Oleh:
Raden Ridwan Hasan Saputra
Tes
Kompetensi Akademik (TKA) di bidang matematika untuk level SMA hasilnya jeblok,
blok, blok. Begitu yang ramai diberitakan oleh banyak media di Indonesia.
Berbagai analisa disampaikan baik dari kemendikdasmen, para pakar pendidikan
dan organisasi guru. Khusus untuk organisasi guru analisa yang disampaikan
lebih pada pembelaan kepada guru, karena diawal viralnya nilai TKA, ada analisa
yang menganggap guru sebagai salah satu penyebab rendahnya nilai TKA. Bagi saya
semua berhak untuk memberikan analisa, berhak untuk memberikan pembelaan kalau
merasa disalahkan dan berhak pula memberikan solusi kalau itu memang bisa
dilakukan. Tinggal pemangku kepentingan yang memutuskan akan menggunakan
analisa siapa dalam menyelesaikan masalah rendahnya nilai TKA.
Saat
ini ada dua metode pembelajaran matematika yang diperkenalkan secara nasional
oleh beberapa pejabat tinggi di negeri ini. Ada pejabat tinggi yang rajin
memperkenalkan metode pembelajaran matematika yang bernama Gasing dan ada
pula pejabat tinggi yang mulai memperkenalkan
pembelajaran matematika yang bernama Matematika GEMBIRA. Walapun kedua
metode ini diperkenalkan oleh pejabat tinggi yang berbeda tapi karena yang mempromosikan
pejabat tinggi maka kedua metode ini
mudah sekali tersebar secara nasional karena tentunya ada dukungan dana yang
menyertainya. Secara pribadi saya mendukung adanya metode-metode pembelajaran
matematika yang dipakai secara nasional untuk memperbaiki pendidikan matematika
di Indonesia, tetapi sebaiknya pemerintah juga terbuka untuk menerima metode pembelajaran
matematika yang lain, baik yang berasal dari luar negeri atau yang diciptakan
oleh anak bangsa sendiri.
Dalam
tulisan ini saya mencoba memperkenalkan
metode pembelajaran matematika yang bernama Matematika Nalaria
Realistik (MNR). Metode pembelajaran
matematika ini saya temukan di tahun
2003 atau sekitar 22 tahun yang lalu. Sesuai dengan namanya metode ini
menekankan nalar dalam memahami matematika dan menggunakan matematika dalam
memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Di MNR anak-anak akan dilatih
nalarnya untuk belajar masalah nyata, pemahaman konsep, penalaran dan
komunikasi, pemecahan masalah, eksplorasi dan aplikasi matematika dalam
kehidupan sehari-hari.
Di
MNR siswa dilatih pembelajaran mendalam (deep learning) melalui penggunaan
nalar dalam memahami masalah nyata dan konsep matematika yang kebanyakan
melalui pendekatan induktif. Di MNR juga anak dibiasakan menggunakan nalarnya
untuk memecahkan masalah matematika dan mengkomunikasikan jawabannya dengan
baik, sehingga anak terbiasa berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking
Skills (HOTS). Nalar anak dilatih juga untuk memahami penerapan matematika
dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga anak semakin betah belajar matematika. Jadi
deep learning dan HOTS sudah diterapkan di Matematika Nalaria Realistik.
Kami
menyadari setiap anak mempunyai kemampuan berbeda dalam memahami matematika. Oleh
karena ini karena semua anak dengan berbagai kemampuan betah belajar MNR maka dibuat
beberapa jenis kelas yang disesuaikan dengan kemampuan anak dalam memahami
matematika. Jenis kelas tersebut
diantaranya kelas MNR reguler yaitu kelas bagi anak yang kemampuan
matematikanya masih kurang dan biasa saja, kelas pintar MNR yaitu kelas bagi
anak pintar matematika, ada lagi kelas khusus yaitu kelas bagi anak yang pintar
matematika yang ingin berprestasi baik di tingkat lokal, nasional dan
internasional. Setiap kelas, materi dan cara mengajarnya berbeda tetapi ada hal
yang sama di semua jenis kelas yaitu banyaknya
soal cerita yang disajikan. Banyaknya soal cerita ini agar siswa sudah
terbiasa dengan literasi dan numerasi serta deep reading (membaca mendalam).
