Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali berpartisipasi dalam program Karantina OSN-K 2026 bagi sekolah Muhammadiyah Region Jawa Timur yang dilaksanakan pada Jumat–Minggu, 29–31 Mei 2026 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Timur. Program yang diselenggarakan oleh Satgas Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah (SUMM) Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah ini merupakan lanjutan dari kegiatan pembinaan sebelumnya yang telah dilaksanakan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 22–24 Mei 2026.

Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan diikuti oleh 103 peserta dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur dengan rincian peserta sebagai berikut:

  • SD IPA : 30 peserta 

  • SMP IPA : 18 peserta 

  • SD Matematika : 20 peserta 

  • SMP Matematika : 14 peserta 

  • SMA Matematika: 21 Peserta

Kegiatan karantina ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan peserta dalam menghadapi Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) 2026 melalui pembinaan intensif, penguatan konsep, latihan soal, serta pembiasaan menghadapi tipe soal olimpiade.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran dan latihan secara intensif bersama tim pembina dari KPM. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama ketika sesi pembahasan soal dan diskusi berlangsung. Banyak peserta tetap bersemangat mengikuti pembinaan meskipun jadwal belajar berlangsung dari pagi hingga malam hari.

Andri Imam Munandar, S.TP., selaku salah satu pembina dari KPM, menyampaikan bahwa peserta menunjukkan semangat belajar yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, meskipun sebagian peserta baru pertama kali mengikuti pembinaan olimpiade intensif, mereka mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah mengikuti berbagai sesi latihan dan pembahasan soal.

“Peserta terlihat semakin antusias dan mulai aktif bertanya. Materi yang awalnya belum dipahami perlahan mulai tergambar setelah diberikan clue, petunjuk, serta tips pengerjaan soal. Perkembangan peserta juga terlihat dari hasil pre-test hingga post-test yang semakin baik,” tambahnya.

Salah satu peserta, Narendra Rama Aryoduta dari SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Jawa Timur, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang sangat berkesan selama mengikuti karantina. Menurutnya, jadwal pembinaan yang padat justru membuat dirinya lebih tertantang untuk belajar serius.

“Dalam sehari ada enam sesi pembelajaran, jadi benar-benar terasa intens. Yang paling membantu itu saat kami diberi soal untuk dikerjakan lalu dibahas bersama karena saya jadi tahu letak kesalahan dan cara yang lebih efektif untuk menyelesaikan soal,” ungkapnya.

Ia juga mengaku mendapatkan banyak wawasan baru terkait strategi pengerjaan soal olimpiade.

“Biasanya saya masih sering menggunakan cara manual yang panjang. Setelah ikut pembinaan ini saya jadi tahu cara yang lebih cepat dan efektif. Saya jadi lebih siap menghadapi OSN,” tambahnya.

Peserta lainnya, Raquella Kanza Ramadhani dari SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Jawa Timur, juga merasakan manfaat besar dari kegiatan ini, terutama pada materi biologi yang menjadi bidang favoritnya.

“Saya paling suka sesi Biologi karena banyak materi baru yang dibahas dan dijelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Awalnya ada beberapa materi yang sering saya lupa, seperti hormon-hormon dan fungsinya, tapi setelah dijelaskan kembali jadi lebih paham,” ujarnya.

Menurutnya, suasana belajar bersama peserta dari berbagai daerah juga menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memotivasi.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti karantina dapat membantunya meraih hasil terbaik pada OSN-K 2026 mendatang.

“InsyaAllah semoga bisa memberikan hasil terbaik dan kalau bisa mendapatkan medali emas,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Alfatih Idris Atmaputra dari SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Jawa timur, menilai bahwa pembinaan ini tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga membangun kemandirian peserta selama mengikuti kegiatan karantina.

Ia juga mengaku sangat menikmati materi fisika karena banyak soal menantang yang membuatnya semakin tertarik belajar lebih dalam.

“Setelah ikut pembinaan ini saya jadi lebih paham materi yang sebelumnya sulit. Saya juga jadi lebih percaya diri dan semoga bisa meraih medali emas di OSN nanti,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, Pak Andri kembali memberikan pesan motivasi kepada seluruh peserta agar terus menjaga semangat belajar dan tidak cepat merasa puas.

“OSN itu bukan perjalanan singkat. Semua butuh proses, latihan, dan konsisten. Pembinaan ini hanyalah salah satu langkah awal untuk melatih kemampuan berpikir kritis, mental berkompetisi, dan daya juang peserta. Karena itu, jangan pernah merasa cukup dengan apa yang sudah didapat. Terus belajar, terus berlatih, dan terus tingkatkan kemampuan agar bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya,” pesannya.

Melalui program ini, para peserta diharapkan tidak hanya siap menghadapi OSN-K 2026, tetapi juga semakin termotivasi untuk terus belajar dan berkembang.

Ingin menghadirkan pelatihan OSN atau program pembinaan olimpiade di sekolah/lembaga Anda bersama KPM? Segera hubungi Narahubung Pelatihan KPM melalui WhatsApp di 0851-4777-7663