Judul tulisan ini bagi
yang sudah mengenal KMNR dan OGM pasti akan merasa bingung dan bagi yang belum
kenal KMNR dan OGM bisa jadi akan penasaran. Sebelumnya akan saya jelaskan dulu
akronim dari KMNR dan OGM. KMNR akronim dari Kompetisi Matematika Nalaria
Realistik yang tahun ini pelaksanaannya yang ke-21 dan OGM adalah Olimpiade
Guru Matematika yang tahun ini pelaksanaannya yang ke-11. Kedua lomba ini
diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang berkantor pusat di
Bogor.
Kenapa saya mengatakan KMNR dan OGM kurang keren? Jawabannya
adalah jika saya bandingkan dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang saya
anggap keren karena OSN diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan. OSN
pertama kali yang melibatkan murid SD, SMP dan SMA dilaksanakan pada tahun 2003
di Balikpapan, artinya OSN sudah dilaksanakan selama 23 tahun sedangkan KMNR
baru 21 tahun dan OGM 11 tahun. Calon peserta OSN berasal dari seluruh
kota/kabupaten di Indonesia dan tentunya seluruh provinsi di Indonesia,
sedangkan calon peserta KMNR dan OGM hanya diikuti oleh murid dan guru yang
berasal dari 62 kota/kabupaten yang tersebar di 17 provinsi di Indonesia.
Jika kita renungkan OSN adalah lomba yang diikuti oleh
murid-murid pintar di Indonesia yang tentu jumlahnya sangat banyak. Kemudian
disaring di level sekolah, kota/kabupaten, provinsi dan nasional. Sedangkan
KMNR berdasarkan data peserta KMNR 21, kegiatannya dimulai dari Uji Soal MNR
yang pesertanya 210.458 murid, kemudian peserta penyisihan jumlahnya 73.104
murid, selanjutnya semifinal pesertanya 27.672 murid dan peserta yang lolos
final pesertanya 2211 murid. Khusus untuk OGM seleksinya lebih singkat dimulai
dari penyisihan yang pesertanya 1204 guru dan lolos final ada 276 guru.
Hal yang ingin saya sampaikan yang menunjukkan KPM kurang
keren adalah OSN biayanya gratis dan di final para peraih medali mendapatkan
uang, sedangkan untuk mengikuti KMNR dan OGM peserta harus membayar seikhlasnya
dan saat final hanya tiga juara terbaiknya tiap kelas yang mendapat hadiah uang
dan besaran uangnya lebih kecil di banding juara OSN. Hal yang pasti, uang
untuk juara KMNR dan OGM bukan dari bayaran seikhlasnya peserta. Kenapa KMNR
dan OGM menerapkan biaya seikhlasnya? hal ini agar semua murid bisa ikut KMNR tanpa terkendala masalah biaya. Kenapa KMNR dan OGM bisa bertahan sampai
21 tahun walaupun dengan bayaran seikhlasnya? jawabannya adalah KMNR dan OGM
dibuat untuk bermanfaat bagi banyak orang, karena alasan memberi manfaat ini
saya berkeyakinan penyelenggara KMNR dan OGM ditolong Allah.
Hal yang kurang keren dari KPM adalah dalam hal pembuat
soal dan dewan juri. Para pembuat soal dan juri OSN rata-rata dosen-dosen yang
bergelar S2 dan S3 dari berbagai perguruan tinggi. Sedangkan pada juri KMNR dan
OGM adalah guru-guru dan para relawan yang kebanyakan lulusan S1 dan sebagian
lagi S2 yang latar belakang jurusan para jurinya tidak semua dari matematika. Hal
yang menarik adalah guru-guru yang menjadi juri sudah dilatih olimpiade
matematika oleh orang yang berpengalaman di bidang tersebut, dan sebagian dari para
juri di KMNR dan OGM hidupnya sebagian besar untuk menekuni olimpiade
matematika. Ada beberapa juri dari lomba
KMNR dan OGM yang menjadi ketua tim, pembuat soal atau juri dari lomba
bergengsi Internasional seperti IMSO, PMWC, IMC, IKMC, JBMO, SMC, ITMO, CSMO
dll.
Sepertinya itu saja yang ingin saya sampaikan tentang
kurang kerennya KMNR dan OGM. Sebelum saya tutup tulisan ini saya ingin
menyampaikan fakta sedikit tentang KMNR dan OGM. Khusus untuk KMNR, lomba ini untuk
menguji kemampuan matematika murid dari kelas 1 sampai kelas 12 dan untuk OGM
pesertanya dari guru SD, SMP dan SMA. Peserta final KMNR jumlahnya kurang dari
1% dari peserta Uji Soal MNR. Sehingga peserta final MNR adalah murid-murid
yang pintar di daerahnya, karena
melewati proses seleksi yang sangat ketat. Oleh karena itu tidak heran banyak
peserta final KMNR ini adalah mantan para peserta OSN sekaligus calon peserta
OSN. Fakta saat ini, KMNR banyak dimanfaatkan oleh anak pintar untuk uji kemampuan sebelum OSN dan mengintip
calon pesaing di OSN.
