Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali menyelenggarakan Tes Eliminasi Ke-4 bagi siswa Kelas Khusus KPM pada Minggu, 24 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu online dan offline, dengan pusat pelaksanaan offline bertempat di YAPI Al Azhar Rawamangun, Jakarta Timur.

Tes eliminasi rutin ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan dan evaluasi siswa Kelas Khusus KPM. Melalui kegiatan ini, KPM berupaya memantau perkembangan kemampuan siswa sekaligus membentuk budaya belajar yang disiplin, konsisten, dan kompetitif sejak dini.

Para siswa mengerjakan soal-soal yang berasal dari materi yang telah dipelajari selama empat pertemuan pembinaan sebelumnya. Soal yang diberikan dirancang untuk menguji pemahaman konsep, kemampuan analisis, ketelitian, hingga strategi penyelesaian soal secara efektif dalam waktu terbatas.

Suasana pelaksanaan tes berlangsung tertib dan penuh semangat. Peserta terlihat serius dan fokus selama mengerjakan soal, baik yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti secara daring dari berbagai daerah. 

Salah satu peserta, Shevaa Luthfia Elhazima, siswa kelas 7 Berbakat B bidang Matematika, mengaku telah melakukan berbagai persiapan sebelum mengikuti tes eliminasi kali ini. Sheva yang telah mengikuti program KPM sejak kelas 4 SD mengatakan bahwa pengalaman belajar di KPM membantunya lebih terbiasa menghadapi soal-soal olimpiade.

“Aku ikut kelas KPM dari kelas 4 SD. Untuk persiapan tes eliminasi kali ini, aku belajar lagi dari materi sebelumnya dan membaca soal-soal yang sudah dibahas supaya lebih paham cara mengerjakannya. Menurutku tes ini penting untuk mengukur kemampuan kita. Harapanku semoga bisa naik ke kelas Berbakat A,” ujarnya.

Peserta lainnya, Hita Khairani Naftha, siswa kelas 4 Berbakat B bidang IPA, juga membagikan pengalamannya selama mengikuti pembinaan di KPM. Ia mengaku sempat merasa gugup menghadapi tes eliminasi kali ini.

“Deg-degan karena takut tereliminasi, apalagi waktu itu pernah tidak masuk di salah satu pertemuan,” katanya sambil tersenyum. “Tapi sejak ikut kelas KPM aku jadi lebih terbiasa mengerjakan soal-soal olimpiade dan lebih terlatih. Alhamdulillah aku juga pernah ditunjuk mewakili sekolah untuk ikut olimpiade, jadi sekarang rasanya lebih percaya diri,” tuturnya.

Irvan Sanjaya, S.E., selaku General Manager Pendidikan KPM, menyampaikan bahwa tes eliminasi tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik, tetapi juga sarana untuk membangun mental juang siswa dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

“Harapannya setelah tes eliminasi ini siswa bisa membawa hasil terbaik. Untuk yang sudah berada di kelas A semoga bisa mempertahankan prestasinya, sedangkan siswa di kelas B dan C semoga semakin termotivasi untuk naik ke kelas A. Yang terpenting adalah semangat juangnya terus meningkat karena persaingan di Kelas Khusus juga sangat tinggi. Tahun ini peserta SKK (Seleksi Kelas Khusus) offline mencapai 946 peserta,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses pembinaan di KPM dirancang agar siswa tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menikmati proses belajar dan terus berusaha memperbaiki kemampuan diri dari waktu ke waktu.

Selain pelaksanaan tes eliminasi, KPM juga kembali mengadakan pertemuan orang tua siswa secara hybrid melalui Zoom Meeting dan tatap muka langsung. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang selalu dinantikan para orang tua siswa, terutama sesi ceramah dan motivasi bersama Dr. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si., selaku Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Ridwan menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh siswa Kelas Khusus KPM agar terus menjaga semangat belajar dan membangun karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk anak-anak kelas berbakat di manapun berada, tetaplah rajin belajar, rajin beribadah, hormat kepada orang tua dan guru, serta baik kepada teman. Yang paling penting, mari kita merencanakan kesusahan dengan semakin giat belajar, beribadah, dan beramal saleh. InsyaAllah kita akan menjadi manusia-manusia unggulan,” pesannya.

Selain memberikan motivasi kepada siswa, pertemuan orang tua juga menjadi sarana komunikasi antara KPM dan wali murid mengenai perkembangan pembinaan, sistem evaluasi kelas khusus, serta pentingnya peran keluarga dalam mendukung proses belajar anak. Antusiasme orang tua terlihat tinggi, baik peserta yang hadir langsung maupun yang mengikuti secara daring.

Banyak orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan mendapatkan arahan mengenai cara mendampingi anak selama mengikuti program pembinaan akademik yang intensif. Kehadiran orang tua dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan penting bagi perkembangan siswa.

Melalui kegiatan Tes Eliminasi Ke-4 dan pertemuan orang tua siswa ini, KPM berharap peserta dapat terus berkembang tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam mental juang, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, KPM optimis siswa-siswa Kelas Khusus dapat meraih prestasi yang lebih tinggi pada berbagai kompetisi akademik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Bagi siswa yang ingin bergabung dengan Kelas Berbakat KPM, Klinik Pendidikan MIPA kembali membuka Seleksi Kelas Khusus (SKK) Online Tahun Ajaran 2026–2027 untuk jenjang SD dan SMP.

Pelaksanaan: Minggu, 21 Juni 2026
Pendaftaran terakhir: Jumat, 19 Juni 2026

Pendaftaran melalui:
https://kpm.read1institute.org
(Menu Halaman Utama)

Narahubung: +62 851-5995-1604