Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan
kembali mewarnai agenda Pertemuan Orang Tua Siswa Kelas Khusus (KK) Berbakat Klinik
Pendidikan MIPA (KPM) awal Semester Genap yang digelar pada Sabtu 10 Januari
2026 bertempat di Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) Al Azhar Rawamangun Jl.Sunan Giri No.7A, RT 12/RW 15, Rawamangun, Kec.Pulo
Gadung, Kota Jakarta Timur.
Total undangan sebanyak 480 orang tua siswa yang mencakup seluruh orang tua
siswa Kelas Berbakat A dan B program offline Semester Genap Tahun Ajaran
2025/2026.
Pertemuan orang tua siswa KK Berbakat KPM merupakan agenda rutin
setiap satu bulan sekali yang dilaksanakan berbarengan dengan waktu Tes Eliminasi
(setelah 4 kali pertemuan pembelajaran). Adapun tujuan dari pertemuan orang tua
siswa tersebut antara lain; 1) Mensosialisasikan program Pendidikan dan Kurikulum
Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026, 2) Membangun sinergi antara pihak KPM
dan orang tua siswa dalam pembinaan karakter dan prestasi siswa, 3) Memberikan
pemahaman mendalam mengenai sistem pembelajaran, tata tertib siswa, dan
kalendar kegiatan (lomba, eliminasi dan pelatihan), 4) Sosialisasi kebijakan
baru mengenai administrasi dan teknis kelas khusus.
Tingginya atensi orang tua siswa KK untuk hadir dalam pertemuan ini
terlihat dari antrean panjang pada saat registrasi di pagi hari mulai pukul
08.00 WIB. Acara dibuka dengan sesi motivasi oleh Presiden Direktur KPM, Dr.
Ir. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si, dilanjutkan dengan pemaparan mengenai
lomba-lomba di KPM oleh General Manager Lomba dan Pelatihan KPM, Ardianto S.T.
Sementara itu, penjelasan mengenai jadwal belajar dan teknis eliminasi
disampaikan langsung oleh General Manager Pendidikan KPM, Siti Khoerunnisa,
S.E.
Pak Ridwan mengungkapkan kepuasannya terhadap pertemuan orang tua
siswa ini, selain itu beliau menjelaskan terkait wacana KPM mendatang. Di masa
depan pendidikan akan berbeda, KPM akan membuat para siswa menjadi
manusia seutuhnya. Selain agenda pendidikan yang rutin (Matematika dan Sains
Nalaria Realistik, Adab dan Akhlak) adanya muatan STEM termasuk di Kelas Menginap,
menjadikan siswa KPM akan terbentuk menjadi orang-orang yang hebat di masa
depan karena menjadi manusia seutuhnya. Siswa KPM harus mempunyai Tabungan Jiwa
yang banyak, mulai merencanakan kesusahan agar di masa depan mendapatkan
kemudahan. Beliau
mengungkapkan harapan ke depannya untuk perkembangan siswa KK agar
mereka menjadi orang yang bermanfaat bagi umat, tidak hanya berorientasi pada
lomba atau yang sifatnya duniawi, tetapi lebih kepada nilai diri mereka. Selain
itu, siswa KPM diharapkan menjalin persaudaraan dan menjunjung tinggi
nilai-nilai karakter. Di masa depan mereka bisa menjadi orang yang berguna dan
berjamaah dalam menyelesaikan masalah diri dan bangsa.
Agar terjalin sinergi yang harmonis, maka dari pertemuan ini terdapat
beberapa pesan tersurat yang disampaikan Ibu Siti Khoerunnisa kepada orang tua
siswa, yakni terkait; 1) Kesiapan Mental. Orang tua diharapkan mendampingi
putra-putrinya untuk siap menghadapi tantangan di KK, baik secara akademik
maupun karakter, 2) Kepatuhan Administrasi. Diingatkan bagi siswa baru
untuk segera melengkapi berkas surat pernyataan maksimal tanggal 31 Januari
2026, 3) Integritas. Menekankan pentingnya kejujuran dan kemandirian
siswa dalam setiap pengerjaan soal dan tes eliminasi sebagai bagian dari
pembentukan akhlak mulia. Dan yang lebih menarik lagi adalah pada pertemuan ini
juga diinformasikan mengenai jalur spesial bagi siswa lama yang lanjut di kelas
Berbakat A dan B untuk bisa langsung mengikuti Babak Semifinal KMNR ke-21 tanpa
melalui penyisihan.
