Assalamu’alaikum
wr wb
Kepada keluarga besar KPM
- Para siswa dan orang tua siswa, baik di pusat maupun di jaringan KPM, baik kelas khusus maupun kelas regular
- Para guru dan karyawan serta alumni baik di pusat dan di jaringan KPM
Para Kepala Cabang, Klub MIPA Seikhlasnya, Rumah Pendidikan MIPA, Sekolah Center, Sekolah Mitra,
Guru Suprarasional dan Penanggungjawab Lomba.
Alhamdulillah
tak terasa telah 25 tahun KPM berkiprah di dunia pendidikan Indonesia. Suka
duka telah dilalui oleh lembaga pendidikan yang menerapkan bayaran seikhlasnya
ini. Hal tersebut Insya Allah membuat KPM semakin matang dan tangguh, sehingga
walaupun banyak kekurangan yang dimilik KPM, Alhamdulillah KPM sudah menorehkan
banyak prestasi yang tidak bisa dianggap remeh dalam dunia pendidikan, khususnya
di bidang matematika dan IPA. Walaupun banyak hal positif yang sudah KPM buat,
tapi KPM merasa apa yang dilakukan KPM belum bisa menjadi solusi menyeluruh
dalam memperbaiki pendidikan di Indonesia.
Di
ulang tahun ke-24 KPM saya membicarakan tentang antisipasi KPM terhadap
perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan di ulang tahun
ke-25 KPM ini saya ingin menyampaikan tentang antisipasi KPM terhadap Artificial
Intelligence (AI) generatif dan perkembangan geopolitik. Kenapa KPM
sampai membahas sejauh itu? Hal ini karena perkembangan Artificial
Intelligence (AI) generatif akan mempengaruhi pendidikan di
Indonesia yang harus di antisipasi KPM dan perkembangan geopolitik cukup berpengaruh dengan aktivitas KPM yang
sering mengikuti berbagai kegiatan di luar negeri. Peran Iran Vs Amerika
serikat – Israel, telah membuat harga dollar
naik dan beberapa kegiatan internasional KPM berubah jadwalnya.
Setelah
melewati proses perenungan panjang dalam rangka menghadapi perkembangan Artificial
Intelligence (AI) generatif dan perkembangan geopolitik serta perubahan
zaman di masa depan yang semakin tidak jelas, maka saya sebagai Presiden
Direktur KPM akan membuat KPM menjadi lembaga yang fokus menjadikan Al Quran
dan Hadist Nabi sebagai panduan dan menjadikan jihad di jalan Allah sebagai
jalan perjuangan. Istilah ini sebenarnya tidak asing bagi murid-murid KPM
karena sudah terbiasa melantunkannya setiap belajar di KPM. Sebagai lembaga
pendidikan, maka jihad KPM adalah di
bidang pendidikan. Insya Allah dengan perubahan ini, KPM bisa menjadi lembaga
yang terus bertumbuh untuk memberi manfaat kepada umat manusia karena Allah
yang akan jadi penolong.
Konsekuensi
dari perubahan fokus ini, maka KPM akal lebih mengajak murid KPM khususnya yang
beragama Islam untuk lebih fokus melaksanakan 7 sunnah dan lebih memperhatikan
PR Akhlak. Bagi semua murid yang berasal dari berbagai latar belakang, KPM akan
lebih memperhatikan adab dan akhlak murid, lebih memperhatikan interaksi murid
KPM kepada sesama murid, guru, karyawan,
orang tua siswa dan lingkungan. KPM akan lebih memperhatikan kemampuan
komunikasi baik dalam bahasa Indonesia atau bahasa lainnya selama belajar.
Terakhir dan yang tidak kalah penting adalah KPM akan melatih berpikir kritis
dan kreatif. Kesimpulan dari fokus ini adalah KPM akan membuat murid KPM
menjadi orang yang terampil dalam S+5C (Suprarasional + Character,
Collaboration, Communication, Critical Thinking dan Creativity)
Penjelasan
sederhana dari cara berpikir suprarasional adalah cara berpikir yang menggunakan
hati, sehingga mempertimbangkan hal-hal yang gaib, yang tidak kasat mata, atau
tidak terindera oleh panca indera. Contoh aktifitas dari hasil cara berpikir
suprarasional bagi umat islam adalah mendirikan salat dan menafkahkan sebagian
rezeki yang Allah berikan. Harapan dari cara berpikir suprarasional di KPM
adalah membuat murid, guru, staf dan orang tua siswa KPM menjadi orang-orang
yang beruntung karena selalu ditolong Allah. Sebab orang-orang suprarasional
akan suka melakukan aktivitas yang ada pada surat Al-‘Ashr.
Demi
masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati
kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Keluarga
besar KPM yang saya hormati.
Saya
ingin KPM menjadi wadah bagi manusia dengan berbagai latar belakang untuk dibentuk
menjadi manusia berderajat tinggi dan beruntung sepanjang masa. Apakah bapak
dan ibu setuju dengan perubahan fokus ini? Jika setuju, Insya Allah perubahan
fokus bisa diwujudkan secara bertahap dan tentunya didukung oleh keluarga besar
KPM, karena perubahan ini akan terwujud jika dilakukan secara berjamaah.
Bogor, 16 April 2026
Raden Ridwan Hasan Saputra