Kompetisi Sains dan Pendidikan Islam (KOSPI) ke-3 memasuki babak akhir dengan digelarnya babak final pada Minggu, 29 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar sebagai penutup dari rangkaian seleksi yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Babak final KOSPI-3 diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) di beberapa wilayah, dengan mekanisme pelaksanaan yang sama seperti pada babak penyisihan. Sistem ini memberikan fleksibilitas sekaligus memastikan pemerataan kesempatan bagi seluruh peserta.
Sebanyak 753 peserta berhasil melaju ke babak final, yang terbagi dalam beberapa kategori level, yaitu Level 3–4 (SD), Level 5–6 (SD), dan Level 7–9 (SMP). Jumlah ini merupakan hasil seleksi dari total 1.327 peserta pada babak penyisihan, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kompetisi ini.
KOSPI-3 juga mengusung semangat inklusivitas dengan menerapkan biaya pendaftaran yang bersifat SEIKHLASNYA sesuai kemampuan peserta, sehingga memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pelajar dari berbagai latar belakang untuk dapat berpartisipasi.
Dalam babak final, penilaian dilakukan berdasarkan masing-masing level guna menjaga objektivitas dan keadilan dalam menentukan hasil terbaik di setiap level. Para peserta akan memperebutkan berbagai penghargaan, di antaranya medali emas, perak, perunggu, dan merit.
Salah satu finalis level 7–9 SMP dari MTsN 7 Jakarta Timur, Nadia Elsyafira Ma'arif, menunjukkan semangat juang yang tinggi dalam menghadapi babak final. Di tengah perjalanan mudik panjang menuju Pulau Sumatera melalui jalur darat dengan keterbatasan akses internet, ia tetap berusaha menjaga semangat belajarnya.
"Perjalanan mudik membuat saya cukup kesulitan mendapatkan akses internet, tetapi saya tetap berusaha belajar semampu saya setelah sampai di rumah. Saya ingin memberikan hasil terbaik agar bisa membanggakan orang tua dan menjadi inspirasi bagi teman-teman di sekolah," ujarnya penuh harap.
Sementara itu, Khalifa Atma Prasetyo, dari level 7–9 SMP asal SMPN 35 Surabaya, Jawa Timur, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya hingga babak final. Ia menilai bahwa kondisi lingkungan belajar yang tidak selalu kondusif menjadi tantangan tersendiri, sehingga menuntut kedisiplinan dalam mengatur waktu dan fokus.
Menurutnya, latihan soal secara konsisten serta pendalaman konsep menjadi kunci dalam meningkatkan kemampuan analisis, berpikir kritis, dan ketelitian. Ia juga merasakan adanya peningkatan kemampuan selama proses persiapan.
"Pemahaman saya menjadi lebih mendalam karena terbiasa menghadapi soal-soal yang menuntut analisis dan penalaran tinggi. Saya juga lebih terlatih dalam berpikir kritis, cepat, dan teliti. Harapannya, saya dapat memberikan hasil terbaik sesuai dengan usaha dan persiapan yang telah dilakukan," ujarnya.
Dalam keterangannya, Tri Jumsari, S.Kom., selaku Manajer Lomba KPM, menyampaikan,
"Alhamdulillah, KOSPI-3 dapat terlaksana dengan baik hingga babak final, baik secara online maupun offline. Ke depan, kami berharap KOSPI dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten dan terus berkembang. Kami juga akan mendorong promosi yang lebih masif agar jangkauan peserta semakin luas."
KOSPI diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan generasi yang unggul dalam sains sekaligus memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat.
Bagi siswa yang berminat mengikuti berbagai kompetisi yang diselenggarakan oleh KPM, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Instagram resmi @kpmseikhlasnya di https://www.instagram.com/kpmseikhlasnya/ atau dengan menghubungi +62 813-1034-3400.