Dalam upaya membantu mengatasi berbagai tantangan pembelajaran matematika di sekolah, Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Suprarasional dan Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) bagi guru-guru SMP-SMA/SMK negeri dan swasta di Kabupaten Karawang.

Kegiatan ini diselenggarakan atas inisiatif SMK Perguruan CIKINI-KIIC Karawang, yang kemudian disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang. Program tersebut mendapat sambutan positif sebagai salah satu upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan pembelajaran matematika yang lebih bermakna dan menyenangkan.

Pelatihan berlangsung pada 1–2 Agustus 2026 di aula SMK Perguruan Cikini CIIK, Karawang, Jawa Barat. Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta, yang terdiri atas seluruh guru SMK Perguruan CIKINI-KIIC Karawang serta guru Matematika dari 15 SMP-SMA/SMK negeri dan swasta mitra sekolah tersebut.

Pada sesi Pelatihan Suprarasional, peserta diajak membangun karakter, pola pikir, dan spiritualitas sebagai fondasi dalam menjalankan profesi pendidik. Materi yang disampaikan meliputi "Menjadi Karyawan Allah", "Memaksimalkan Tabungan Jiwa", dan "Merencanakan Kesusahan". Melalui materi tersebut, guru didorong untuk memaknai profesinya sebagai amanah sekaligus ladang ibadah, sehingga mampu mengajar dengan penuh keikhlasan, integritas, dan semangat memberikan manfaat.

Sementara itu, pada sesi Pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR), peserta diperkenalkan pada strategi pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan penalaran melalui pendekatan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi "Matematika: dari Monster Jadi Master", "Jembatan 5M (Mengantar Murid Menyeberang dari Menghafal jadi Memahami): dari Masalah Menjadi Wah", dan "Soal Cerita ala MNR".

Wurdono, M.Pd., Kepala SMK Perguruan CIKINI-KIIC Karawang, menilai pelatihan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah. Menurutnya, para guru memperoleh banyak wawasan dan metode baru yang dapat diterapkan di kelas sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami siswa.

"Kami melihat para guru sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka mendapatkan solusi atas berbagai kesulitan dalam mengajarkan matematika. KPM telah memberikan inspirasi dan motivasi baru sehingga guru lebih percaya diri dalam mengajar. Harapan kami, matematika tidak lagi menjadi pelajaran yang menakutkan, tetapi menjadi pelajaran yang menyenangkan, sehingga anak-anak tersenyum saat bertemu guru matematika," katanya.

Salah satu peserta, Azka Khoerunnisa, guru Matematika dari SMP Al Mushlih Karawang, Jawa Barat, mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena penasaran dengan konsep Matematika Nalaria Realistik (MNR). Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan strategi pembelajaran, tetapi juga mengubah cara pandangnya terhadap profesi guru dan proses belajar matematika.

"Di hari pertama, pelatihan ini benar-benar membuka pandangan saya bahwa menjadi seorang guru harus dilandasi dengan keikhlasan agar setiap langkah dalam mengajar bernilai pahala dan mendapat rida Allah. Saya juga semakin memahami bahwa sebelum mengajarkan cara menyelesaikan soal, guru perlu menumbuhkan rasa suka siswa terhadap Matematika terlebih dahulu. Pelatihan ini mendorong saya untuk lebih kreatif dalam merancang pembelajaran yang konkret, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya akan menyusun kembali modul ajar dan strategi pembelajaran agar lebih menarik sehingga siswa semakin senang belajar Matematika," tuturnya.

Hal senada disampaikan Nuri Dianti Astuti, guru dari SMK Perguruan CIKINI-KIIC Karawang, Jawa Barat. Ia menilai pendekatan Matematika Nalaria Realistik mampu menjawab keresahan para guru yang selama ini menghadapi peserta didik dengan kemampuan dasar matematika yang masih beragam.

"Melalui pelatihan ini kami belajar bahwa pembelajaran matematika sebaiknya dimulai dari permasalahan yang dekat dengan kehidupan siswa. Dengan cara tersebut, siswa lebih mudah memahami konsep dan tidak lagi merasa takut terhadap matematika. Saya berharap pelatihan seperti ini dapat terus diperluas ke berbagai daerah agar semakin banyak guru memperoleh solusi dan inspirasi dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih bermakna," ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui penguatan kompetensi guru, baik dari aspek pedagogik maupun pembentukan karakter. Melalui kolaborasi bersama SMK Perguruan CIKINI-KIIC Karawang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, KPM berharap semakin banyak guru mampu menghadirkan pembelajaran matematika yang inspiratif, menyenangkan, dan berdampak positif bagi perkembangan peserta didik.

Ingin meng-upgrade kompetensi mengajar sekaligus meningkatkan kemampuan membina siswa dalam olimpiade Matematika dan IPA? Ikuti Pelatihan Olimpiade Guru Matematika dan IPA yang diselenggarakan KPM selama 3 hari 2 malam di Kantor KPM Pusat, Bogor.

Pelatihan ini dirancang untuk membantu guru menguasai strategi pembinaan olimpiade, pendalaman materi, serta metode pembelajaran yang efektif dan aplikatif.

Pendaftaran: https://bit.ly/PelatOlim3H2M dan untuk informasi lebih lengkap bisa menghubungi 0812-8034-1100