Di
MNR dalam rangka menguji pemahaman siswa, maka secara rutin siswa diberikan
pekerjaan rumah dan dalam 1 semester diadakan test evaluasi untuk mengukur
pemahaman siswa tentang materi yang diajarkan. Bagi kelas khusus test dilakukan
1 bulan sekali yang disertai pertemuan orang tua siswa kelas khusus. Supaya
anak-anak termotivasi untuk berprestasi dalam bidang matematika, di MNR tidak
hanya ada test evaluasi tapi juga diadakan kompetisi yang bernama Kompetisi
Matematika Nalaria Realistik (KMNR). Di MNR pekerjaan rumah, test evaluasi dan
lomba tujuannya untuk mengasah terus kemampuan siswa dalam bernalar, sehingga
kemampuan matematika siswa akan menjadi lebih baik. Belajar matematika seperti
lomba lari, semakin sering latihan lari supaya larinya semakin jauh dan semakin
cepat. Begitu juga belajar matematika,
siswa harus banyak latihan soal dari yang mudah sampai yang sulit supaya menjadi pintar matematika. Jadi menurut
saya sehebat atau sepopuler apapun metode pembelajaran matematika tetapi jika tidak
bisa memotivasi atau memfasilitasi anak untuk rajin latihan soal matematika, maka
hasil dari metode pembelajaranya bisa kurang bagus.
Sebagai
informasi tambahan, Kompetisi Matematika Nalaria Realistik bisa diikuti oleh
siswa dari kelas 1 sampai kelas 12. Kompetisi ini dimulai berjenjang dari mulai
sekolah yang kita sebut uji soal MNR, babak penyisihan untuk level
kota/kabupaten, babak semifinal untuk level provinsi dan babak final untuk
level nasional. Juara di final KMNR biasanya juga juara di Olimpiade Sains Nasional
dan Olimpiade Madrasah Indonesia. Selain itu banyak juga, siswa yang juara di
KMNR menjuarai lomba-lomba matematika di luar negeri. Kegiatan uji soal MNR di
tahun 2025 ini, pesertanya sudah lebih dari 200 ribu orang. Di tahun 2025 KMNR
sudah dilaksanakan untuk yang ke-20. Jika kita lihat data yang ada, bisa jadi
KMNR adalah lomba terbesar di Indonesia
dari segi jumlah perserta secara offline.
KMNR mungkin juga merupakan lomba terawet di Indonesia hingga sampai
tahun ke-20 dan bisa jadi yang paling banyak diikuti oleh orang-orang pintar.
Hal yang unik dari lomba ini adalah peserta membayar seikhlasnya.
Pembelajaran
MNR tidak hanya berlatih dan berlatih soal saja, tetapi di MNR ada pembelajaran
matematika menggembirakan dalam bentuk permainan-permainan matematika dan
eksplorasi matematika yang dilakukan saat belajar. Bahkan untuk lebih meningkatkan
minat siswa dalam belajar MNR, didirikan kampung matematika yang menjadi tempat
belajar siswa dan tempat praktik berbagai jenis pemainan matematika yang
menyenangkan. Saat ini kampung matematika menjadi tempat wisata edukasi dimana
banyak para pelajar dari berbagai sekolah datang untuk belajar berbagai
permainan matematika ke kampung matematika. Saya jadi terpikir untuk membuat
kampung matematika ini di setiap kota/kabupaten di seluruh Indonesia.
