Kerja sama strategis kembali terjalin dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bersama Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun (FTS UIKA) Bogor resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengembangkan sinergi akademis dan strategis guna mengakselerasi kualitas SDM di era 5.0, khususnya dalam penguasaan Matematika dan Sains (MIPA). Selain itu, urgensi diadakannya MoA lainnya adalah untuk memenuhi kebutuhan akan ekosistem olimpiade yang terstruktur serta keinginan untuk mengoptimalkan sumber daya pakar dan infrastruktur dari FTS UIKA guna memperkuat inovasi pembelajaran di KPM. Penandatanganan MoA dilaksanakan pada Selasa, 03 Maret 2026, bertempat di Aula Fakultas Teknik dan Sains UIKA.

Penandatanganan MoA ini melibatkan jajaran pimpinan dari kedua belah pihak, yakni pihak pertama diwakili oleh Dr. Feril Hariati, S.T., M.Eng., selaku Dekan FTS UIKA Bogor, beserta civitas akademika FTS. Sementara itu, pihak kedua diwakili oleh Dr. H. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si, selaku Presiden Direktur KPM. Perjanjian ini berlaku selama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

Beberapa program konkret yang direncanakan akan direalisasikan setelah penandatanganan MoA ini meliputi: 1) Penyelenggaraan program magang/Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa; 2) Kolaborasi riset pengembangan metode pembelajaran MIPA dan teknologi pendukungnya; 3) Pelatihan olimpiade matematika/sains dan workshop teknologi; 4) Penyediaan narasumber atau dosen tamu untuk seminar dan pelatihan.

Kerja sama ini dirancang untuk memberikan keuntungan timbal balik (mutual benefit) bagi kedua belah pihak. Bagi pihak FTS UIKA, yang saat ini tercatat menyelenggarakan 7 program studi sarjana (S1) dengan sebagian besar terakreditasi “Baik Sekali”, adalah mendapatkan dukungan untuk magang mahasiswa, pengabdian masyarakat, pelatihan suprarasional bagi dosen dan mahasiswa, serta akses koneksi ke mitra luar negeri KPM. Sementara itu, bagi pihak KPM akan mendapatkan bantuan tenaga ahli dari dosen FTS UIKA untuk melatih olimpiade, menyusun modul soal, menjadi juri lomba, serta membantu pengembangan teknologi seperti AI dan daur ulang.

Lebih lanjut, Dekan FTS UIKA, Dr. Feril Hariati, S.T., M.Eng., mengungkapkan target capaian yang ingin diraih dari kerja sama ini, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. “Untuk jangka pendeknya adalah implementasi program magang mahasiswa, pelatihan suprarasional, serta keterlibatan dosen sebagai pelatih atau juri dalam kegiatan olimpiade tersebut. Sementara itu, untuk target jangka panjangnya, mewujudkan komitmen prestasi global melalui raihan prestasi internasional, pengembangan teknologi inovatif di KPM (seperti AI), serta penguatan koneksi internasional bagi institusi.”