Selain itu, Pak Ardianto menyampaikan terkait lomba KPM terdekat
seperti; 1) International Mathematics Assessments for Schools (IMAS)
Round 1 yang akan dilaksanakan pada Minggu 18 Januari 2026 dan diperuntukkan bagi
level SD (kelas 3 – 6) dan SMP (kelas 7 – 8), 2) International Youth
Exchange (IYE) yang akan dilaksanakan tanggal 29 Januari – 02 Februari 2026
di Langkawi Kedah Malaysia, yang merupakan program pertukaran pelajar dengan
tujuan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan bahasa, memahami budaya
baru, serta membangun jaringan internasional. IYE diperuntukkan bagi level SD
(kelas 3-6) dan SMP (kelas 7 – 8) 3) International Talent Mathematics
Contest (ITMC) Final Round yang akan dilaksanakan tanggal 28 Februari – 04
Maret 2026 di Bangkok, Thailand. ITMC diperuntukkan mulai dari level SD (kelas
2 – 6), SMP (kelas 7 – 9), dan SMA (kelas 10 – 11).
Orang tua siswa turut memberikan tanggapan positif khususnya terkait
pertemuan orang tua dan perkembangan siswa KPM. “Pertemuan orang tua siswa hari
ini sangat penting karena banyak motivasi yang didapatkan dan sesama orang
tua bertemu sehingga semakin terjalin kekeluargaan. Di era sekarang ini,
belajar tidak hanya tentang kecerdasan otak tapi juga kecerdasan hati.
Harapannya anak saya menjadi anak yang bermoral, jiwa yang baik, kecerdasan
otak dan kecerdasan hati,“ ujar orang tua siswa dari Satrio Bagus Ing Ngalogo,
siswa kelas 3 SDI Al Azhar 44 Summarecon Bekasi. Hal yang senada diungkapkan
oleh orang tua siswa Adlina Nafeeza Nugraha, siswi kelas 8 SMPIT Ummul Quro
Depok dan Izzan Zaidan Nugraha, siswa kelas 7 SMPIT Ummul Quro Depok. “Saya
berdoa semoga ke depannya semua siswa KPM bisa menjadi anak-anak yang sukses,
karena di KPM tidak hanya menjadikan siswa pintar akan tetapi membentuk
karakter, nalar dan hati. Mereka mengasah kecerdasan otak dan kecerdasan hati.
Hal tersebut yang tidak didapatkan dari lembaga lain. Jadi, semoga siswa KPM
akan memiliki karakter yang kuat, sehingga bisa unggul di manapun mereka berada
di antara anak-anak yang lain.”
Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa dari pertemuan perdana
orang tua siswa KK Offline ini telah tercipta; 1) Sinergi Visi dan
Misi (Pendidikan Suprarasional). Pertemuan ini berhasil menyatukan
pemahaman antara KPM dan orang tua bahwa fokus utama bukan hanya pada
kepintaran akademik (Matematika/Sanis), melainkan pada pembentukan karakter
(akhlak) dan sistem suprarasional (metode seikhlasnya), 2) Penegasan Aturan
dan Disiplin (Sistem Eliminasi). Terdapat pemahaman bersama mengenai sistem
eliminasi yang dilakukan secara berkala. Orang tua kini menyadari bahwa
kelanjutan siswa di Kelas Berbakat A dan B sangat bergantung pada kedisiplinan,
kehadiran, serta hasil evaluasi (tes eliminasi) yang dilakukan setiap 4
pertemuan sekali, 3) Komitmen Orang Tua. Meskipun terjadi kendala
teknis dan cuasa, orang tua menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Ke depannya,
orang tua dapat terus konsisten mendukung penuh proses pembinaan putra-putrinya
bersama KPM.
Harapan terbesar terhadap hasil pertemuan kali ini adalah orang tua
memahami sepenuhnya sistem gugur (eliminasi) dan tata tertib yang berlaku agar
siswa lebih disiplin. Selain itu, diharapkan pula adanya dukungan penuh dari
orang tua terhadap program ‘Penguatan Karakter’ dan peningkatan nalar
matematika/sains anak, serta terjalinnya komunikasi yang searah dan harmonis
anatar manajemen KPM dengan orang tua melalui grup koordinasi yang telah
disediakan. “Pertemuan ini adalah langkah awal untuk membangun pondasi
kepercayaan dan kedisiplinan agar target melahirkan generasi yang ‘Pintar dan
Beradab’ dapat tercapai,” ujar Fikri Fauzi, S.H selaku Manager Pendidikan KPM
Bogor menutup perbincangan terkait pertemuan orang tua siswa KK.