Supaya
kualitas pengajaran MNR tetap terjaga, maka guru-guru yang mengajar MNR dilatih
secara rutin sebulan sekali. Pelatihan guru ini sangat penting, karena guru
jika jarang dilatih, maka kemampuannya akan menurun. Jika kemampuan guru
menurun tentunya dalam mengajar siswa pun tidak akan maksimal dalam
meningkatkan kemampuan siswa di bidang matematika. Jika guru rajin ikut
pelatihan maka kemampuannya akan terus meningkat dan akan punya dampak positif
terhadap kemampuan siswa di bidang matematika. Metode pembelajaran matematika
sehebat apa pun, jika guru-gurunya tidak dilatih secara berkala atau gurunya tidak
mau belajar secara rutin maka metode itu tidak akan punya daya tarik lagi
bahkan akan dianggap usang. Jadi menurut saya baik buruknya kualitas pendidikan
matematika di Indonesia pasti ada pengaruh guru di dalamnya. Kadang yang menjadi
kendala adalah pelatihan guru yang diadakan biayanya yang mahal, sehingga tidak
semua guru bisa ikut pelatihan. Insya Allah Pelatihan guru MNR biayanya murah karena dilaksanakan dengan
menggunakan Sistem Metode Seikhlasnya.
Hal
yang perlu diketahui, MNR lahir dari rahim Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Salah
satu misi KPM adalah menyebarkan Sistem Metode Seikhlasnya, maka KPM tidak ingin
menyebarkan MNR ke masyarakat dengan harga mahal, yang mengakibatkan para siswa, para orang tua siswa dan para
guru sulit menerima manfaat dari MNR. Di KPM ketika siswa ingin belajar MNR,
cukup membayar seikhlasnya. Begitu pula ketika para guru atau orang tua siswa ingin
ikut pelatihan MNR, akan digunakan sistem metode seikhlasnya dalam pembayarannya.
Manfaat dari penggunaan sistem pembayaran seikhlasnya menguntungkan murid, guru
dan orang tua.
Penggunaan Sistem Metode Seikhlasnya saat ini
masih kurang positif terhadap penyebaran MNR, karena MNR disebarkan dalam
bentuk kursus/les dengan bayaran seikhlasnya, maka KPM sulit mencari pengusaha
atau guru yang mau membuka kursus/les MNR dengan bayaran seikhlasnya. Oleh
karena itu secara bertahap KPM
membentuk jaringan KPM berupa
cabang, Klub MIPA Seikhlasnya (KMS), Rumah Pendidikan MIPA (RPM) dan sekolah
mitra untuk kemudahan penyebaran MNR. Jaringan ini dibentuk melalui pelatihan
suprarasional yaitu pelatihan untuk mencerdaskan hati manusia, supaya banyak
guru yang mau mengajar MNR dengan bayaran seikhlasnya.
KPM
ingin tetap menyebarkan MNR dengan bayaran seikhlasnya walaupun penyebarannya
jadi lambat. Hal ini karena selain ingin membuat orang tua siswa tidak
terbebani oleh biaya ketika anaknya belajar MNR, KPM juga ingin membentuk
guru-guru yang ikhlas dalam mengajar MNR. KPM berkeyakinan, guru-guru yang
Ikhlas akan membawa keberkahan kepada para muridnya. Keberkahan itu akan
membuat murid mudah menerima pelajaran dan bisa memanfaatkan ilmu yang
diperoleh dengan baik. Guru-guru Ikhlas ini akan mempercepat penyebaran MNR,
sebab mereka bisa dijadikan pelatih guru, dan ketika akan mengadakan pelatihan
guru, mereka akan menggunakan sistem metode seikhlasnya juga.
