Sekitar 60 guru dari
berbagai sekolah di wilayah Cimahi dan Bandung Raya mengikuti Pelatihan
Olimpiade Matematika Level SD yang diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA
(KPM) di SD Plus Nurul Aulia, Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Sabtu–Minggu, 25–26
Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KPM memperluas
kebermanfaatan ilmu melalui penguatan kompetensi guru sebagai ujung tombak
pembinaan Olimpiade Matematika di sekolah.
General Manager
Kaderisasi dan Pengembangan Jaringan KPM, Irvan Sanjaya, S.E., menjelaskan
bahwa pelatihan ini lahir dari keyakinan bahwa ilmu akan semakin bernilai
ketika dibagikan kepada orang lain.
"Bagi kami, ilmu
akan semakin bernilai ketika dibagikan. Karena itu, tujuan utama pelatihan ini
adalah menghadirkan kebermanfaatan melalui berbagi pengalaman dan keahlian yang
selama puluhan tahun kami tekuni dalam pembinaan Olimpiade Matematika. Kami
berharap para guru di wilayah Cimahi dan Bandung Raya memperoleh wawasan,
strategi, dan cara berpikir yang dapat diterapkan di sekolah
masing-masing. Ketika satu guru bertumbuh, maka manfaatnya akan dirasakan
oleh ratusan bahkan ribuan peserta didik di masa depan. Itulah investasi
pendidikan yang sesungguhnya," ujarnya.
Pelatihan ini
merupakan tahap pertama dari rangkaian pelatihan yang dilaksanakan dalam dua
tahap. Tahap kedua akan dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Selama rangkaian tersebut, peserta akan memperoleh sembilan sesi materi sebagai
bekal untuk memahami, menguasai, dan mengajarkan Olimpiade Matematika secara
lebih sistematis. Peserta tidak hanya dibekali materi Olimpiade
Matematika, tetapi juga diajak membangun pola pikir sebagai seorang pembina
Olimpiade. Melalui pendekatan tersebut, matematika dipandang sebagai
proses bernalar dan memecahkan masalah. Selain itu, KPM memperkenalkan
materi Cara Berpikir Suprarasional yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual
dan kecerdasan hati sebagai bekal dalam mendidik peserta didik secara lebih
bijaksana.
Untuk menciptakan
pengalaman belajar yang lebih bermakna, pelatihan dikemas secara interaktif
melalui berbagai permainan edukatif, seperti Permainan Matematika Bela Negara,
Permainan NARA, Permainan Berlian Matematika, serta kegiatan eksplorasi
matematika. Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk melatih kemampuan
berpikir logis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, strategi, dan pemecahan
masalah, sekaligus memberikan inspirasi metode pembelajaran yang dapat
diterapkan di sekolah masing-masing.
Pelatihan ini mendapat
apresiasi positif dari para peserta. Azhara Distyani Suryono, guru dari Yayasan
Asih Putera, Jawa Barat, mengaku memperoleh perspektif baru dalam membina siswa
menghadapi Olimpiade Matematika.
"Pelatihan ini
sangat membuka dan menambah wawasan saya mengenai seni menyelesaikan soal
Olimpiade Matematika. Saya belajar bahwa penyelesaian soal tidak terpaku
pada satu cara, tetapi dapat dijelaskan dengan pendekatan yang lebih sederhana. Pelatihan seperti ini sangat membantu guru dalam meningkatkan kompetensi
pembinaan Olimpiade. Meskipun berlangsung dari pagi hingga sore, proses
belajarnya terasa menyenangkan dan sangat memotivasi."
Hal senada disampaikan
Dhiah Intan Prawestie, guru dari SD Plus Nurul Aulia, Jawa Barat. Menurutnya,
pelatihan ini menjadi kesempatan untuk memperbarui sekaligus memperdalam
kembali pemahaman mengenai pembelajaran matematika.
"Meskipun saya
merupakan lulusan Pendidikan Matematika, saya belum pernah mengajar matematika
secara langsung setelah lulus. Melalui pelatihan ini, saya dapat
mengingat kembali materi-materi yang mulai terlupakan sekaligus memperoleh
banyak ilmu baru yang sangat bermanfaat."
Pak Irvan Sanjaya
berharap pelatihan ini menjadi langkah awal terbentuknya ekosistem pembinaan
Olimpiade Matematika yang semakin kuat di wilayah Cimahi dan Bandung
Raya. Menurutnya, guru yang memperoleh bekal dari pelatihan ini
diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menularkan semangat berpikir
kritis, kreatif, dan bernalar kepada para peserta didik.
"Harapan kami,
atmosfer Olimpiade semakin hidup di wilayah Cimahi dan Bandung Raya. Semakin
banyak sekolah yang memiliki pembinaan Olimpiade yang berkualitas, sehingga
kesempatan peserta didik untuk berkembang juga semakin besar. Guru yang
mengikuti pelatihan ini diharapkan menjadi agen perubahan yang menularkan
semangat berpikir kritis, kreatif, dan bernalar kepada para peserta
didiknya," tutupnya.
Melalui pelatihan ini,
KPM berharap manfaat yang diperoleh para guru tidak berhenti pada kegiatan
pelatihan semata, tetapi terus berkembang dalam praktik pembelajaran di
sekolah. Dengan demikian, peningkatan kompetensi guru diharapkan dapat
berdampak langsung pada lahirnya lebih banyak peserta didik yang memiliki
kemampuan bernalar, kreatif, dan siap berprestasi di bidang Olimpiade
Matematika.
Sebagai tindak lanjut
dari pelatihan ini, KPM membuka Seleksi Siswa Kelas Khusus (SKK) Olimpiade
Matematika SD bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 SD di wilayah Cimahi dan Bandung
Raya. Seleksi akan dilaksanakan pada Minggu, 2 Agustus 2026 di SD Plus
Nurul Aulia, Kota Cimahi.
Pendaftaran dilakukan secara kolektif melalui sekolah (maksimal 20 siswa per
tingkat kelas) hingga 31 Juli 2026 melalui bit.ly/PendaftaranSKKBandung_Kolektif.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0813-1952-2361.
