada saya bahwa kita jangan pernah
merendahkan orang lain, karena mereka menunjukkan kepada saya bahwa mereka
lebih hebat dari yang saya kira. Saya harap bisa mengikuti event ini lagi agar
mendapatkan teman baru,” ungkap Abdul Aziz, yang merasa lebih terbuka
terhadap keberagaman budaya dan pentingnya menghargai perbedaan.
Kegiatan Kedah International STEM and English in Camp Batch 3 memberikan
kesempatan bagi peserta untuk mengasah keterampilan STEM, sosial, dan
komunikasi, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui pengalaman
lintas budaya. Dengan keberagaman peserta dari berbagai negara, termasuk
Vietnam, kegiatan ini memperkuat karakter, keterampilan tim, dan kepercayaan
diri mereka, mempersiapkan mereka untuk menjadi pemimpin global.
Partisipasi dalam ajang ini sejalan dengan komitmen KPM untuk
meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi siswa Indonesia, mempersiapkan
mereka untuk berkompetisi di tingkat internasional dan mengembangkan
keterampilan yang relevan di dunia profesional.