Seleksi Guru dan Siswa Program Sekolah Unggulan
MIPA Muhammadiyah (SUMM) sebagai rangkaian kegiatan dari tahapan awal
pembentukan SUMM telah dilaksanakan pada Minggu 28 Desember 2025 secara daring.
Kegiatan dibagi menjadi 2 sesi, diawali dengan seleksi siswa di pagi hari dan
dilanjutkan seleksi guru di siang hari.
Program SUMM didirikan sebagai inisiatif
strategis untuk menciptakan generasi yang unggul dalam MIPA dan memastikan
terpenuhinya kemampuan daya saing di kancah global. SUMM adalah sekolah yang
secara khusus disiapkan untuk melahirkan para juara Olimpiade Matematika dan
IPA, baik di tingkat nasional maupun internasional. Program ini tidak hanya
berfokus pada pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem Pendidikan MIPA yang
kokoh dan menargetkan cakupan wilayah di 9 propinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat,
Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Lampung, Sumatera Utara, Sulawesi
Selatan).
Sekolah yang menjadi bagian dari Program
Unggulan MIPA Muhammadiyah harus memenuhi kriteria yang ketat, termasuk
memiliki guru dan siswa yang potensial di bidang MIPA, didukung penuh oleh
orang tua siswa, serta memiliki sarana dan prasarana yang memadai. SUMM
berperan sebagai pondasi untuk menyiapkan siswa dalam menghadapi tantangan yang
lebih besar, yaitu mengikuti Program Pembinaan Olimpiade (IMSO, OSN, dan OMI).
Oleh karena itu, melalui kemitraan dengan
Klinik Pendidikan MIPA (KPM), program ini dirancang secara sistematis melalui
seleksi guru dan siswa, pelatihan berjenjang, serta pelaksanaan kompetisi
internal dan eksternal. Program ini secara khusus menargetkan seluruh siswa
Muhammadiyah di berbagai daerah, dengan harapan dapat mencetak kontingen
olimpiade yang solid dan berprestasi di tahun-tahun mendatang.
Tercatat sebanyak 749 siswa SD, SMP dan SMA
bidang Matematika dan IPA yang mengikuti seleksi siswa SUMM, dengan rincian 308
siswa SD/MI dan SMP/MTs bidang IPA, serta 441 siswa SD/MI hingga SMA/MA bidang Matematika.
Sementara itu, data jumlah peserta seleksi guru sebanyak 276, dengan rincian
125 guru SD/MI dan SMP/MTs bidang IPA dan 151 guru SD/MI hingga SMA/MA bidang
Matematika.
“Soal cukup menantang dan bervariasi. Siswa
diajak berpikir logis dan teliti dalam menyelesaikan soal, tidak hanya
menghitung tetapi juga memahami caranya. Harapan saya bisa lolos seleksi SUMM
dan terus meningkatkan prestasi,” ujar Afiqah Queena Ratifa, siswi SD
Muhammadiyah 1 Taman Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, yang mengikuti seleksi
bidang Matematika. Tidak hanya siswa, kesan positif juga diberikan oleh para
guru. Disti Amelia, S.Pd guru kelas 7 SMP Muhammadiyah Bumiayu Kabupaten Brebes
Jawa Tengah yang mengajar bidang IPA mengungkapkan bahwa soal seleksi guru yang
diberikan sangat sesuai untuk melatih siswa dan guru dalam mempersiapkan diri
untuk olimpiade karena memerlukan ketelitian, dengan tingkat kesulitan soal
cukup bervariasi mulai dari kategori mudah hingga kategori HOTS.
Terkait rangkaian kegiatan lanjutan dalam
Program SUMM, Irvan Sanjaya, SE selaku General Manager Kaderisasi dan
Pengembangan Jaringan menyampaikan guru yang nilai tes seleksinya memenuhi
kualifikasi akan dipilih untuk mengikuti pelatihan secara luring 4 hari 3 malam
di KPM Pusat. Sementara itu, bagi siswa yang lolos tes seleksi akan ada agenda
lanjutan yakni pertemuan orang tua, dan di bulan Januari kegiatan belajar
mengajar pembinaan siswa/i sudah dimulai.
Bagi sekolah yang ingin mendirikan program
unggulan sekolah MIPA dan menjadi bagian dari kemitraan KPM, dapat menghubungi
narahubung 0821-1435-8620.