Upaya mencetak generasi unggul di bidang sains dan matematika tidak lepas dari peran guru sebagai pembina utama. Semangat inilah yang mewarnai Pelatihan Olimpiade Intensif Guru Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM) Gelombang 2 tingkat SD/MI yang telah sukses diselenggarakan.
Program ini merupakan bagian dari pembinaan lanjutan yang dirancang secara bertahap sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem olimpiade yang kuat di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Pelatihan guru Matematika yang berlangsung pada 21–24 April 2026 diikuti oleh 23 peserta. Sejak awal, peserta diuji melalui pre-test, lalu diajak mendalami materi seperti bilangan, kombinatorika, hingga aljabar dan geometri tidak hanya dari sisi konsep, tetapi juga strategi penyelesaian soal. Pendekatan cara berpikir suprarasional serta permainan matematika seperti NARA, PBM, dan PMBN membuat pembelajaran terasa lebih hidup, kreatif, dan bermakna. Hasilnya, terlihat perkembangan signifikan dalam pola pikir dan pendekatan peserta terhadap soal olimpiade.
Sementara itu, pelatihan guru IPA yang dilaksanakan pada 28 April hingga 1 Mei 2026 dengan 25 peserta menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif. Materi biologi, fisika, dan kimia disusun secara terintegrasi, dengan penekanan pada pemahaman konsep dan kemampuan analisis. Sesi praktikum menjadi momen penting yang menegaskan bahwa sains adalah proses eksplorasi yang harus dialami secara langsung.
Pendekatan STREAM (Science, Technology, Religion, Engineering, Arts, Mathematics) turut memperkaya pelatihan dengan mengintegrasikan aspek keilmuan, spiritual, dan kreativitas. Kegiatan kemudian ditutup dengan pemaparan KMS serta rencana tindak lanjut, guna memastikan implementasi nyata di sekolah masing-masing.
Antusiasme peserta tercermin dari berbagai testimoni yang disampaikan. Nadiya Fazillah, peserta IPA dari SD Muhammadiyah Langsa, Aceh, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberinya banyak perspektif baru dalam mengajar.
“Saya ingin menambah ilmu dan mencari metode terbaik untuk murid saya. Cara penyampaian dari tim pengajar sangat berkesan, karena ada ilmu baru yang bisa langsung diterapkan di sekolah kami di Aceh. Konsep STREAM menjadi bagian yang paling menarik, karena mengajak siswa belajar melalui proyek dan praktik yang menyenangkan,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Tina Safitri, peserta IPA dari SD Birrul Walidain Muhammadiyah Tanon, Sragen, Jawa Tengah. Ia mengaku mengikuti pelatihan ini sebagai upaya untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman dalam membina siswa OSN, sekaligus agar ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kembali kepada rekan guru lainnya.
Menurutnya, salah satu hal yang paling berkesan adalah perubahan cara pandang dalam melatih siswa. Ia menyadari bahwa pembinaan tidak cukup hanya berfokus pada latihan soal, tetapi juga harus diiringi dengan penyampaian materi yang menarik, pengaplikasian konsep, serta keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
“Melatih siswa tidak cukup hanya dengan latihan soal. Guru harus mampu menyampaikan materi dengan cara yang menarik serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari, agar siswa lebih termotivasi dan memahami konsep dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Fitriana Helani, peserta Matematika dari SD Muhammadiyah 1 Margahayu, Bandung, Jawa Barat, mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan.
“Banyak ilmu baru yang saya dapatkan, juga teman-teman baru, serta pengalaman belajar bersama para pengajar KPM. Saya bahkan menjadi termotivasi untuk terus meng-upgrade diri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun bukan berlatar belakang matematika, pelatihan ini justru membuka sudut pandang baru baginya. “Setelah mengikuti pelatihan, saya merasa matematika ternyata seru dan menyenangkan. Tidak hanya itu, saya juga mendapatkan nilai-nilai pembelajaran dari sisi spiritual melalui materi Suprarasional,” tuturnya.
General Manager Kaderisasi dan Pengembangan Jaringan KPM, Irvan Sanjaya, S.E., menyampaikan,
“Kami sangat bersyukur dan bahagia karena para peserta merasa puas dengan pelayanan yang kami berikan, mulai dari konsumsi khas Bogor, kenyamanan fasilitas, hingga rangkaian kegiatan yang padat namun tetap menyenangkan melalui eksplorasi, permainan, dan praktikum.”
Ia juga menambahkan, “Kami sangat terbuka dan siap apabila ada lembaga lain yang ingin bekerja sama atau mengadakan pelatihan di tempat kami.”
Rangkaian selanjutnya, Pelatihan Olimpiade Intensif SUMM akan berlanjut untuk jenjang yang lebih tinggi:
SMP Matematika: 5–8 Mei 2026
SMP IPA: 2–5 Juni 2026
SMA Matematika: 9–12 Juni 2026
Keberhasilan pelatihan ini menjadi pijakan untuk tahap selanjutnya. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang karena ketika guru bertumbuh, siswa pun akan melesat, dan dari sanalah lahir calon-calon juara masa depan Indonesia.
Untuk kerja sama pelatihan dan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
📞 0821-1435-8362