Keunikan lain dari MNR karena terlahir dari rahim
KPM adalah murid-murid yang belajar MNR harus rajin beribadah dan mempunyai
adab dan akhlak yang baik. Rajin ibadah disesuaikan dengan agama dan
kepercayaan masing-masing. Bagi yang beragama islam diharapkan bisa
melaksanakan 7 sunnah (Sholat berjamaah di masjid, sholat dhuha, sholat
tahajud, sedekah, membaca Al Quran, Berzikir dan menjaga wudhu serta bisa
ditambahkan puasa sunnah). Pemantauan kegiatan ibadah ini dengan memberikan
kartu 7 sunnah untuk bahan evaluasi. Adab dan akhlak kepada Allah, kepada orang
tua, kepada guru, kepada orang tua temannya dan kepada temannya sangat
diperhatikan di KPM. Semua ini adalah
cara KPM untuk mempersiapkan anak-anak yang belajar MNR ini menjadi orang yang
pintar di masa depan terutama di era
post Gen AI.
Dampak
nyata yang saya rasakan setelah 22 tahun lebih perjalanan MNR yang membuat saya
terharu diantaranya adalah ketika banyak alumni KPM yang pamitan ke KPM karena mereka
mendapat beasiswa untuk kuliah di luar negeri; banyaknya murid KPM yang
menjuarai lomba matematika baik lokal, nasional dan internasional; banyaknya orang tua siswa KPM yang memberi
bantuan kepada para guru atau memberi hadiah kepada para guru karena anaknya berubah
menjadi lebih baik setelah belajar di KPM; banyak alumni KPM yang sudah bekerja
di luar negeri atau yang sedang kuliah tetap membantu kegiatan KPM; dan banyak
kisah haru lainnya.
Jika
merenungi judul tulisan saya di atas, maka bisa diambil benang merah bahwa MNR dibuat
tidak untuk menghadapi TKA, tetapi jauh lebih besar dari pada TKA, sebab MNR
dibuat untuk membuat anak-anak Indonesia bisa berpikir secara mendalam,
mempunyai kemampuan HOTS, rajin ibadah, serta mempunyai adab dan akhlak yang
baik. Walaupun secara data belum terbukti MNR bisa membuat anak-anak bisa
menyelesaikan TKA, tetapi secara logika, anak-anak yang sudah terbiasa ikut
test evaluasi rutin dan sering ikut lomba pasti nalarnya akan terlatih dan
pastinya mudah untuk mengerjakan soal-soal TKA. Apalagi secara fakta banyak
anak-anak yang belajar MNR, menjadi juara-juara lomba matematika baik di
tingkat lokal, nasional dan internasional. Insya Allah anak-anak yang belajar MNR,
akan mendapat salah satu bonus yaitu bisa mengerjakan soal TKA.
Cerita
saya tentang MNR dan TKA ini agar para pejabat tinggi di negeri ini, para guru
dan para orang tua mengetahui bahwa ada metode pembelajaran matematika yang
bagus dan murah serta bisa membuat anak rajin ibadah, beradab dan berakhlak
baik. Saya berkeyakinan MNR masih tetap ada walaupun negeri ini berganti
presiden dan berganti menteri pendidikan, sebab MNR berkembang bukan karena
adanya dukungan dari proyek pemerintah, atau karena adanya donasi besar dari perusahaan
besar. MNR berkembang karena pertolongan Allah yang menggerakkan guru-guru
ikhlas yang rela mengorbakan waktu, pikiran dan tenaganya untuk memberikan
manfaat bagi orang lain dalam bentuk mengajar MNR. Diakhir cerita ini, saya menyampaikan
keyakinan, bahwa suatu saat nanti MNR akan punya peran penting dan besar dalam
dunia pendidikan dan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Oleh
karena itu marilah belajar MNR dari sekarang.
Zamboanga,
Filipina 16 Desember 2025
Raden
Ridwan Hasan Saputra
Pendiri
Klinik Pendidikan MIPA
Penggagas Matematika Nalaria Realistik (MNR)
Anggota Pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah
Kaprodi
Pendidikan Matematika FKIP UIKA Bogor
HP:
082114358620
Email:
prmipa@yahoo.com