Informasi lain tentang KMNR adalah KMNR sebagai gerbang
awal untuk murid-murid seluruh Indonesia bisa mengikuti lomba-lomba
internasional bergengsi seperti IMSO, PMWC dan IMC. Hal ini karena Klinik
Pendidikan MIPA (KPM) mempunyai lisensi untuk lomba-lomba internasional tersebut. Bahkan pendiri KPM adalah Chairman dari International Mathematics and Science
Olympiad (IMSO).
Hal yang tidak kalah menarik dari lomba KMNR adalah
banyak alumni peserta final KMNR, saat ini sedang kuliah di berbagai perguruan tinggi
top baik di dalam negeri maupun di luar negeri dari jenjang S1, S2 dan S3. Banyak
pula alumni KMNR yang bekerja di luar negeri dan di berbagai instansi penting
pemerintah. Hal ini menunjukkan peserta final KMNR bukan kaleng-kaleng. Begitu
pula untuk peserta OGM banyak guru yang juara di OGM ini adalah alumni
perguruan tinggi top di Indonesia, guru di sekolah favorit di Indonesia dan
pemilik bimbingan belajar di kota/kabupatennya.
Hal yang penting untuk disampaikan tentang Final KMNR dan OGM adalah pelaksanaannya hanya 1 hari dengan jumlah peserta sekitar 2000an orang. Lomba di laksanakan di pagi hari dan pengumuman di laksanakan di siang hari. Di saat masa tunggu, para peserta final menikmati penampilan seni budaya dari murid-murid sekolah yang menjadi mitra KPM atau murid dari jaringan KPM. Artinya KPM adalah ajang untuk menguji kemampuan matematika sekaligus sebagai ajang pementasan seni budaya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Hal lain tentang KMNR dan OGM adalah kegiatan ini telah menggerakkan roda ekonomi masyarakat khususnya penggiat UMKM di berbagai daerah. Setiap KMNR dan OGM di selenggarakan di berbagai daerah, para penggiat UMKM bisa membuka bazar di lokasi lomba. Begitu pun pada saat final KMNR dan OGM banyak penggiat UMKM yang membuka bazar di Lokasi lomba. Sayang di tahun 2026 ini pengelola Gedung tempat final KMNR 21 dan OGM 11 melarang UMKM membuka bazar, karena pihak pengelola gedung dibawah koordinasi Dharma Wanitanya membuka bazar sendiri untuk acara final KMNR21 dan OGM 11.
Terakhir yang tidak kalah penting adalah KMNR dan OGM
diselenggarakan nyaris tanpa sponsor, kalaupun ada bantuan biasanya dari orang
tua murid KPM. Hal ini bukan karena KPM tidak butuh sponsor, tetapi karena KPM
tidak ingin bergantung kepada sponsor dalam menyelenggarakan KMNR dan OGM,
supaya KMNR dan OGM bisa berlangsung sepanjang masa bahkan harapannya
pesertanya nanti dari berbagai negara. KMNR dan OGM bisa berjalan sampai
sekarang secara rasionalnya karena didukung oleh jaringan KPM, orang tua siswa
KPM, hamba Allah, KPM pusat sendiri dan dibantu oleh Read1 Group. Perlu pembaca ketahui, KPM adalah lembaga
yang kantor pusatnya di ruko, sementara Read1 Group adalah perusahaan yang
kantornya di rumah pendiri KPM.
Sebelum menutup tulisan ini saya ingin berdoa seperti ini
“Kami memohon berkah dan keridaan serta limpahan Rahmat karunia Ilahi,
agar Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Read1 Group (RG), Kompetisi Matematika
Nalaria Realistik (KMNR), Olimpiade Guru Matematika (OGM) serta lomba lainnya
yang diselenggarakan KPM, tetap maju dan berkembang serta bisa memberi manfaat
bagi seluruh umat manusia sepanjang sejarah dari zaman ke zaman”.
Aamiin, tolong baca surat Al fatihah bagi yang beragama Islam.
Bogor,
28 April 2026
Raden
Ridwan Hasan Saputra
Pendiri
Klinik Pendidikan MIPA
Motivator
suprarasional
Kaprodi
Pendidikan Matematika FKIP UIKA Bogor
HP:
0812-8034-1100
Email:
prmipa@yahoo.com