Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan prestasi akademik siswa melalui keterlibatannya dalam kegiatan Pembinaan Intensif OSN-K 2026 bagi sekolah Muhammadiyah se-Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat–Minggu, 22–24 Mei 2026 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah.

KPM mendapatkan undangan khusus untuk mendukung pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan oleh Satgas Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM) Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah sebagai bagian dari program pembinaan peserta Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) 2026.

Keterlibatan KPM dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mendorong prestasi siswa di bidang sains. Selama ini, KPM juga telah aktif mendukung berbagai program pembinaan akademik bersama sekolah-sekolah Muhammadiyah di berbagai daerah.

Melalui kegiatan Pembinaan Intensif OSN-K 2026 ini, KPM memberikan pendampingan dan pembekalan kepada siswa-siswa terpilih agar lebih siap menghadapi kompetisi OSN-K. Materi pembinaan difokuskan pada penguatan konsep, strategi penyelesaian soal olimpiade, hingga latihan intensif sesuai bidang masing-masing.

Selain memperkuat kemampuan akademik, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar, rasa percaya diri, dan daya saing peserta dalam bidang sains.

Peserta pembinaan berasal dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan rincian:

  • SD Matematika: 25 peserta 

  • SD IPA: 27 peserta 

  • SMP Matematika: 27 peserta 

  • SMP IPA: 31 peserta 

  • SMA Matematika: 28 peserta 

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti sesi pembelajaran, diskusi, hingga latihan soal bersama tim pembina dari KPM. Dengan adanya pembinaan intensif ini, diharapkan para peserta dapat meraih hasil terbaik pada ajang OSN-K 2026 mendatang sekaligus membawa prestasi bagi sekolah dan daerah masing-masing.

Muchammad Fachri, S.Si., selaku salah satu pembina dari KPM, menjelaskan bahwa fokus utama pembinaan adalah membiasakan siswa menghadapi tipe soal olimpiade yang sesuai dengan silabus OSN dari Puspresnas.

“Di awal pembinaan, banyak siswa yang sebenarnya punya potensi besar, tetapi masih ragu dengan kemampuan mereka sendiri. Ada yang takut salah, ada juga yang belum terbiasa menghadapi soal olimpiade yang membutuhkan analisis lebih dalam. Karena itu, kami mencoba membangun kebiasaan berpikir mereka melalui berbagai tipe soal yang setara dengan OSN kota,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa perkembangan peserta terlihat cukup signifikan setelah mengikuti beberapa sesi pembinaan.

“Awalnya ada siswa yang bingung ketika menghadapi soal cerita atau soal nonrutin. Namun setelah latihan terus-menerus, mereka mulai lebih tenang, lebih percaya diri, bahkan mulai berani mencoba strategi penyelesaian sendiri. Itu yang paling penting dalam olimpiade, bukan hanya benar, tetapi juga yakin dan efektif dalam mengerjakan soal,” tambahnya.

Salah satu peserta, Nismara Pragya Chedrina Agung, siswa kelas 7 dari SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Jawa Tengah, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda selama mengikuti pembinaan.

“Setiap hari ada lima sesi, jadi rasanya benar-benar intens. Kadang sampai malam masih kepikiran soal-soalnya. Menurutku materi aljabar dan kombinatorika paling seru karena kami diajarkan cara mengerjakan soal lebih cepat tanpa langkah yang terlalu panjang. Dari sini aku sadar kalau soal olimpiade itu bukan cuma soal hafal rumus, tapi juga harus bisa membayangkan dan memvisualisasikan soal.”

Ia berharap pengalaman selama pembinaan bisa membantunya tampil maksimal pada OSN-K 2026 mendatang.

“Karena sudah banyak latihan bersama guru-guru KPM, aku jadi lebih percaya diri dan semoga nanti bisa meraih juara,” katanya.

Peserta lainnya, Toriq Ihsan dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Jawa Tengah, juga merasakan manfaat besar dari kegiatan ini, terutama dalam memahami materi yang sebelumnya dianggap sulit.

“Sebelum ikut pembinaan ini, kombinatorika termasuk materi yang paling bikin saya kesulitan. Tapi setelah belajar bersama ternyata saya jadi lebih paham cara menyelesaikan soalnya,” ungkapnya.

Menurutnya, suasana belajar bersama peserta dari berbagai daerah menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memotivasi.

“Selain dapat ilmu baru, saya juga dapat banyak teman baru. Di sini saya belajar kalau berkembang itu tidak harus sendirian. Melihat teman-teman lain semangat belajar juga bikin saya ikut termotivasi untuk terus jadi lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Esi Putri Nursalsabila dari SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga mengatakan bahwa sesi post test menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya selama pembinaan berlangsung.

“Awalnya saya sering tidak percaya diri saat mengerjakan soal. Tapi setelah beberapa kali post test, saya mulai merasa lebih lancar dan lebih yakin dengan jawaban sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengaku mendapatkan pengalaman baru yang membuatnya lebih disiplin dalam belajar.

“Belajar sampai malam bersama teman-teman itu pengalaman baru buat saya. Capek, tapi seru juga karena semuanya sama-sama berjuang. Dari situ saya jadi lebih semangat dan lebih giat belajar. Semoga nanti bisa memberikan hasil terbaik di OSN,” tuturnya.

Pembinaan Intensif OSN-K 2026 untuk sekolah Muhammadiyah se-Indonesia juga akan kembali dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu:

  • 29–31 Mei 2026 : Pembinaan Intensif Region Jawa Timur

  • 02–04 Juni 2026 : Pembinaan Intensif Online

KPM berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapan peserta dalam menghadapi OSN-K 2026, baik dari segi pemahaman materi, strategi pengerjaan soal, maupun rasa percaya diri saat berkompetisi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya belajar yang aktif dan kompetitif di lingkungan sekolah Muhammadiyah sehingga melahirkan lebih banyak prestasi akademik di tingkat daerah maupun nasional.