Akhir semester merupakan salah satu
moment yang paling ditunggu oleh para orangtua untuk mendaftarkan
putra-putrinya mengikuti Seleksi Kelas Khusus (SKK) di Klinik Pendidikan MIPA
(KPM). SKK sendiri merupakan bagian dari komitmen KPM dalam mencetak lebih
banyak siswa berprestasi di bidang Matematika dan IPA melalui pembinaan terstruktur, berkelanjutan,
dan berbasis penalaran. Moda pelaksanaan SKK mencakup SKK Offline dan SKK Online. SKK Offline terdiri dari dua
tahap pelaksanaan, sedangkan SKK Online hanya satu tahap pelaksanaan.
SKK Offline Tahap 1 yang berupa tes
akademik, sebelumnya telah terlaksana dengan lancar di tanggal 23 November
2025. Untuk SKK Offline Tahap 2 selain tes akademik (berupa soal essay) juga
ada test olahraga bagi siswa serta wawancara tertulis bagi orangtua. Dilaksanakan
pada Minggu 14 Desember 2025 bertempat di Al Azhar Syifa Budi Cibinong Bogor.
Sebanyak lebih dari 250 siswa yang lolos di tahap 2 berkesempatan mengikuti
rangkaian tes tersebut. Peserta yang lolos tahap 2 ini adalah peserta yang
sudah terseleksi dari 600 siswa di tahap 1. Adapun level peserta mencakup level
SD (kelas 2 – 6), level SMP (kelas 7 – 9), dan level SMA (kelas 10) untuk
bidang Matematika. Sementara itu, untuk bidang IPA diikuti oleh peserta level
SD (kelas 3 – 6) dan level SMP kelas (7 – 9).
Terkait waktu pelaksanaan, tes dibagi
menjadi dua sesi. Setiap sesi mencakup kegiatan pembukaan, tes akademik, tes
olahraga dan baris berbaris, serta wawancara tertulis bagi orangtua murid. Sesi
1 diikuti oleh peserta kelas 2 – 6 SD bidang Matematika. Setelah itu,
dilanjutkan sesi 2 yang diikuti oleh peserta kelas 7 – 9 SMP dan kelas 10 SMA
Bidang Matematika serta kelas 3 – 6 SD dan kelas 7 – 9 SMP Bidang IPA.
Siti
Khoerunnisa, S.E., Kepala Divisi Pendidikan KPM mengungkapkan bahwa diadakannya
tes olahraga dan baris berbaris adalah untuk melatih calon siswa KPM agar bisa
memiliki fisik yang sehat dan kuat, sehingga nantinya seimbang antara kemampuan
akademik dan fisik yang kuat. Selain itu, wawancara tertulis bagi orangtua
dilakukan untuk melihat tingkat komitmen dan dukungan calon orangtua siswa
untuk mendukung putra putrinya dalam mengasah kemampuan akademiknya, terutama
jika nanti menjadi siswa kelas khusus KPM.